Ming. Mei 9th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Sebut Festival Sepekan Kelimutu Ucapan Syukur pada Keindahan Alam

3 min read

Panorama indah danau Kelimutu (Sumber: tribunnews.com)

ENDE, NTTBANGKIT.COM,–Festival Sepekan Kelimutu di Ende, Flores yang rutin dilakukan setiap tahun merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat Kabupaten Ende kepada Tuhan Pencipta keindahan alam. Caranya dengan ritual adat pemberian sesajian untuk leluhur yang dalama Bahasa adat disebut Patika Bapu Ata Mata).

“Saya ajak masyarakat untuk mengucap syukur kepada Tuhan Pencipta atas keindahan alam Danau Kelimutu. Kelimutu adalah tempat yang indah yang diciptakan Tuhan, yang harus kita jaga dan kita lestarikan budaya adatnya,”kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, saat menghadiri festival kelimutu ke-10 beberapa hari lalu di Kelimutu, Ende.

Viktor mengatakan bahwa bicara tentang pariwisata, tidak dapat pisahkan antara Alam dan Budaya. Dua hal ini akan mati kalau tidak ada ekonomisnya. Dengan demikian, kalau buat festival itu, ujungnya harus jelas yakni berapa uang yang masyarakat peroleh untuk peningkatan perekonomian.

Masyarakat Kabupaten Ende merayakan HUT RI ke-74 melalui Festival Kelimutu

Victor Laiskodat mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang sudah mengemas secara baik pariwisata yakni wisata alam dan budaya. Hal paling penting dari wisata alam adalah kebersihan. Kebersihan itu adalah hal utama yang harus dijaga, karena bila wisata alam itu bersih, indah, rapih dan menarik maka obyek wisata itu memiliki nilai jual tertinggi.

Victor meminta kepada pihak Balai TNK Kelimutu agar endemik tanaman yang ada di kawasan Kelimutu dilakukan penelitian dan diperbanyak. Lanjut Victor, untuk kegiatan Festival Sepekan Kelimutu tahun depan Pemerintah Provinsi NTT bersama kabupaten dan juga kementerian akan melakukan kegiatan ini secara bersama sama, dan selama satu minggu semua sekolah dan kantor libur.

Gubernur NTT Vicktor Laiskodat saat memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Kelimutu, Ende (Sumber: kumparan.com)

“Kita fokus dengan acara event sepekan Kelimutu. Pada hari puncak Pati Ka Bapu Ata Mata di Kawasan TNK Kelimutu seluruh masyarakat sepanjang jalan dari Kota Ende menuju Danau Kelimutu wajib berbaris di kiri kanan jalan dengan menggunakan pakaian tenun dan diiringi dengan tari tarian. Itu baru namanya festival,” tegas Viktor.

“Waturaka adalah desa penyangga di bawah kaki gunung kelimutu. Sebagai gubernur, saya belajar banyak dari Waturaka. Mereka mampu melakukan transformasi dari petani konvensional menjadi petani pariwisata. Dan itu adalah sebuah lompatan yang secara teori pariwisata pernah ada tapi gagal untuk melumpuhkannya,” kata Viktor lagi.

Dikatakannya, point yang kedua adalah di tengah-tengah mereka tidak ada atraksi yang hebat. Atraksi yang dikenal dunia itu hanya danau kelimutu dan itu tidak ada di tengah mereka.

“Mereka sebagai rantai nilai terhadap danau kelimutu itu. Masyarakat Watuaraka sendiri mampu mengcreate rantai pariwisata itu sebagai kekuatan ekonomi. Inilah hal yang luar biasa dilakukan masyarakat Waturaka,” ujarnya.

Menurut Victor, pariwisata adalah usaha mewujudkan ekspektasi dan imajinasi manusia. Dengan demikian kekuatan ekonomi dari pariwisata adalah seluruh rantai pasok dan rantai nilai datang dari daerah itu sendiri. Hal itu meliputi : Ubi, jagung, beras, kopi, teh, gula, daging, ikan, tarian, tenun, mobil, dan guide serta cerita semuanya dari kita.

“Semuanya bagus kecuali satu yang terakhir, cerita tidak ada. Orang NTT tuh paling malas bercerita. Cerita itu yang membuat orang hidup. Orang akan terus hidup kalau ada cerita. Hari ini kita merasa Marsel Petu masih hidup sampai sekarang, karena kita tetap bicarakan tentang Dia dan itu karena cerita,’ imbuhnya.

“Ke depannya kepada para bupati dan walikota untuk menggalakkan kembali lomba cerita dan menulis cerita, terkait hikayat maupun legenda yang semua nya untuk kekayaan pariwisata,” tutupnya. (SFN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi