Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Serius Kembangkan 7 Destinasi Wisata Baru

4 min read

KUPANG, NTT BANGKIT.COM (NBC) – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat, sedang berfokus untuk mengembangkan destinasi baru di tujuh Desa di NTT. Pengembangan tujuh destinasi wisata tersebut, sementara berjalan dan ditargetkan akan selesai pada bulan Oktober 2019 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, alokasi dari APBD Provinsi NTT yang disiapkan untuk pengembangan tujuh destinasi wisata tersebut, masing-masing senilai Rp 1,4 miliar lebih. Dana tersebut merupakan dana pembangunan terbesar yang pernah ada dan dikelola masyarakat. Selain menggunakan APBD Provinsi, pengembangan desa wisata tersebut juga akan menggunakan Dana Desa.

Sebelumnya, dalam wawancara eksklusif bersama redaktur NBC, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, potensi pariwisata di NTT sangat banyak, sehingga apabila semua potensi itu bisa dikuasai dan dikembangkan maka akan sangat luar biasa. Laiskodat mengatakan bahwa ada dua tempat di NTT yang paling sempurna untuk dikembangkan menjadi objek wisata sekaligus sebagai lokasi budidaya ikan, yaitu teluk pantai utara Kabupaten Ngada, tepatnya di Labuan Kelambu, Kecamatan Riung dan Mulut 1000 di Kabupaten Rote Ndao. Laiskodat bahkan menyatakan akan memberikan 10 juta bibit  ikan Karapu untuk dibudidayakan di kedua tempat tersebut.

Labuan Kelambu, Kecamatan Riung (Sumber: antaranews.com)

Kepala Badan Penghubung Pemda NTT, Victor Manek kepada NBC mengatakan bahwa Desa yang dimaksud dalam video pernyataan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Wayan Darmawa kepada Tribun Kupang merupakan tempat wisata lama yang sudah biasa dikunjungi oleh wisatawan lokal, nasional, dan mancanegara tetapi belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Wayan Darmawa, sebagaimana dilansir dari Tribun Kupang, menyatakan bahwa destinasi wisata di Lamalera, Lembata sudah terkenal, sehingga seberapa besar wisatawan yang masuk ke Lembata, banyaknya sama dengan jumlah kunjungan ke Lamalera. Namun mengingat bahwa banyak wilayah destinasi wisata lain yang belum banyak memberi kontribusi bagi PAD Provinsi NTT, dibutuhkan pola pengembangan model kemitraan untuk memajukan destinasi-destinasi tersebut. 

“Kita membutuhkan 500 destinasi yang dikembangkan untuk menjaring wisatawan. Makin banyak destinasi, maka potensi pengunjungnya juga akan semakin banyak,” ujar Darmawa sebagaimana dilansir dari Tribun Kupang.

Tahun ini, lanjutnya, Dinas Pariwisata menargetkan 755 ribu wisatawan masuk ke NTT. Menakjubkan bahwa tahun ini target tersebut telah dilampaui dengan berbagai even-even nasional yang digelar di NTT. Menurut Darmawa, lokasi destinasi desa akan dibangun secara terpadu untuk meningkatkan kualitas atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan awareness.

Mulut 1000 di Kabupaten Rote Ndao (Sumber: yukpigi.com)

Dilansir dari bisnis.com, Desa wisata yang akan membangun cottage tersebut yakni, pertama, Desa Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki atraksi wisata alam Air Terjun Oehala yang bertingkat-tingkat. Selain itu ada Kilo 12 yang mempunyai lokasi pemandangan lembah yang indah.

Kedua, Kampung Adat Lamalera, Kabupaten Lembata yang memiliki keunikan sistem kekerabatan dan desa nelayan yang bertahan hingga kini. Atraksi wisata andalannya adalah perburuan paus yang sangat terkenal itu.

Ketiga, Mulut Seribu, di Kabupaten Rote Ndao yang memiliki objek wisata bahari yang menampilkan keindahan pemandangan alam gugusan pulau-pulau kecil. Selain menyaksikan panorama alam tempat ini sangat bagus untuk lokasi memancing, mendayung, snorkeling, dan diving.

Keempat, Pantai Liman yang terletak di Pulau Semau, di Kabupaten Kupang yang bisa ditempuh 30 menit perjalanan dengan perahu motor dari daratan Timor. Destinasi ini memiliki keindahan pantai alami dengan pasir putih bersih yang potnsial dikembangkan dengan berbagai atraksi wisata.

Kelima, Desa Kaonara, Kabupaten Ende yang menjadi salah satu desa penyangga Kawasan Taman Nasional Kelimutu dengan danau tiga warna. Desa ini juga memiliki panorama alam eksotik dan situs rumah adat unik.

Keenam, Desa Wolwal, Kabupaten Alor yang memiliki tiga potensi yakni gunung, laut, dan pantai yang memungkinkan dikembangkan menjadi wisata alam dan ekowisata yang memikat.

Ketujuh, Desa Praimadita, Kabupaten Sumba Timur yang sangat kental suasana adat istiadat dan memiliki bangunan unik yakni rumah adat beratap tinggi dan lancip serupa dengan menara yang banyak menyimpan benda-benda pusaka (Tanggu Merapu).

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penghubung Pemprov NTT, Victor Manek menyatakan bahwa bila akses jalan sudah bagus maka akan lebih banyak lagi wisatawan yang akan datang berkunjung, tidak hanya mancanegara, tapi juga lokal. Manek meyakini bahwa usaha pengembangan tujuh desa wisata tersebut merupakan sebuah terobosan baru yang progresif.

“Pemprov NTT melalui Badan Penghubung Pemda NTT pun sedang bergiat untuk mempromosikan pariwisata NTT agar semakin dikenal. Tentunya destinasi wisata baru yang direncanakan oleh pak Gubernur akan kita promosikan sebagai bagian dari tanggung jawab Badan Penghubung dan kecintaan akan destinasi wisata di NTT.” Tutur Manek ketika ditanyai oleh Redaktur NBC.

“Bila kita ingin menciptakan Masyarakat Ekonomi NTT dengan budaya dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi, maka kita harus terus mempromosikan budaya dan pariwisata NTT melalui kanal-kanal yang ada.” kata Manek.

Lebih lanjut, Victor Manek mengatakan bahwa tujuan diadakannya festival budaya di setiap kabupaten, selain untuk melestarikan budaya juga ditujukan untuk mempromosikan destinasi wisata.

“Kita terus berjuang mempromosikan budaya dan pariwisata NTT. Kita yakin bahwa amplifikasi yang terus-menerus akan membuat pesan kita tersampaikan kepada para wisatawan nasional dan mancanegara.” tambah Manek. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi