Jum. Jan 15th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bersama Kepala BNPB Kunjungi Lembata, Wagub Nae Soi Minta Semua Pihak Dibawa Satu Komando

2 min read
Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo bersama tim dari Pemerintah Pusat kunjungi Lembata

LEMBATA, NTTBANGKIT.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi tempat pengungsian Gunung Ile Lewotolok di Lembata, Provinsi NTT pada Rabu (2/12/2020) untuk melihat secara langsung proses mitigasi bencana alam dan kemanusiaan tersebut.

Sebagai informasi yang perolehan dari laman BNPB, Doni Monardo bersama rombongan berangkat ke NTT dari Jakarta pada Selasa (1/12/2020) pukul 20.00 WIB.

Turut mendampingi Doni antara lain, Komisi VIII DPR RI, M Ali Taher, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Prasinta Dewi, Plt. Deputi Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi, Plt. Dir. Pemetaan dan Risiko Bencana BNPB, Abdul Muhari, Kabid Mitigasi Gunung PVMBG Hendra Gunawan, Tenaga Ahli BNPB, Perwakilan dari Kementerian Sosial, dan staf BNPB.

Setelah tiba di Kupang pada pukul 24.00 WITA, Doni dan rombongan disambut oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

Keesokan harinya, pada Rabu (2/12/2020), Doni dan rombongan langsung meluncur ke posko penanganan darurat dan pengungsian di Kabupaten Lembata dengan mengendarai helikopter BNPB.

Sesampainya di Lembata, Doni memberikan bantuan dari gudang logistik BNPB, yang langsung dibawa serta bersama pesawat yang ditumpanginya dari Jakarta.

Total bantuan berdasarkan data dari BNPB antara lain: 5 unit tenda pengungsi, 2 flexible tank, 2.000 paket family kit, 200 sandang, 500 perlengkapan bayi, 1.200 paket tambahan gizi, 1.200 paket lauk pauk, 1.200 makanan siap saji, 200 ribu masker kain, 4.000 matras dan 5.500 lembar selimut.

Selanjutnya paket sebagian dari total bantuan  sebagaimana disebutkan di atas dikirimkan satu hari berikutnya yaitu Kamis (3/12/2029) menggunakan pesawat menuju Kupang dan dilanjutkan melalui jalur darat serta penyeberangan laut.

Kabarnya bantuan tersebut akan disalurkan di sejumlah titik pengungsian, yaitu: di beberapa desa, seperti Lewoleba Timur 1.042 jiwa, Selandoro 1.015, Lewoleba Selatan 467 jiwa, Lewoleba 347 jiwa, Lewoleba Barat 286 jiwa, Lewoleba Tengah 286 jiwa, dan Lewoleba Utara 105 jiwa 

Kemudian di Kantor Bupati Lama sebanyak 576 jiwa, Parak Walang 456 jiwa, Aula Kelurahan Lewoleba Tengah 279 jiwa, Desa Tapolangu 287 jiwa, Aula Kopdit Ankara 169 jiwa, SMPN I Nubatukan 160 jiwa, Pasar Lamahora 112 jiwa, SDI Lewoleba 82 jiwa, Aula Kelurahan Lewoleba Timur 65 jiwa, Aula Selandoro 50 jiwa, dan BKD PSDM 46 jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyerahkan secara simbolis dana Rp 1 miliar untuk penanganan bencana erupsi Ile Lewotolok.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintahan Pusat dalam hal ini BNPB dan Kemensos yang sudah turun tangan membantu para korban bencana alam dan sosial tersebut.

Wagub juga berharap agar semua pihak bisa bersinergi dalam satu komando yaitu dibawa BNPB untuk mengatasi permasalah tersebut.

Wagub juga meminta semua pihak untuk bersama-sama mendukung para korban bencana erupsi Ile Lewotolok melalui cara masing-masing baik itu moril maupun materil.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Nae Soi dan Anggota DPR RI Komisi VIII Ali Taher menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemprov NTT dan lembaga DPR RI. (Emild Franz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi