Sen. Mei 23rd, 2022

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur VBL : Kita Harus Kerja Keras untuk Mendekatkan Surga Bagi Mereka Yang Ada di Bumi

4 min read

Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) audiensi bersama Ketua Majelis Jemaat GMIT Efrata Oelmasi, Klasis Fatuleu Barat, Pendeta Messry P. F. Modok, M. Th bersama Ketua UPP PAR : Shem Bunmo dan para guru PAR

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima Ketua Majelis Jemaat GMIT Efrata Oelmasi, Klasis Fatuleu Barat, Pendeta Messry P. F. Modok, M. Th bersama Ketua UPP PAR : Shem Bunmo dan para guru PAR, masing-masing : Adhy Kebkole dan Elza Marlina, pada hari ini, Jumat, 13 Mei 2022, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT.

Gubernur VBL memberi apresiasi atas dukungan Gereja, khususnya Jemaat GMIT Efrata Oelmasi, untuk mewujudkan generasi cerdas yang tidak saja beriman, tetapi memiliki pengetahuan yang benar agar memiliki karakter Kristus. Gubernur juga menyambut baik rencana kegiatan Konser Musik bagi Penyelesaian Pembangunan Gedung Kebaktian yang baru dari Jemaat GMIT Efrata Oelmasi.

“Bagaimana mendekatkan sorga itu ke dunia, maka jawabannya adalah pengetahuan yang tinggi akan mampu mendekatkan sorga bagi semua orang yang ada bumi. Dengan itu, kita kita telah bekerja untuk mewujudkan seperti kata Tuhan Yesus : Yang di bumi seperti Yang di Sorga, supaya setiap orang tahu dan bisa nikmati bahwa surga itu seperti apa yang telah kita kerjakan untuk mensejahterakan bumi ini. Itulah pekerjaan kita, kalau kita dapat melakukan itu dengan penuh tanggung jawab, maka jelas kita juga mendapat bagian dari kerajaan surga itu”, urai Gubernur Viktor.

Menurut orang nomor satu NTT ini, kita masih memiliki masalah serius tentang pemahaman pengetahuan. Hal tersebut perlu didiskusikan terus untuk membangun persepsi yang sama tentang pengetahuan, sehingga kita dapat cepat bergerak makin maju.

“Pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan Gereja untuk dapat mengkonkritkan surga di bumi, sudah menjadi tugas kita bersama juga untuk memberi pengetahuan yang benar tentang bagaimana mendapatkan bagian utama dalam kerajaan surga, yaitu dengan mewujudkan kasih untuk memandirikan orang lain, sehingga terpenuhilah hukum kasih itu : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Hal demikian tidaklah gampang, karena hanya orang yang benar-benar memiliki dan mencintai pengetahuan tinggi yang mampu melakukannya”, jelas Putera Semau tersebut.

Lanjut Gubernur bahwa dalam keyakinan iman kita tahu bahwa surga itu ada, dan surga itu dapat diukur dengan panca indera manusia.

“Bagaimana mengukur surga dengan panca indera kita, itu adalah bagaimana kita terus berusaha untuk menyelamatkan sesama kita yang hina, bagaimana kita mampu memandirikan manusia. Itu kunci untuk mendapatkan bagian dalam kerajaan Allah. Disitulah kita berani dan percaya diri untuk katakan, bahwa hidup kita di bumi ini berguna bagi orang lain, karena kita hidup, adalah hidup untuk Kristus, dan jika kita matipun, kita pasti beruntung, karena mendapatkan bagian utama dalam Kerajaan Surga. Dan bagi seorang Kristen, hal itu adalah mimpi yang indah yang harus diwujudkan”, tegas Gubernur VBL penuh semangat.

Berkaitan dengan acara konser Rohani dalam rangka mendukung penyelesaian pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Efrata Oelmasi, yang menghadirkan penyanyi : Justy Aldrin dan Toton Caribo, pada tanggal 10 Juni 2022 mendatang, Gubernur berharap konser tersebut dapat berlangsung dengan sukses.

“Saya berharap konser tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, tapi lebih dari itu konser tersebut harus memberi dampak bagi anak-anak muda kita, mereka juga harus dapat bernyanyi dengan benar. Menguasai teknik bernyanyi dengan benar itu juga menjadi bagian dari ibadah yang benar pula. Orang bernyanyi dengan baik dalam sebuah kebaktian, maka pasti membuat kita juga terbawa dan tergugah serta berpengaruh pada pertumbuhan iman kita. Saat kita mengikuti ibadah dengan dukungan pujian yang hebat, itu juga membuat kita nyaman dalam mengikuti ibadah tersebut”, ungkap Mantan Ketua Fraksi Nasdem tersebut.

Gubernur VBL juga sangat berharap kepada Jemaat GMIT Efrata Oelmasi dapat menghasilkan anak-anak yang memiliki keberanian untuk selalu tampil mengembangkan talenta, khususnya dalam bernyanyi dan menari.

“Dari panggung, mental mereka akan selalu terbina untuk berani, mereka tidak malu-malu untuk mengasah dan menunjukkan kemampuan mereka. Karena sebenarnya anak-anak kita adalah anak-anak yang hebat, cuma belum matang dalam keberanian dan kepercayaan diri. Sudah saatnya kita beri ruang dan kesempatan bagi mereka untuk maju. Melalui konser mereka juga bisa melihat bagaimana berani bernyanyi dengan teknik yang benar. Saya bersyukur bahwa di Jemaat Efrata Oelmasi, PARnya juga berjalan dengan baik dan efektif”, ungkap Gubernur Viktor.

Doktor Bidang Pariwisata ini juga menantang orang-orang muda gereja di GMIT Efrata Oelmasi untuk bisa berwirausaha, dengan mengelola tempat di seputar Lokasi Bendungan Raknamo, karena hal itu sangat mendukung pemberdayaan ekonomi dan pengembangan pariwisata di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang.

Menanggapi hal tersebut Pendeta Messry Modok dan Panitia Konser Jemaat GMIT Efrata Oelmasi sangat antusias dan berjanji untuk mendukung mewujudkan harapan dari Gubernur VBL.

“Kami bersedia untuk bekerja membantu Bapak Gubernur, tentunya dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pemuda-pemuda kita. Ini saatnya kita harus kerja keras untuk bersama bangun NTT, apalagi kita sudah dapat perhatian, dukungan, motifasi dan energi besar dari bapak gubernur, kami juga mau pemuda-pemudi Gereja dan anak-anak kita maju dengan berani, bermodalkan pengetahuan yang tinggi dan keterampilan professional.

Pendeta Modok, salah satu Pendeta GMIT yang berhasil melakukan pemberdayaan jemaat melalui pembuatan minyak kelapa murni di Jemaat GMIT Sion Nusak Klasis Rote Tengah, dengan nama VCO Sion ini juga menambahkan, bahwa di Jemaat Efrata Oelmasi penerapan pengajaran kepada Anak-anak PAR/Sekolah Minggu ditempuh dengan cara yang sedikit berbeda.

“Untuk pelayanan anak, kami bagi dalam 6 (enam) pos yang bertujuan mendekatkan pelayanan ke lokasi tempat tinggal anak, sehingga menjangkau anak dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Hal ini membuat pelayanan PAR lebih efektif, dan ada kedekatan antara pengajar dan anak. Sementara di Gereja terjadi sebulan sekali dalam bentuk ibadah gabungan”, jelas Pendeta Modok yang juga Pendamping Kelompok Pembuatan VCO di Camplong, Fatuleu dan Pukdale, yang berhasil memproduksi VCO dengan nama ZICO OIL.

Turut hadir pada pertemuan tersebut : Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan, Imanuel E. Blegur.(Ae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi