Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pemprov NTT Gandeng IKCS Siap Kirim Pemuda-Pemudi NTT Belajar di Korea Selatan

3 min read

Victor Manek bersama Presiden Direktur dan CEO IKCS di Hotel Sahid

JAKARTA, NTT BANGKIT.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penghubung Pemda NTT melakukan pertemuan dengan Lembaga Indonesia Korea Culture and Study (IKCS) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jend. Sudirman No. Kav. 86, Karet, Jakarta Pusat, Kamis (25/07/19). Pertemuan ini bertujuan membangun kesepakatan kerja sama antara Pemda NTT dan Korea Selatan di bidang pendidikan. Rencana kerja sama tersebut merupakan trigger dari program Vocational Training Program yang ditawarkan Pemerintah Korea Selatan.

Presiden Direktur IKCS, Mesiana Surya J, S.S, dalam pertemuan tersebut mengatakan, di tahun 2019 ini, Pemerintah Korea Selatan membuka kerja sama di bidang pendidikan bagi putra-putri negara-negara lain untuk bisa mengenyam pendidikan di Korea Selatan. IKCS adalah lembaga yang bergerak murni di bidang pendidikan untuk mengurus kerja sama bidang pendidikan antara Korea dan Indonesia. 

IKCS, lanjut dia, adalah lembaga terpercaya Pemerintahan Korea dan Indonesia yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu. Karena tahun ini Pemerintah Korea membuka program pendidikan bagi warga asing, maka IKCS bermaksud mempromosikan studi ke Korea Selatan kepada Pemda NTT dengan biaya terjangkau.

“Kehadiran IKCS adalah untuk memberikan pelatihan bahasa dan budaya Korea Selatan kepada anak muda Indonesia yang ingin belajar di Korea Selatan,” terangnya. 

Dikatakannya, tidak tanggung-tanggung, visa yang akan diberikan bagi peserta program tersebut adalah  E7-4, yaitu visa yang dikhususkan untuk tenaga kerja profesional. Visa E7-4 ini dimaksudkan agar para peserta bisa mencari part-time dengan fee yang layak bagi mahasiswa yaitu minimal Rp. 100.000/ jam. 

“Pemerintah Korea Selatan pada tahun ini membuka kerja sama dengan negara-negara luar untuk program pendidikan, dimana anak-anak tamatan SMA/SMK ke atas bisa mengambil peluang untuk melanjutkan studi di Korea Selatan. Selain kuliah, kita juga akan membantu mencari kerja  part-time dengan fee yang layak bagi mereka dengan modal visa E7-4,” kata Mesiana kepada NBC.

Menurutnya, ada 80 jurusan dari 10 Universitas yang ditawarkan oleh Pemerintah Korea Selatan. Tahun ini membuka kuota 2.000 orang dari Indonesia untuk bisa melanjutkan pendidikan di Korea Selatan.

“Sudah banyak anak Indonesia yang ke sana dan berhasil, tetapi rata-rata mereka adalah anak-anak dari Pulau Jawa. Kita ingin mengekspansi program ini agar putra-putri timur Indonesia bisa ikut.” tambahnya lagi.

Dia juga mengatakan bahwa pertemuan dengan Kaban Penghubung Pemda NTT membahas tentang kemungkinan membuat MOU antara Pemda NTT dan Pemerintah Korea Selatan.

“Karena ini baru pertama kali, kita tidak ingin banyak-banyak. Mungkin bisa dimulai dengan 50 sampai 100 orang anak NTT. Soal bahasa Korea, kita punya sistem pembelajaran bahasa Korea dari level 0 sampai level 2 atau pemula, karena anak-anak yang akan dikirim ke Korea minimal harus bisa berbahasa korea pada level 2. Sistem pembelajaran kita pun bersifat online. Sama seperti bermain game, kita tidak akan bisa masuk ke tahap selanjutnya bila tidak lolos pada tahap yang dipelajari” terangnya.

Pemuda-pemudi NTT diharapkan mengambil peluang untuk belajar di Korea Selatan

Diakuinya, NTT memiliki kualitas sumber daya alam yang baik. Bila putra-putri NTT mengambil peluang untuk belajar di Korea Selatan, maka ketika pulang dipastikan mampu mengelola sumber daya alam NTT dengan baik. Ia juga berharap dan berpesan kepada pemuda-pemudi NTT untuk mengambil peluang ini demi mengembangkan kompetensi diri dan masa depan NTT.

“Saya kira anak-anak NTT senang nonton film Korea Selatan berjam-jam bahkan berminggu-minggu. Itu adalah modal awal yang baik. Beranilah untuk keluar dari zona nyaman untuk menuntut ilmu ke luar negeri,” tutup Mesiana.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek, S.Sos, M.Si dalam pertemuan itu, mengatakan, Pemerintah NTT akan berusaha mensosialisasikan program IKCS ini kepada masyarakat agar anak-anaknya berani untuk dikirim ke luar negeri.

“Tujuan pertemuan saya dengan IKCS adalah untuk membangun generasi muda NTT yang maju secara sumber daya manusia menuju Masyarakat Ekonomi NTT yang mandiri. Kita ingin agar anak-anak NTT bisa keluar dari zona nyaman guna mempelajari hal-hal produktif dari negara maju seperti Korea Selatan, sehingga pulangnya, mereka bisa mengelola NTT menjadi lebih baik dalam hal ekonomi, sosial, budaya, dan bidang bidang lainnya.” kata Manek. (Emild Kadju/NBC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi