Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Langka Jokowi Sambangi PLN Karena Listrik Padam Se-Jabodetabek dan Sekitarnya

3 min read

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani saat ditanyai oleh Jokowi terkait listrik padam di jabodetabek dan sekitarnya (Sumber: Tribun Makassar)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM – Sebuah peristiwa langka terjadi pada Minggu (4/8/2019) di Jabodetabek dan sekitarnya. Peristiwa itu adalah padamnya listrik di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Peristiwa padamnya listik ini kemudian membuat Kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (persero) disorot publik.

Karena gangguan teknis, hingga Senin pagi ini masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal. Berdasarkan penjelasan PLN, aliran listrik padam karena adanya gangguan pada transmisinya.

Insiden tersebut pun langsung direspon oleh Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan langsung mendatangi kantor pusat PLN di Jakarta Selatan pada Senin (5/8/2019) untuk menanyakan secara langsung tentang apa yang menyebabkan listik padam.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Jokowi mendatangi kantor pusat PLN.

Terlihat juga Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian yang turut hadir di Kantor Pusat PLN.

Kedatangan Jokowi itu untuk mendengar langsung penjelasan dari direksi PLN mengenai padamnya aliran listrik selama setengah hari lebih itu.

“Pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simpel-simpel saja. Kemudian kalau ada hal yang kurang, ya blak-blakan saja sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa-masa yang akan datang,” kata Jokowi, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani lalu menjelaskan mengenai penyebab padamnya listrik di sebagian besar Pulau Jawa.

Sumber: Instagram @jokowi

Sripeni menjelaskan panjang lebar mengenai masalah teknis yang menyebabkan listrik padam, yakni terkait gangguan transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV.

Penjelasan tersebut berlangsung sekitar 10 menit. Namun, Jokowi dengan raut muka yang tampak kesal tak terima penjelasan Sripeni itu karena terlalu panjang.

“Penjelasannya panjang sekali,” ucap Jokowi sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Presiden Jokowi kemudian menyatakan bahwa harusnya orang-orang PLN yang sudah bekerja bertahun-tahun bisa menghitung segala kemungkinan terburuk, sehingga kejadian listrik padam ini bisa diatasi dengan cepat.

Sripeni lalu meminta waktu lagi untuk memberi penjelasan tambahan. Ia lalu kembali memberi penjelasan teknis yang menyebabkan gangguan ini tidak terantisipasi. Menanggapi itu, Presiden hanya meminta PLN segera melakukan perbaikan secepatnya.

“Kemudian hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar terjadi sekali lagi saya ulang jangan sampai terulang kembali. Itu saja permintaan saya. Oke, terima kasih,” kata Kepala Negara sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Tanggapan Jokowi pun relatif singkat. Setelah itu, Jokowi langsung pergi meninggalkan kantor PLN. Ia menolak untuk diwawancara oleh media massa yang sudah menunggu dari pagi.

Di tengah situasi yang rumit itu, perusahaan listrik pelat merah tersebut sedang tak mempunya direktur utama definitif. Bahkan, saat dimarahi Jokowi, direksi PLN tak didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tak diketahui secara pasti mengapa Rini tak mendampingi Jokowi saat mendatangi Kantor Pusat PT PLN tersebut. Sedangkan pucuk pimpinan PLN saat ini masih diemban pelaksana tugas direktur utama, Sripeni Inten Cahyani.

Sripeni baru diangkat menjadi Plt Direktur Utama PLN pada Kamis (2/8/2019) lalu. Artinya, saat kinerja PLN tengah disorot masyarakat Sripeni baru menjabat sebagai Plt Direktur Utama selama dua hari.

Sebelum Sripeni, jabatan Plt Direktur Utama PLN diduduki oleh Djoko Abumanan sejak 29 Mei 2019. Djoko dipilih sebagai Plt direktur utama setelah direktur utama definitif PLN, Sofyan Basir ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 23 April 2019 lalu.

Di lain pihak, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai wajar jika Presiden Joko Widodo marah kepada PLN terkait pemadaman listrik yang terjadi di sebagian besar wilayah pulau Jawa.

Menurut dia, Dirut PT PLN Sripeni Inten Cahyani hanya menjelaskan masalah teknis yang menyebabkan pemadaman listrik. Padahal yang diinginkan oleh Presiden adalah alasan mengapa gangguan transmisi itu bisa terjadi. Lalu, apa solusinya dan bagaimana mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Kejadian ini kemudian menjadi evaluasi Presiden, khususnya tentang siapa yang layak menjadi Direktur Utama PLN yang definitif. Tentunya Presiden ingin agar Dirut PLN nantinya harus mampu memahami dan menggunakan teknologi dengan baik dan expert. (EK/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi