Ming. Jul 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Minyak Goreng “PINTAR” dari Nita Siap Diproses 17 Agustus 2019, Kado bagi Petani Kelapa Flores

3 min read

Minyak Goreng Pintar (5 Liter) hasil produksi Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air, Rotat, Nita, Kabupaten Sikka, NTT. (*)

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air segera meluncurkan satu produk unggulannya yakni minyak goreng bermerk PINTAR (Pintu Air)  bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 74 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019.

Peluncuran produksi minyak goreng PINTAR tersebut akan diawali dengan proses pembelian minyak mentah/ minyak curah dari petani kelapa yang adalah anggota Kopdit Pintu Air dan masyarakat luas di beberapa daerah di Flores.

Minyak curah dari warga tersebut selanjutnya akan dioleh Manejemen Kopdit Pintu Air menggunakan mesin berteknologi tinggi dengan sentuhan apik sehingga menghasilkan produk minyak goreng PINTAR yang higienis, gurih, aman dan nyaman untuk dikonsumsi masyarakat luas dalam kurun waktu lama.

Rencana peluncuran dan pembelian awal minyak curah untuk produksi itu akan dilakukan oleh Manajemen Kopdit Pintu Air bersama aparat desa setemapt pada Sabtu, (17/8) siang di Kantor Pusat Pintu Air yang beralamat di kampung Rotat Desa Ladogahar, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran minyak goreng kemasan PINTAR itu bahkan menjadi bukti nyata bahwa sebagai koperasinya orang kecil (Nelayan Tani Ternak dan Buruh), Kopdit Pintu Air juga bisa berbuat banyak hal bagi kemaslahatan seluruh warga nusantara selain hanya “menjual uang” dengan pola simpan pinjam.

Adapun bahan baku pembuatan minyak goreng yang dihasilkan para anggota itu nanti diawasi khusus Tim dari Pintu Air kemudian  dibeli, dikumpulkan dan diolah lagi dengan sedikit sentuhan teknologi dengan packingan yang memenuhi standar penjualan sehingga layak dipasarkan luas dimasyarakat dalam kurun waktu tertentu.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Selasa, (13/8) mengatakan, gagasan menghadirkan minyak goreng PINTAR datang dari, oleh dan untuk semua anggota Pintu Air dan masyarakat yang memang risih dengan merosotnya harga penjualan komoditi kopra (kelapa panggang) yang menyengsarakan rakyat selama berpuluh-puluh tahun.

Sedangkan Peluncuran awal yang digelar bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2019 itu sebagai wujud kampanye “memerdekakan” petani kelapa dan kopra dari Kabupaten Sikka dan beberapa daerah lain di Flores dari berbagai kungkungan perekonomian karena merosotnya harga kelapa dan kopra di Flores akibat berbagai monopoli dan spekulasi pasar yang berlebihan.

“Anda bisa bayangkan kelapa 4 buah diproses panjang dan melelahkan hanya menghasilkan 1 kilogram kopra dengan harga jual dipasar Rp 3.800. Untuk beli beras 1 kilogram seharga Rp12.000 saja petani kita harus berlelah-lelah mengolah sekitar 15- 16 buah kelapa, padahal kalau diolah menjadi minyak goreng 3 buah kelapa kering sudah bisa menghasilkan 1 botol minyak goreng yang harganya diatas Rp 10.000. Ini yang kita prihatin dan mau dorong supaya melalui koperasi, produk lokal ini diberi nilai lebih,”ungkap Jano

Atas keprihatinan itu, pihaknya mendatangkan Tim Pakar dari beberapa perusahaan minyak goreng ternama untuk datang di Maumere dan bersama Tim Kreatif dari Kopdit Pintu Air berkolaborasi dan ingin menghasilkan produk yang dinamakan minyak goreng PINTAR tersebut

“Jadi kita mendatangkan Tim Pakar yang memang dari beberapa perusahaan minyak goreng ternama di Indonesia. Kita minta bantuan mereka untuk berbagi ilmu dari semua aspek baik dari sisi pengolahan, produksi, packing, hingga pada maintanance dan pemasaran. Kita juga beli mesin dan bangun pabriknya langsung di areal belakang kantor Pusat Pintu Air sehingga semua anggota bisa menyaksikan langsung prosesnya,” tuturnnya.

Baginya, terobosan tersebut adalah “Kado Kemerdekaan” bagi petani kelapa di Flores. Sudah final dan pada tanggal 17 Agustus 2019 nanti kita mulai tabuh gendang dan informasikan bagi masyarakat luas bahwa kita siap menjadi buyer (pembeli) minyak curah milik petani dan siap bersama petani mengembangkannya menjadi sebuah produk yang bernilai lebih,” ujar sosok brilian nan sederhana ini. (Sumber: fortuna.com/fidelbos)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi