Jum. Jan 15th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kementerian ESDM Dukung Pembangunan 4 SPBU dan Depo Atasi Masalah BBM di Sabu Raijua

3 min read

Pembangunan Stasiusn Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Sabu Timur (*)

.Lobi ke Kementerian Infokom bangun 16 Manara BTS Pemancar atasi sinyal internet

Menyadari kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat dari hari ke hari, di masa kekuasaan aktifnya, Bupati Nikodemus Rihi Heke tidak tinggal diam. Dia terus melakukan lobi-lobi ke Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) di Jakarta, agar Kabupaten Sabu Raijua mendapatkan dukungan anggaran untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Alhasil, dari hasil lobi tersebut, Sabu Raijua mendapatkan 4 SPBU, dan tahun 2020 ini baru dibangun satu SPBU Sabu Tengah. Sisanya, akan dibangun di Raijua, Liae dan Mesara.

“Supaya bisa menjawab kelangkaan BBM selama ini, maka kita bangun SPBU. Dari hasil konsultasi memungkinkan kita mendapat 4 SPBU, sebenarnya 5 tetapi satu sudah dibangun oleh Toko Pit yang sudah siam bangun. Jadi kita hanya dapat 4 buah saja. Nah 4 buah SPBU ini akan dibangun bertahap dalam kurun waktu 4 tahun, 4 buah ini setiap tahun bisa dibangun satu, bisa juga parapel dibangun dua sekaligus,”terang Nikodemus Rihi Heke saat ditemui Sarai Pos, pekan lalu di kediamannya.

Dikatakan Rihi Heke, saat dipromosikan, sudah ada dua pengusaha (pihak ketiga) yang datang, dari dua tersebut, satunya sudah mulai bangun tahun ini dan lokasinya di Eilode. Sementara itu, pengusaha yang lain masih mengurus dokumen, tetapi hal tersebut menjadi urusan Kementerian ESDM dan pihak ketiga.

“Saya pergi langsung ke sana untuk meminta kepada Kementerian ESDM, dan kita dapat 4 buah. Satu dibangun di Sabu Tengah, satu di Sabu Liae, satu di Mesaraa dan satu lagi di Raijua. Kenapa lebih dahulu dibangun di Sabu Tengah, itu dari pihak ketiga yang menilai dari sisi hitungan bisis mana yang lebih menguntungkan dibangun duluan. Kalau yang lain datang lagi bilang yang lain lebih bagus pasti mereka akan bangun. Kalau di Raijua sudah pasti dibangun karena kita sudah dapat pihak investornya.

Dikatakan Rihi Heke, dari informasi yang diperoleh dari pihak ketiga, mereka melihat ada peluang besar bisnis BBM di Sabu karena bisa melayani 300 kapal yang setiap tahun sandar di Pelabuhan Biu. Kapal-kapal yang setiap tahun rutin berlabuh tersebut pernah meminta isi minyak di Sabu karena mereka harus lari jauh ke Sumba, tapi waktu itu kami belum bisa penuhi karena stok minyak terbatas. Nah kalau sudah ada SPBU pasti mereka isi di Sabu demi menghemat biaya.

Selain itu, peluang yang dapat diperoleh pengusaha SPBU dari kapal-kapal Timor Leste yang selama ini mengantri berhari-hari untuk pengisian minyak di pelabuhan tenau. Jika masuk dan buang sauh di area pelampir di Tenau harus antri, dan bayar mahal dengan hitungan hari, lebih hemat mereka ke Sabu karena tidak perlu bayar mahal untuk antri berhari-hari lamanya.

Selain membangun 4 unit SPBU, di Sabu Raijua juga akan dibangun Depo Pengisian Minyak. Saat ini, semantara siap pelepasan hak tanah tetapi terhenti karena Covid 19. namun komunikasi dengan pihak investor tetap berjalan terus. “Pembangunan Depo Minyak ini diperlukan karena setelah SPBU dibangun pertanyaanya SPBU diisi oleh apa. Pasti kita butuh kapal tengker muat miyak dan menyalurkan ke SPBU. untuk distribusi barang dari kapal ke SPBU pasti ada hitung-hitungnya, apa langsun atau kapal datang taru di depo minyak kemudian dari SPBU datang ambil karena kapal tidak bisa lama snadar.Yang mereka mau disiapkan selang dari darat sampai ujung dermaga untuk pengisian BBM tersebut.

16 Manara BTS Pemancar

Selain membangun SPBU dan Depo Minyak, Rihi Heke juga pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Informasi dan Komuniksi untuk mendapatkan dukungan pembangunan manara BTS. Alhasil dari hasil lobi tersebut, Sabu Raijua mendapatkan 16 titik BTS pemancar dan sudah dijawab satu yang dibangun tahun ini.

“Mereka sudah jawab satu. Informasi yang kami dapat mereka merencanakan untuk membangun lagi sisanya pada tahun 2021. Dimana dalam program Kominfo untuk NTT termasuk Sabu akan dapat banyak. Jadi kita harapkan tahun depan sudah mulai dibangun karena kebutuhan internet di Sabu Raijua sangat besar. Jadi kita minta secepatnya dibangun karena warga sangat membutuhkan. Pasalnya,selain kebutuhan siswa dan guru-uru di masa Covid ini, semua petani, nelayan, pedangan juga dapat menjual barangmereka lewat internet. Tahun 2018-2019 lalu kita dapat dapat 12 BTS Pemancar, tetapi masih kurang, masih banyak wilayah yang tidak dapat jaringan internet,” ungkapnya. (kornelismoanita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi