Kam. Apr 15th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Ajak Walikota dan Para Bupati di NTT Bersinergi Turunkan Angka Kemiskinan

2 min read

KUPANG, NTTBANGKIT.com — Salah satu permasalahan besar tapi klasik di NTT ialah kemiskinan, yang mana hingga saat ini masih berada pada angka 20-an persen. Untuk itu,Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan akan menurunkan angka kemiskinan di NTT hingga 15 persen pada tahun 2021 mendatang.

Untuk itu dirinya, saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur (HUT NTT) ke-62 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jalan El Tari Kecamatan Oebobo Kota Kupang pada Minggu (20/12/2020) pagi, meminta para bupati dan dan walikota se-NTT untuk bersinergi guna mewujudkan harapan tersebut.

“Tahun depan pekerjaan kita, tantangan kita, seluruh kita, Gubernur dan para bupati Walikota harus mampu menjawab angka kemiskinan berada pada angka 15 persen. Itu target kita,” tegas Laiskodat dengan suara lantang dan menambahkan, “Ini harus dikerjakan secara luar biasa, saya harapkan ini agar mampu didorong secara serius.”

Gubernur Laiskodat juga menambahkan bahwa kendati angka kemiskinan turun, nyatanya angka kemiskinan NTT masih bertahan di 20 sekian persen dan hal tersebut harus diturunkan.

Namun Putera asli Semau ini mengaku bahwa ada hal yang patut disyukuri dan diapresiasi yaitu Provinsi NTT termasuk dalam daerah dengan pertumbuhan ekonomi negatif terendah. Pada kuartal ketiga, angka pertumbuhan ekonomi NTT berada pada (-) 1,6 persen, kendati berada dalam situasi pandemi COVID-19.

Pencapaian investasi yang semakin bertumbuh baik kendati dalam situasi pandemi ini,  menunjukkan bahwa produk NTT mampu bersaing dengan produk daerah lain maupun negara lain. 

Untuk itu Mantan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem DPR RI ini berharap agar pada kuartal pertama tahun 2021, angka pertumbuhan ekonomi NTT menjadi lebih baik lagi.

Dalam hubungan dengan pertumbuhan di sektor ekonomi, Gubernur Laiskodat meminta pada bupati dan wali kota untuk membuat inovasi yang out of box untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota, maupun propinsi.

Menurutnya juga, NTT dalam hal ini tidak membutuhkan satu orang manusia super yang akan menyelesaikan semua persoalan, melainkan super team dari level provinsi hingga desa yang bisa bersinergi satu sama lain.

“Para bupati harus mampu membuat inovasi pembangunan untuk menjawab tantangan yang ada, harus ada kreasi dan inovasi, cara berpikir dan visi serta menggerakkan tim kerja yang super,” tutur Laiskodat. 

Tampak Gubernur Laiskodat yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan pakaian adat Alor lengkap dengan pedangnya. 

Sementara itu komandan upacara adalah Karo Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi. 

Hadir di panggung utama, Wakil Gubernur, Josef A Nae Soi, Sekda NTT, Ir Ben Polo Maing, Ketua TP PKK NTT Julie Sutrisno Laiskodat, dan Wakil Ketua TP PKK NTT Maria Fransisca Djogo.

Hadir pula secara offline di tempat upacara, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore yang mengenakan pakaian adat Sabu, Bupati Kupang Korinus Masneno yang mengenakan pakaian adat Amarasi, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas yang mengenakan pakaian adat Manggarai, serta para pimpinan OPD dan para pejabat pemerintah Provinsi NTT. 

Tampak juga Wakil Ketua DPRD NTT, Alo Malo Ladi, Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latif, Danrem 161 Wirasakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Danlantamal VII Kupang Laksma IG Kompiang Aribawa, Danlanud El Tari Kupang Kol Pnb Bambang Juniar Djatmiko, Kabinda NTT Brigjen TNI Adrianus S.A. Nugroho dan perwakilan Kejati NTT. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi