Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

16 Produk Hasil Rangkuman dan Pendampingan Kemenparekraf Diuji Publik Hari ini

2 min read
Diskusi dan Uji Publik Produk Unggulan NTT di Labuan Bajo (image: Jurnal IDN)

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.COM – Setelah didampingi selama kurang lebih 3 bulan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program aksilirasi (Aksi Selaras, dan Sinergi), kini hasil karya produk unggulan dari 4 subsektor kreatif NTT yang meliputi seni musik, seni rupa, seni pertunjukan, dan penerbitan memasuki tahap uji publik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Labuan Bajo pada Kamis (19/11/2020) dan diadakan secara daring tersebut dimaksudkan agar karya-karya yang dipertunjukkan bisa dinikmati secara lebih luas sehingga bisa mendapat masukan dari masyarakat demi pengembangan kedepannya.

Direktur Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf, Mohammad Amin, mengatakan bahwa produk-produk yang ditujukan dalam uji publik Aksilarasi tersebut bisa mendapatkan masukan yang komprehensif sehingga kedepannya lebih baik dan bisa dijadikan produk Parekraf.

“Uji publik ini yang dinilai adalah pencapaian produk. Kami juga mengundang penangkap karya untuk memberikan masukan konstruktif dan menilai terhadap produk yang dihasilkan, tujuannya agar produk kreatif yang dihasilkan nantinya layak diperbanyak untuk dijadikan produk parekraf,” tutur Amin.

Ia juga menambahkan bahwa setelah diadakan uji publik, Kemenparekraf akan senantiasa mendampingi para peserta program aksilirasi tersebut sampai 5 tahun kedepan.

“Tahun 2020 ini merupakan tahun produksi. Jika tahun ini belum sempurna maka masih ada tahun berikutnya. Kita akan terus melakukan pendampingan selama 5 tahun sampai akhirnya produk kreatif ini matang,” tambahnya.

Amin melanjutkan bahwa terdapat karya sebanyak 16 karya yang diuji publik, antara lain: seni musik sebanyak 3 karya yakni Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band. Kemudian seni pertunjukan sebanyak 8 karya yang terdiri dari 3 tari berbasis tradisi, 2 tarian animal pop komodo. Selanjutnya, seni teater, seni rupa, dan stage act. Ada juga naskah-naskah yang terdiri dari cerita rakyat dan pertunjukan kolosal. 

Selain itu, masih ada 4 karya penerbitan yang terdiri dari 3 dummy buku seri “Mengenal Labuan Bajo” dan 1 peta eksplorasi Labuan Bajo.

Program dengan tema “Merawat Ingatan Merayakan Peradaban di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur,” yang digagas oleh Direktorat Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan tersebut dimaksudkan untuk mengeksplorasi potensi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dengan pariwisata sebagai prime mover.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, ketika dihubungi, mengatakan bahwa kegiatan yang digagas Pemerintah Pusat tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergitas yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, mengingat Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023 mendatang.

Tidak lupa, mantan anggota DPR RI fraksi Golkar tersebut menghimbau segenap masyarakat NTT, khususnya Labuan Bajo dan sekitarnya untuk mengambil bagian dalam setiap program pelatihan dan lokakarya oleh pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah sehingga bisa memiliki pemikiran yang terbuka, skill yang mumpuni, dan kompetensi yang kompetitif.

Hal tersebut sangat penting untuk bersinergi dengan momentum geliat pariwisata NTT yang tengah mendunia saat ini. (Emild Franz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi