Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Save the Children Salurkan Bantuan Makanan Pokok kepada 1800 KK Bantuan tersebar ke 18 desa dalam upaya mengurangi beban pandemi COVID-19

4 min read

WAIKABUBAK,-Tidak dipungkiri lagi bahwa pandemi COVID-19 membawa dampak buruk dalam penanganan kasus stunting (cebol) di Sumba. Setelah berdiskusi dengan pihak berwenang, Save the Children di Indonesia menyerahkan bantuan bahan makanan pokok kepada 1800 rumah tangga yang berasal dari Sumba Barat sebanyak 13 desa dan di Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 5 desa. Sejak tanggal 28 Oktober, penyaluran bantuan ini dilakukan di Desa Gaura lalu dilanjutkan ke Desa Puu Mawo dan Beradolu di hari berikutnya. Sejumlah kepala keluarga di Desa Sobarade dan Hobawawi  juga mendapatkan bantuan ini. 

Sebelum penyaluran dilakukan, penentuan penerima manfaat sudah didiskusikan oleh Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat pada periode Juni hingga Juli 2020 di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat. Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda/ Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Sosial.  Diputuskan bahwa penerima manfaat adalah keluarga dengan kategori paling rentan yang memiliki anak di bawah umur dua tahun, ibu hamil dan anak-anak yang bermasalah dengan kondisi kesehatan khususnya masalah stunting termasuk anak berkebutuhan khusus. Bantuan yang diberikan kepada setiap keluarga berupa beras 50 kg, telur ayam 2 papan, minyak goreng 5 liter, bawang merah 1 kg, bawang putih 1 kg, kacang hijau 5 kg, gula pasir 2 kg dan garam 2 bungkus. Sebelum menyerahkan, seluruh staf dan relawan Save the Children melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bahan dan melakukan penimbangan ulang untuk memastikan berat bahan bantuan telah sesuai ketentuan.  Penyerahan bantuan inipun dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan tersedianya sarana cuci tangan baik dengan sabun maupun hand sanitizer. 

Sumba Field Manager Save the Children, David Wala, menjelaskan “pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak. Diakui bahwa banyak keluarga yang mengalami masalah keuangan karena pandemi COVID-19. Save the Children tergerak untuk membantu keluarga-keluarga tersebut dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah.” 
Benny Leonard Johan sebagai Ketua Tim Penyaluran Bahan Makanan Pokok ini, mengatakan pemerintah menetapkan  tahapan penyaluran.

“Pada bagian awal terdapat diskusi penentuan kriteria dan jumlah penerima manfaat, kemudian dilakukan analisa situasi dan pendataan, penentuan wilayah desa penerima program, desain prosedur penentuan penerima bantuan. Dilanjutkan dengan sosialisasi program kegiatan, penentuan penyedia jasa penyalur bahan makanan, penentuan strategi penyaluran bantuan, penentuan jenis menu atau paket bantuan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan penyaluran bantuan. Terakhir tentu seluruh kegiatan ini dipantau dan dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban.”

Save the Children dan pemerintah daerah menyepakati bahwa desa-desa yang memiliki tingkat prevalensi stunting yang tinggi mendapatkan prioritas perolehan bantuan. Berdasarkan data Bappeda dan Bapelitbangda, angka prevalensi stunting di Sumba Barat masih mencapai 31,85% dan Sumba Tengah 20,49%. Data dari “Program Sponsporship” Save the Children menambah kelengkapan data pemerintah daerah untuk menentukan keluarga-keluarga yang tepat mendapatkan program bantuan ini. 

Pada kegiatan penyerahan bantuan makanan pokok kepada penerima manfaat di Desa Beradolu juga dipantau oleh jajaran pemerintah daerah mulai dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat, Drs. Semuel D. Pakereng, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, Kepala Bappeda, Titus Diaz Liurai, S.Sos, M.Si, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang juga Wakil Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Sumba Barat, Ir. Yanis Eklemens Luther Chr. Loebaloe, M.Si, serta Kepala Desa Beradolu, Yance Kaleka. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, Pjs Bupati Sumba Barat menyampaikan terima kasih kepada Save the Children yang sudah menaruh kepedulian dengan memberikan bantuan bahan makanan pokok kepada warganya. 

Dalam penyaluran bantuan CTP ini, Save the Children bekerja sama dengan sejumlah vendor lokal penyedia bahan makanan dan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan serta aspek perlindungan anak.  Di Kabupaten Sumba Barat, desa-desa penerima bantuan CTP terdiri dari; Beradolu, Gaura, Puumawo, Patialadete. Malata, Manukuku, Rajaka, Hobawawi, Haronakala, Kalebu Anakaka, Kareka Nduku, Sobarade dan Zalakadu. Sementara itu di Kabupaten Sumba Tengah, desa-desa penerima manfaat program CTP terdiri dari; Tanamodu, Manuwolu, Praimadeta, Kabelawuntu dan Malinjak. (RE)SELESAI

Tentang Save the Children

Save the Children di Indonesia merupakan identitas merek dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang terdaftar sesuai dengan Keputusan Kementrian Hukum dan HAM No. AHU.01712.50.10.2014. Save the Children di Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia.Save the Children percaya setiap anak tidak terkecuali layak menyongsong masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, kami memastikan kesehatan  anak anak sejak dini, kesempatan untuk belajar dan perlindungan terhadap bahaya. Kami melakukan apa pun untuk anak-anak – setiap hari dan di saat krisis – untuk mengubah hidup mereka dan masa depan. Saat ini, Save the Children beroperasi di 12 provinsi, 79 kabupaten, 701 kecamatan dan 918 desa. Adapun wilayah kerjanya mencakup, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jakarta, Nusa Tengara Timur, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Program kami fokus pada kesejahteraan anak yang mengintegrasikan lintas sektor termasuk pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, kemiskinan dan tata kelola hak anak, serta respon situasi bencana. (kornelismoanita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi