Sen. Mei 23rd, 2022

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Likurai Belu Semarakkan HUT RI ke-74 Di Halaman Istana Negara

3 min read

Tarian Likurai Belu di halaman Istana Negara pada detik-detik HUT Proklamasi RI ke-74 (SUmber: Dok. pribadi)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM – Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia selama 74 tahun, tarian Likurai dari Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara timur menjadi suguhan pembuka pada rangkaian acara 17 Agustus 2019 di Istana Presiden, Gambir, Jakarta Pusat. 150 orang penari asal Belu yang terdiri dari 102 orang perempuan dan 48 orang laki-laki tampil dengan memukau tamu-tamu negara.

Kepercayaan kepada 150 penari Belu untuk tampil pada detik-detik proklamasi HUT RI ke-74 di Istana negara ini berawal dari kesuksesan mereka membawakan Likurai pada seremonial pembukaan Asian Games 2018 lalu.

Likurai adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari daerah Belu-NTT. Tarian ini biasanya dilakukan oleh beberapa penari pria dengan menggunakan pedang dan penari wanita dengan menggunakan Tihar atau kendang kecil sebagai atribut menarinya. Tarian Likurai ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Belu dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni dan festival budaya.

150 Penari Likurai asal Kabupaten Belu Provinsi NTT getarkan Istana Negara

Secara umum, Likurai merupakan tarian penyambutan pahlawan perang yang berhasil mengalahkan musuh di medan perang dengan gagah berani. Oleh karena itu, tarian Likurai layak ditampilkan pada detik-detik Proklamasi RI sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan yang mengorbankan keringat, airmata, dan darah untuk kemerdekaan Indonesia.

Brand tarian Likurai yang dibawakan di halaman Istana negara adalah jenis tarian perpaduan antara Likurai oleh penari perempuan dan Antama untuk penari laki-laki.

Koordinator Pelatih Likurai, Hendrikus Andrada mengatakan bahwa untuk mempercantik gerakan dan harmonisasi musikalisasi dalam satu paket suguhan kesenian Belu, pihaknya bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakara, sebuah kampus seni tertua di Indonesia.

Andrada juga menjelaskan bahwa selain formasi Likurai dan Antama, para penari juga menambahkan formasi lingkaran tebe dan formasi matahari, serta beberapa sentuhan empat etnik di Belu yaitu Tetun, Dawan, Kemak, dan Bunaq.

Andrada juga menjelaskan bahwa Likurai dan Antama yang bakal ditampilkan mengambil nama, Selaras Tihar Likurai Belu.

Kesuksesan tarian Likurai di halaman Istana Negara merupakan buah dari latihan keras selama 6 bulan.

“Kita bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk tampil pada detik-detik HUT Proklamasi ke-74 di Istana Negara. Suksesnya penampilan 150 penari Likurai hari ini adalah buah dari kerja keras dan latihan selama 6 bulan.” Tutur Andrada kepada redatur NBC.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay merasa terharu dengan penampilan dari 150 penari likurai yang baru saja tampil pada detik-detik HUT Proklamasi RI ke-74.

“Saya terharu sekali dengan penampilan penari-penari kita yang ditampilkan secara Live di TV. Mereka adalah duta-duta budaya dari perbatasan Belu”, tutur Willy.

Di samping itu, Willy juga mengakui bahwa sepanjang sejarah Indonesia berdiri selama 74 tahun, baru terjadi kali ini Likurai bisa tampil di Istana negara dalam satu moment yang paling penting yaitu HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Willy juga berharap agar penampilan Likurai di halaman Istana Negara ini bisa menjadi ajang promosi sekaligus batu pijakan bagi Belu dan NTT dalam ikhtiar menjadikan produk kebudayaan sebagai motor penggerak ekonomi Belu dan NTT.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT Victor Manek mengatakan bahwa ia bangga dengan 150 generasi milineal Belu-NTT yang membawa budaya Belu dan NTT ke kancah nasional.

“Likurai itu merupakan tarian kegembiraan para gadis untuk menyambut pahlawan yang pulang usai menang di medan perang melawan musuh. Semoga generasi muda Belu yang menari Likurai di halaman Istana Negara memenangkan perang dalam dirinya sebagai generasi muda tanpa menghilangkan identitas diri sebagai bangsa dan setia menjaga NKRI di perbatasan negara. Maju terus generasi milenial Belu dan NTT. Songsonglah masa depan dengan perjuangan pantang mundur tanpa kenal lelah. MERDEKA.” Kata Manek kepada redaktur NBC. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi