Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Komite Penyelenggara Referendum Terbatas Deklarasi Jokowi 3 Periode

2 min read

NTTBANGKIT.COM, KUPANG – Komite Penyelenggara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 resmi, dideklarasikan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin kemarin, 21 Juni 2021. Massa memulai kegiatan dengan melakukan long march dari depan Hotel Sasando Kupang menuju ke Lapangan Holywood, yang berjarak 200 meter.


Tampak hadir dalam kegiatan itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang diwakili oleh Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Ardu Jelamu; Bupati Sumba Tengah, Paul SK Limu; dan Plt Ketua Umum Bara JP, Gustaf Pati.


Dalam maklumatnya disebutkan, bahwa Referendum yang bersifat terbuka itu akan dilaksanakan selama satu bulan, yang dimulai Senin kemarin hingga 21 Juli 2021.


Masyarakat NTT diminta menentukan pilihan untuk dua pertanyaan yang diajukan oleh Komite Referendum. Apakah setuju jika Presiden Joko Widodo dipilih kembali menjadi presiden untuk periode ketiga? dan apakah setuju jika Pasal 7 UUD 1945, tentang masa jabatan Presiden diubah?


Dalam pidatonya Ketua Komite Penyelenggara Referendum Terbatas Pius Rengka mengatakan, saat ini sedang berkembang opini di tengah masyarakat NTT, yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat dipilih kembali. Jokowi diminta untuk menjabat tiga periode sebagai Presiden.


“Sehingga, Komite Penyelenggara Referendum Terbatas pada Konstitusi 1945 diinisiasi untuk mengkonsilidasi opini rakyat melalui jalan yang sah untuk mengubah pasal 7 UUD 1945,” kata Pius.


Menurut Pius, upaya mengubah Konstitusi termasuk mengubah Pasal 7 UUD 1945 bukanlah hal tabu. Sehingga, komite tersebut akan meminta MPR RI untuk mengubah Konstitusi, karena sebelumnya pernah dilakukan amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali. 


Seperti diketahui, Pasal 7 UUD 1945 yang berbunyi Presiden dan Wakil Presiden dipilih untuk periode lima tahun dan setelahnya, dapat dipilih kembali untuk sekali masa jabatan disuarakan untuk diubah dengan frasa Presiden dan Wakil Presiden dipilih untuk periode lima tahun dan setelahnya dapat dipilih kembali.
“Dukungan untuk memfasilitasi opini rakyat tersebut dilatari bahwa pendapat setiap rakyat adalah bagian dari hak asasi manusia,” jelas dia.


Deklarasi Didukung Pemerintah Provinsi NTT


Sementara itu, Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT Marius Ardu Jelamu mengungkapkan, bahwa ide kreatif ini harus didukung dan diapresiasi. Apalagi jika dilihat dari pemerataan pembangunan yang terjadi di NTT dalam pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kami berharap rakyat NTT yang selama ini merasakan sentuhan tangan Bapak Presiden dalam membangun Indonesia. Karena itu, mari kita memberikan dukungan penuh terhadap ide-ide kreatif seperti ini,” ungkap Marius.


Dilanjutkan Marius, dalam sebuah negara demokrasi, perdebatan itu sangat penting, sah dan wajar. Sehingga, ia mengajak rakyat dengan pikiran yang sehat, serta akal budi yang murni untuk membahas ide dan gagasan ini, demi kemajuan negara Indonesia dan NTT. 

“Pemerintah mendukung rakyat yang merasakan secara langsung intervensi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Pusat, di bawa kepemimpinan Papak Presiden Joko Widodo. Panitia deklarasi ini merupakan bagian dari rakyat yang merasakan langsung sentuhan pembangunan itu,” pungkasnya.


Selain menggelar deklarasi yang diangkat melalui tagar #Jokowi3Periode, komite dan simpatisan juga menyempatkan untuk merayakan hari ulang tahun Presiden Jokowi. Perayaan ini dilangsungkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebararan COVID-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi