Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bangun Pariwisata Sabu Raijua, Gubernur Viktor Tekankan Pentingnya Narasi dan Literasi

2 min read

Obyek WIsata Alam Megalitik, Kelabba Madja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT.

Obyek wisata alam Kelabba Madja di Sabu Raijua

MENIA, NTTBANGKIT.COM,-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menekankan pentingnya narasai dan literasi dalam pembangunan pariwisata di NTT khususnya Sabu Raijua yang mulai membangun pariwisata. Penekanakan tersebut disampaikan Gubernur Viktor di sela-sela kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Sabu Raijua pekan lalu.

“Kita saat ini sedang terus membangun pariwisata. Kita punya banyak sekali obyek wisata alam, adat-istiadat, tempat bersejarah dan beragam budaya. Tidak semua orang apalagi wisatawan yang datang ke daerah kita dan berkunjung ke berbagai obyek wisata mengetahui secara baik sejarah asal-usul dan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan. Untuk itu, saya ingatkan kembali pentingnya menarasikan semua obyek wisata tersebut secara baik dan benar, agar diketahui secara baik oleh mereka,” ujar Gubernur Viktor saat berkunjung ke berbagai obyek wisata di Sabu Raijua.

Gubernur Viktor menekankan, setiap obyek wisata, rumah adat, kampung adat dan lain-lain harus ditulis sejarahnyanya secara baik, dan harus dijelaskan kepada para wisawatan secara baik sesuai dengan sejarah dan legenda yang benar dan tepat, agar para wisatawan tidak kebingunan mencari informasi. Untuk itu, kata dia, dinas pariwisata dan semua pelaku usaha jasa pariwisata, dan juga masyarakat harus memberikan narasi yang benar untuk menjadi pegangan bagi para pengunjung.

“Selain menuturkannya secara lisan saat para wisawatan datang berkunjung, kita juga harus menyediakan buku panduan atau pamflet dan brosur-brosur yang kita berikan kepada mereka. Informasi lisan itu baik, tapi dengan literasi buku panduan wisata yang memuat sejarah dan budaya termasuk sejarah obyek-obyek wisata dan berbagai atraksi itu menjadi pegangan yang mereka bawa pulang,” pinta Gubernur Viktor.

Di Sabu Raijua ada sejarah kedatangan James Kock. James Kock menyinggahi Sabu Raijua sebelum ia menemukan Benua Australia. Di Sabu Raijua ada Kampung Adat Namata, Kampung Adat Nataga, ada Kampung Adat Kudji Ratu, ada obyek wisata alam megalit Goa Mabbala dan Bukit Megalit Kalabba Madja yang sudah mulai dikenal banyak wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, ada beragam tari, seperti Tari Padoa, ada budaya menenun dan budaya panjat tuak, ada budaya sabung ayam, dan sastra adat serta upacara-upacara adat yang masih terjaga dan dilestarikan, juga ada Kepercayaan Tradisi Lama Gentiu. Semua ini adalah potensi pariwisata yang unik dan langkah.

“Untuk itu, kita harus terus lestarikan dan kembangkan dengan narasi dan dokumen atau literasi yang baik dan benar, sehingga memudahkan siapapun yang datang untuk melihat, mendengar dan memahami lalu mencintai pariwisata kita dan mau datang kembali ke Sabu Raijua. Jangan sampai kita menyajikan tarian dengan lantunan syair adat dengan tanpa ada narasi. Orag yang melihat terkagum dengan tarian tersebut, tapi dia tidak mengerti apa arti, pesan dan tujuan dari tarian dan nyanyian adat yang disuguhkan. Akhirnya, mereka bertanya-tanya dalam atau atau bertanya pada orang lain dengan penjelasan yang tidak benar. Ini tidak baik bagi wisatawan. Jadi kita harus menarasikan dengan baik sebelum atau sesudah persembahan tarian tersebut,” pinta Gubernur Viktor. (KornelisMoaNita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi