Jum. Jan 15th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kementan, Bank NTT dan Investor Dukung Peningkatan Produksi Kopi Bajawa

4 min read

Bupati Ngada, Paulus Siliwoa saat memberikan keynote pada acara "Kopi Ngada Siap Taklukkan Dunia"

JAKARTA, NTT BANGKIT.COM – Selain terkenal karena budaya dan destinasi wisata dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, Kabupaten Ngada juga dikenal sebagai salah satu produsen kopi jenis arabika berkualitas di Indonesia. Kopi Arabica Flores Bajawa (AFB) telah terbukti sukses menembus pasar dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk mendorong pengembangan industri kopi di Ngada, Pemerintah Kabupaten Ngada menyelenggarakan Forum Investor di Rafflesia Ballroom, Balai Kartini Jl. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta Selatan, Kamis (25/07/19). Dalam acara yang bertajuk “Aroma Kopi Ngada Siap Taklukan Dunia,” Pemda Kabupaten Ngada dan para pelaku UMKM kopi Bajawa bermaksud memperkenalkan keunggulan dan citarasa kopi Bajawa kepada para tamu dan investor yang hadir. 

Tanah mengandung Andosol yang sangat baik untuk menanam kopi

Kopi Bajawa (Kopi Arabica Flores Bajawa) adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada, Flores, NTT. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosol (tanah yang berasal dari abu gunung api) yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. 

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Izhak Eduard Rihi sedang mempresentasikan Road Map Masyarakat Ekonomi NTT dalam Acara Kopi Ngada Siap Taklukkan Dunia di Balai Kartini Jl. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta Selatan, Kamis (25/07/19).

Produk olahan AFB biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Keistimewaannya sendiri terletak pada proses produksi, di mana pohon kopi tumbuh secara organik di Bumi Ngada. Alhasil, aroma dan rasa yang dihasilkan begitu khas sehingga dipuja para penikmat kopi lokal maupun mancanegara.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, antara lain, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dr. Kasdi Subagyono, Bupati Kabupaten Ngada, Paulus Soliwoa, dan sejumlah stakeholders serta investor yang sudah lama berinvestasi di dunia kopi.

Subagyono, dalam opening speech-nya,  memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ngada atas komitmen untuk mengangkat kopi sebagai komoditi unggulan Kabupaten Ngada yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi di Kabupaten Ngada.

Subagyono juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian siap melakukan kerja sama dan berkolaborasi dengan Pemkab Ngada untuk mengembangkan usaha kopi Bajawa agar bisa semakin berkembang, mengingat kopi adalah salah satu komoditi utama yang masuk dalam program Kementan.

Bupati Ngada, Paulus Siliwoa mengenakan pakaian adat Ngada saat acara Kopi Ngada Siap Taklukkan Dunia

“Kopi Arabika Bajawa Flores itu sudah populer dan terkenal di luar negeri. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri pertaniannya, terutama kopi. Kita siam back up” kata Subagyono.

Sementara itu, Bupati Ngada, Paulus Soliwoa pada sesi keynote speaker menyambut baik ide kerjasama yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian. Menurut Siliwoa, Kabupaten Ngada saat ini memang membutuhkan bantuan yang bersifat jangka panjang, khususnya dalam hal biaya perawatan kopi dan ekspansi tempat budidaya kopi.

Ada 3 Kecamatan yang belum difungsikan secara maksimal sebagai lahan budidaya kopi

Setidaknya ada 3 kecamatan yang hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal sebagai lahan budidaya kopi. Mulai dari Kecamatan Golewa dengan luas lahan mencapai 1.250 hektar, Kecamatan Golewa Barat 3.500 hektar, dan Kecamatan Bajawa 1.097 hektar.

“APBD kami ini kecil sekali, tahun ini hanya sekitar Rp800 miliar. Jadi kami mengharapkan kerjasama dari pemerintah pusat, dan para stakeholders lainnya untuk mengembangkan industri kopi Bajawa,” terang Bupati Paulus.

Siliwoa pun mengarsis bahwa bila potensi kopi di Kabupaten Ngada telah dimaksimalkan, maka akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya yakin sekali karena kopi kami memiliki sejumlah keunggulan. Kopi AFB itu punya karakteristik rasa dan aroma yang unik ada floral, vanilla, spicy, caramel, dan honey. Lalu tingkat keasamannya medium dengan after taste yang panjang,” kata Paulus.

Dirut Bank NTT, Izhak Eduard Rihi sedang melihat kerajinan tangan UMKM Ngada

Saat ini, total pohon kopi di Kabupaten Ngada telah menyentuh angka 3.7 juta pohon dan menghasilkan 2.230,8 ton per tahun. Siliwoa pun berharap agar kedepannya rata-rata produksi kopi AFB bisa meningkat, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kabupaten Ngada.

Selain dari Kementan, dukungan terhadap peningkatan produktivitas kopi Bajawa juga datang dari Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi. Bank NTT di bawah kepemimpinan Ishak berupaya  mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi NTT yang dibagi ke dalam tiga fase, yaitu: Fase membangun fondasi, UMKM, industrialisasi dan infrastruktur (2019-2020), Fase pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata (2021-2022), dan Fase kesejahteraan Masyarakat Ekonomi NTT (2022-2024).

Salah satu langkah strategis yang diusahakan oleh Bank NTT adalah memberikan pinjaman modal dalam program NTT Payment dan mobile cash melalui sistem berbasis digital seperti digital banking, mobile banking, SMS banking, Electronic Data Capture, Money Changer dan lain sebagainya. Melalui produk-produk inovasi berbasis digital oleh Bank NTT ini, Pemda Ngada dan pelaku UMKM kopi Bajawa bisa memanfaatkannya secara efektif dan efisien guna memperoleh hasil sebagaimana ditargetkan oleh Pemda Ngada dalam acara Invitation ini.

Acara Invitation yang didukung oleh MNC Digital tersebut juga dimeriahkan oleh pentas tarian Ja’i (tarian tradisional khas Ngada), performance dari penyanyi Indonesia kelas nasional, serta pertunjukan proses tenun kain Ngada di beberapa titik ruangan. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi