Sen. Jan 17th, 2022

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bahas Kerja Sama dengan Dubes Portugal, Menteri Johnny: Dukung Industri dan Jembatani Kesenjangan Digital

3 min read

Menkominfo Johnny G. Plate bersama Dubes Portugal Maria João Falcão Poppe Lopes Cardoso usai pertemuan di Rumah Dinas Widya Chandra, Jakarta, Rabu (03/11/2021). - (AYH)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM – Pemerintah Republik Indonesia meneruskan kerja sama bidang teknologi informasi dan komunikasi serta digital. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengharapkan kerja sama itu berlanjut untuk mendukung industri dan bisnis antarnegara serta mendukung upaya menjembatani kesenjangan digital.

“Hari ini saya menerima kunjungan Duta Besar LBPP Portugal untuk Indonesia, H.E Maria João Falcão Poppe Lopes Cardoso. Kami mendiskusikan banyak hal dalam hubungan Indonesia dengan Portugal. Khususnya, di bidang teknologi informasi dan digital,” jelas Menkominfo Johnny G. Plate usai pertemuan di Rumah Dinas Widya Chandra, Jakarta, Rabu (03/11/2021).

Menteri Johnny menyatakan Pemerintah Indonesia saat ini sedang membangun infrastruktur secara besar-besaran untuk menjembatani kesenjangan digital. Oleh karena itu, Menkominfo berharap Indonesia dan Portugal bisa meneruskan kerja sama di bidang digital.

“Menyambungkan yang belum terhubung, to bridge the digital divide. Kita harapkan Indonesia dan Portugal bisa meneruskan kerja sama yang sudah pernah terjalin sebelumnya,” harapnya.

Menurut Menkominfo, Indonesia dan Portugal memiliki payung kerja sama yang ditandatangani tahun 2012. Oleh karena itu, Menteri Johnny mengharapkan agar kerja sama yang telah berlangsung bisa berkembang lagi.

“Dan sudah menjadi Peraturan Presiden pada tahun 2014. Kita meneruskan itu, mudah-mudahan kerjasama Indonesia dan Portugal di bidang ICT bisa terus kita kembangkan,” harapnya.

Menteri Johnny mengapresasi kehadiran Dubes Portugal Maria João Falcão Poppe Lopes Cardoso dengan surat kepercayaan yang telah diterima oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (25/10/2021) lalu. Menurutnya, pengalaman Dubes Portugal akan menjadi pendorong peningkatan kerja sama dengan Indonesia.

“Beliau baru saja datang ke Indonesia setelah penempatannya di San Fransisco dan ia adalah seorang diplomat karirdengan pengalaman kerja di berbagai posisi. Jadi,  kita harapkan bisa menjadi dorongan kerja sama Indonesia dan Portugal,” ungkapnya.

Pusat Data dan Talenta Digital

Menkominfo menyatakan pertemuan dengan Dubes Portugal juga membahas peluang kerja sama pembangunan pusat data yang kini tengah dilaksanakan Kementerian Kominfo.

“Ibu Dubes Portugal menyampaikan bahwa negaranya mempunyai pusat data yang bisa menjadi Hub Indonesia. Pusat Data dan jaringannya yang melintasi Laut Atlantik dari Portugal ke Brazil, Amerika Selatan. Kita akan berdiskusi lebih lanjut bagaimana pemanfaatan jaringan, khususnya fiber optic domestik nasional kita dihubungkan dengan Cross Pacific, tentu menghubungkan antara Asia dan Eropa,” paparnya.

Selain itu, Menteri Johnny dan Dubes Maria Cordoso membahas mengenai arus data lintas negara dan talenta digital. “Di sana (Portugal) juga terdapat talenta digital. Portugal mempunyai,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Menkominfo juga membahas mengenai tata kelola data pribadi. Menurutnya, Portugal sebagai bagian dari Uni Eropa telah menerapkan General Data Protection Regulation.

“Kita sedang menyusun Indonesian General Data Protection Regulation yang benchmark-nya juga dari GDPR EU. Jadi, kita bisa berdiskusi banyak hal terkait dengan flow data antara Indonesia dan Portugal dan network Portugal,” ungkapnya.

Berkaitan dengan pembangunan pusat data nasional, Menteri Johnny menjelaskan saat ini Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan  empat pusat data nasional guna mewujudkan Pemerintahan berbasis digital. Menurutnya, penerapan konsep digital government itu bertujuan untuk mendukung dan mendorong pelayanan publik yang efisien, efektif, dan transparan.

“Pusat data yang akan dibangun ini adalah pusat data Tier-IV global standar, jadi kualifikasinya sangat tinggi sehingga membangunnya pun tentu kita harus menyiapkan dengan benar,” tuturnya.

Menkominfo menyatakan saat ini  pembangunan PDN dalam tahap finalisasi pembiayaan. Menurutnya pembangunan pusat data pemerintah yang akan dibangun di Jabodetabek mengadopsi teknologi Perancis.

“Nanti perusahaan pemenangnya tentu akan disampaikan setelah kita lakukan lelang tahap akhir.  Kita harapkan nanti di akhir tahun 2023 pusat data pemerintah (Government Data Center) itu sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Menteri Johnny menegaskan pengoperasian pusat data akan mengandalkan karya anak bangsa. Menurutnya sistem government cloud dibangun dan dikembangkan Indonesia sendiri.

“Itu secara teknis pembangunan infrastruktur pusat data, namun government cloud akan dibangun dan dihasilkan oleh Indonesia sendiri untuk memastikan bahwa pusat data dilayani dengan cloud system yang dihasilkan oleh putra-putri Indonesia,” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi