Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Desa Harus Kembangkan Produk Unggulan

2 min read

Kepada Dinas PMD, Drs. Sofrein U.S.Marisi, bersama Bupati Sumba Tengah, Paulus SK. Limu dan para kepala desa, dalam kegiatan di Kecamatan Mamboro pada Rabu (31/7) lalu.

ANAKALANG- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Tengah mengajak para kepala desa untuk mengenali potensi di desa masing-masing. Dengan cara itu, desa akan bisa mengembangkan produk unggulan masing-masing. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas PMD, Drs. Sofrein U.S.Marisi, pada kegiatan bursa inovasi desa tingkat Kecamatan Mamboro, Rabu (31/7) lalu. 

Kepada Dinas PMD, Drs. Sofrein U.S.Marisi, mengatakan, produk unggulan yang mau dikembangkan bisa disuport oleh dana desa. Dana desa harus digunakan secara maksimal untuk pengembangan ekonomi lokal agar bisa mensejahterakan masyarakat desa. Hal ini harus dilakukan agar dana desa bisa memberikan nilai tambah secara prouktif.

Selama ini, kata Kadis PMD, sebagaimana kebiasaan masyarakat kebanyakan anggaran digunakan untuk pembiayaan yang sifatnya konsumtif semata. Masyarakat harus diajarkan cara memanfaatkan anggaran untuk menghasilkan produk unggulan agar memberikan nilai tambah bagi pendapatan masyarakat.

Dijelaskannya, dengan adanya dana desa maka diharapkann ada program-program untuk pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan baik pada ranah pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yang diprakarsai desa melalui Badan Ushaa Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama) serta produk unggulan desa dan produk unggulan Kawasan pedesaan guna menggerakan dan mengembangkan perekonomian desa. “Mulailah dari apa yang dimiliki oleh masyarakat. Kalau bisa 1 desa 1 produk unggulan atau 1 kawasan pedesaan 1 produk unggulan, “pintanya. 

Dana desa diharapkan dapat dimaksimalkan untuk peningkatan kualitas SDM

Selain itu, kata Kadis PMD, melalui dana desa, pemerintah desa bisa memaksimalkan anggaran yang ada untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya investasi di bidang pendidikan dan kesehatan dasar terutama dalam mendukung program prioritas nasional pencegahan stunting secara konvergen.

Dengan demikian, lanjut dia, produktifitas pedesaan tidak hanya melibatkan aspek/strategi peningkatan pendapatan melainkan juga pengurangan beban biaya dan resiko hilangnya potensi SDM berkualitas di masa yang akan datang. Di samping itu, dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan dan peningkatan infrastruktur pedesaan, khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian desa serta berdampak pada meningkatnya kohesi sosial dan rasa memiliki masyarakat pedesaan. 

Kadis PMD mencontohkan, pembangunan rumah mandiri atau rumah sehat harus mendapat priroritas juga termasuk pembangunan sarana air bersih agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Di hadapan masyarakat, ia juga menjelaskan ada beberapa prinsip dari program inovasi desa yakni partisipatif, transparansi, kolaboratif, keberlanjutan dan kesetaraan gender.

Selanjutnya, Partisipatif menurutnya, dalam proses pelaksanaannya harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan terutama dalam pengambilan keputusan dan pengawasan, termasuk kelompok masyarakat miskin terpinggirkan dan disabilitas.

Sementara Transparansi dan akuntabilitas, artinya masyarakat memiliki akses terhadap segala informasi kegiatan dan pendanaan pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggung-jawabkan baik secara moral, teknis, legal maupun administrative.

Sedangkan Kolaboratif (terintegrasi), artinya semua pihak yang berkepentingan dalam kegiatan pembangunan di desa di dorong untuk bekerja sama dan bersinergi dalam menjalankan kegiatan yang telah disepakati (TIK, DPMD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan. (Yulina Boling)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi