Kam. Apr 15th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

2023 Pemerintah NTT akan Bangun 1.000 Titik Pompa Hidram, untuk Produktivitas Pertanian dan Peternakan

2 min read

KUPANG, NTTBANGKIT.COM – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Kamis (25/2/21) meresmikan pompa air hidram di Kelurahan Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang, NTT. Kehadiran pompa hidram program dari Pangdam IX Udayana ini selain dimanfaakan untuk kebutuhan mandi dan konsumsi namun diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan di kecamatan Amfoang selatan.

Dalam sambutannya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengapresiasi program yang digagas oleh anggota TNI. Ia berharap dengan pemanfaatan teknologi pompa hidram yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, dapat menunjang juga untuk kebutuhan peternakan dan pertanian. “Kita terima kasih kepada Kolonel Simon Kamlasi karena gerakan ini sudah sekian lama. Jadi hari ini keberadaan saya sebagai Gubernur, Dandrem, Ketua DPR, Bupati, dan jajaran, bukan datang hanya meresmikan saja, tapi bagaimana kita mampu menyiapkan dan menfasilitasi air yang sudah ada, menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi masyarakat. Pokoknya ini tidak boleh hanya pakai untuk minum dan mandi, tapi juga dimanfaatkan untuk bidang pertanian dan peternakan”. Tegas viktor.

Guna mendukung program tersebut Viktor meminta kepada para Bupati, dan Kepala Desa bersama Pemerintah tingkat provinsi NTT turut bekerjasama mengalokasikan anggaran dengan target ditahun 2023 bisa
menghasilkan 1.000 titik pompa hidram di desa-desa seprovinsi NTT. “Tadi saya sudah hitung-hitung dari biaya 150 juta untuk 1 titik pompa hidram, di Tahun 2022 kita bagi rata anggaran. Untuk Provinsi alokasikan anggaran 50 juta, Kabupaten 50, dan Desa 50 juta. Kalo target 2023 kita sampai 1.000 desa di 1.000 titik seprovinsi NTT, maka baru menelan anggaran 150 miliar. Saya rasa itu angka yang tidak besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dalam pemanfaatan produktivitas pertanian dan peternakan”. Tambahnya.

Sementara itu Yaved Wiliem salah satu tokoh masyarakat di kecamatan Amfoang selatan Kabupaten Kupang, mengakui program pompa hidram yang digagas oleh Pangdam IX Udayana, telah menjawab kerinduan masyarakat Di Kelurahan Lelogama akan kebutuhan air bersih. ” kami melihat TNI sangat berperan membantu kami dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat. karena selama ini untuk mendapatkan pasokan air bersih saja kami harus berjalan hingga 3 kilometer, namun saat ini air sangat berkelimpahan di depan rumah kami. Inilah yang menjadi kerinduan kami”.imbuhnya.

Masyarakat Kecamatan Amfoang Selatan berkomitmen dengan dibangunnya pompa Hidram selain dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi, pengembangan usaha pertanian, dan peternakan, warga juga akan memanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar sehingga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat yang berada di Kelurahan Lelogama. Untuk diketahui Pompa hidram digagas oleh Kolonel Simon Kamlasi, salah satu Putra Asal Nusa Tenggara Timur, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Logistik Kaadam IX Udayana Denpasar Bali.

Penerapan teknologi ini dengan memanfaatkan mekanisme tolak balik meriam yang diaplikasikan untuk mendorong air melawan gravitasi. Sehingga air dengan mudah dapat tersalurkan dari lembah ke pegunungan tanpa menggunakan bahan bakar ataupun bantuan tenaga listrik.

(cha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi