Sen. Mei 23rd, 2022

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur VBL : Anak Harus Dididik Menjadi Bagian Komunitas Persekutuan Dengan Lingkungan

4 min read

Gubernur NTT menerima kunjungan Wakil Ketua Majelis Sinode Harian GMIT : Pdt. Gayus Polin, Ketua UPP Perempuan dan PAR : Pdt. Dorkas Sir, Ketua Pengurus PAR Sinode GMIT : Hijayas Mode dan Ketua I Panitia Jambore VI PAR GMIT Tahun 2022 : Niko Benu

KUPANG, NTTBANGKIT.COM – Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan Wakil Ketua Majelis Sinode Harian GMIT : Pdt. Gayus Polin, Ketua UPP Perempuan dan PAR : Pdt. Dorkas Sir, Ketua Pengurus PAR Sinode GMIT : Hijayas Mode dan Ketua I Panitia Jambore VI PAR GMIT Tahun 2022 : Niko Benu, pada hari ini, Selasa, 5 April 2022, di Ruang Kerja Gubernur NTT.

Saat diterima, Gubernur VBL memberi apresiasi atas agenda rutin empat tahunan GMIT tersebut, dimana kegiatan Jambore VI PAR GMIT akan kembali dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 10 Juli 2022 di Jemaat Betania Ba’a Klasis Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Gubernur VBL berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan sukses, karena kegiatan Jambore tesebut sebagai wadah mempersiapkan kaum anak dan remaja GMIT, agar memiliki spiritual dan pengetahuan yang tinggi, sehingga kelak dapat menjadi pemimpin bangsa dan daerah ini.

“Saya sudah menerima informasi lisan tentang kegiatan Jambore PAR tersebut dari Bupati Rote Ndao, dan tentunya sebagai pemimpin di daerah ini, saya sangat mendukung, karena kegiatan seperti ini menjadi model pengembangan karakter dan keterampilan anak-anak dan remaja GMIT. Bagaimana anak-anak dilatih, diberi asupan kognitif yang benar dan diasah, mental dan spiritual diperkuat. Inilah modal penting bagaimana seorang anak ataupun remaja dididik dan dibentuk karakternya untuk meneladani Kristus, yang adalah sahabat anak-anak”, ungkap Gubernur VBL.

Orang nomor satu NTT ini juga mengatakan bahwa hal yang tidak boleh dilupakan dan menjadi bagian terpenting yaitu anak juga harus dididik untuk mencintai alam dan lingkungan ciptaan Tuhan, apalagi NTT ini sangat kaya akan sumber daya alam yang sangat indah, dan didalamnya terkandung berbagai potensi besar untuk dinikmati dan diolah dengan pengetahuan, sehingga bisa berdampak untuk kesejahteraan masyarakat, yang didalamnya termasuk anak-anak dan remaja.

“Saya sebenarnya lebih setuju jika kegiatan tersebut bisa dilaksanakan diluar gedung/outdoor, kegiatan yang terpusat di tengah alam bebas, sehingga anak dan remaja bisa lebih mengenal dan mencintai alam NTT. Kegiatan seperti jambore dan lain sebagainya janganlah diadakan lagi di kota, tapi harus di tempat yang terbuka di tengah alam, yang jauh dari keramaian kota, agar anak-anak dapat lebih menikmati dengan bebasnya alam yang indah dan eksotik di NTT, termasuk yang ada di Rote Ndao. Mulut Seribu, adalah kawasan yang sangat kaya akan sumber daya perikanan, seperti lobster dan juga pariwisatanya yang semakin terkenal. Nah, anak-anak harus mengetahui tempat tersebut. Di tempat seperti itu, anak bisa mengenal dan menyatu dengan alam sekitarnya. Anak dapat dididik untuk bisa bersekutu dengan alam. Anak bisa menjelajah alam, bisa mengungkapkan kekagumannya terhadap alam, dan mereka mampu menarasikan tentang alam NTT yang indah dan kaya akan berbagai potensi yang bisa dikelola untuk kesejahteraannya mereka kelak. Dengan narasi tersebut mereka belajar untuk menghargai alam, dan mereka didorong untuk bisa memiliki pengetahuan yang luas tentang bagaimana mengolah berbagai potensi sumber daya alam yang terkandung didalamnya”, demikian harapan besar dari Putera Semau tersebut.

Gubernur VBL juga mengatakan bahwa jika anak-anak dari kecil sudah dididik untuk mencintai alam dengan berbagai kekayaan yang dimilikinya, maka sebagai orang tua dan bahkan warga GMIT, tinggal mendorong agar kelak anak-anak dapat bersekolah untuk mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mengolah sumber daya alam untuk kesejahteraan.

“GMIT harus terpanggil tentang bagaimana memberi pengetahuan kepada anak-anak dan remaja, untuk mengenal karakter daerahnya. Mindset kitalah yang harus diubah. Mengajar anak-anak itu juga haruslah peka terhadap lingkungan alam, tentang kekayaan yang terkandung didalamnya. Mindset alam yang harus dirubah. Apalagi anak peserta Jambore GMIT seusia SMP, maka dipastikan bahwa anak seusia mereka model pemikirannya sudah mulai berjalan dengan baik dan mulai berpikir secara mendalam. Buatlah kegiatan jangan hanya bersifat business as usual saja, tetap kegiatan yang berbeda dan punya makna berarti yang bisa didapat”, ungkap Gubernur VBL.

Gubernur juga menambahkan bahwa akses jalan ke Mulut Seribu sudah sangat baik, itu berarti peluang untuk dilaksanakannya kegiatan disana sangat memungkinkan.

Mendengar penjelasan Gubernur VBL, maka Wakil Ketua Sinode GMIT dan Panitia Jambore VI PAR GMIT bersepakat akan merancang kembali kegiatan tersebut, dengan mempertimbangkan berbagai masukan positif dari Gubernur NTT, yang nantinya pada saat kegaiatan Jambore VI PAR, akan dinobatkan sebagai Sahabat Anak GMIT.

“Tujuan dilaksanakannya Jambore VI PAR GMIT adalah mendidik anak dan remaja GMIT menjadi generasi penerus dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, harus diperkuat dengan pengetahuan dan keterampilan sehingga sanggup menghadapi tantangan jaman ke depan”, kata Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Gayus Polin.

Ketua Pengurus PAR GMIT, Hijayas Mode mengatakan bahwa kegiatan Jambore VI PAR 2022 di Kabupaten Rote Ndao, akan diikuti oleh anak-anak dan remaja perutusan 53 Klasis se GMIT, dimana setiap klasis akan mengutus 6 orang sebagai peserta jambore. Karena masa pandemi, maka kelas yang akan dilombakan dan dipertandingkan adalah sebanyak 13 kelas, diantaranya : Kelas Cerdas, Outbound dan Jambore Gembira.

“Pada kegiatan Jambore Gembira akan dipentaskan seni dan budaya, pameran hasil karya, tour kebinekaan dan juga musyawarah anak GMIT”, ungkap Hijayas yang juga adalah PNS Pemkot Kupang.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Doris Alexander Rihi, Obed Maudebang selaku Sekretaris Pengurus PAR GMIT, Bendahara Panitia Jambore VI PAR : Dortje Jusuf, dan Koordinator Bidang Oikumene Pengurus PAR GMIT/Sekretaris Panitia Jambore VI PAR : Simon Giri.(^)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi