Ming. Jan 24th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bupati Sabu Raijua Dukung Pemprov Gelar Festival Budaya di Anjungan NTT

3 min read

Bupati Sabu Raijua, Drs. NIcodemus Rihi Heke dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, mengenakan kain tenun adat Sabu saat Festifal Budaya Sabu Raijua beberapa waktu lalu. (Foto:Indonesiakoran.com)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,- Gerakan besar program pariwisata yang dimotori Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Drs. Josep A. Nae Soi, MM, mendapat dukungan dari Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Drs. Nicodemus Rihi Heke.

Bupati Rihi Heke yang ditemui NTTBangkit.Com, saat acara Musrenbangnas di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019), mengatakan, dalam rangka mendukung program pariwisata yang digalakan Pemprov NTT, pihaknya terus melakukan kegiatan-kegiatan promosi pariwisata dan seni budaya Sabu Raijua yang salah satunya melalui festival yang digelar di Sabu beberapa waktu lalu.

“Kami sudah mulai melakukan festival seni budaya Sabu Raijua untuk mempromosikan daerah kami, dan mendukung program pembangunan pariwisata di NTT. Saat kami melakuka festival di Sabu beberapa waktu lalu, banyak pihak memberikan kritikan, tetapi bagi saya yang terpenting adalah memulai. Jika kita tidak memulai maka kita tidak tahu kekurangan dan kelebihan. Yang penting kita jalan dulu, nanti kita bisa sempurnakan kekurangannya pada festival yang akan datang,” ungkap Bupati Rihi Heke, usai mendengar pidato Presiden Ir. Joko Widodo.

Dijelaskan Rihi Heke, saat ini, setelah pelaksanaan festival di Sabu, banyak warga mulai sadar bahwa pariwisata bisa menghasilkan rupiah. Mereka mulai membangun tempat penginapan satu dua kamar (home stay) untuk mempersiapkan iven-iven budaya yang akan digelar di tahun depan. Para pengusaha juga mulai merasa penting untuk membuka warung atau restaurat, hotel jasa transportasi.

“Ini artinya, dengan kita membangun pariwisata, maka akan menggerakan sektor-sektor lainnya. Untuk itu, kita akan terus menggelar berbagai iven budaya di Sabu dan juga di Pulau Raijua. Kita harapkan dengan iven-iven yang kita adakan dapat meningkatkan ekonomi rakyat, termasuk para petani dan pedagang kecil,” terang Rihi Heke optimis.

Menanggapi pidato Presiden Jokowi, dimana Jokowi menekankan akan terus melanjutkan dan menuntaskan pembangunan infrastruktur demi menunjang pembangunan pariwisata. Bupati Rihi Heke, mengaku pihaknya sudah mulai dan terus membangun Sabu di bidang infrastuktur, seperti jalan dan jembatan, pelabuhan, bandar udara dan sarana transportasi laut udara dan darat.

Dia berharap, agar Pemerintah Pusat dan Pemprov NTT memberi perhatian serius kepada Sabu Raijua sebagai kabupaten perbatasan yang berbatasan dengan Negara Australia. Salah satunya dengan membangun bandara besar di Sabu sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar. Dengan demikian, maka arus transportasi ke Sabu bisa lebih lancar.

Disentil mengenai, Badan Penghubung NTT akan menggelar festival budaya di Anjungan NTT, Rihi Heke menilai itu adalah gebrakan yang sangat postif untuk mempromosikan seni budaya NTT di luar NTT.

“Saya beri apresiasi karena itu sebuah gebrakan positif. Kami mendukung penuh ,”kata Rihi Heke.

Sebelumnya, Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, M.Si, dalam sambutannya ketika membuka festival budaya Sumba, Minggu (15/12/2019), mengatakan, untuk mempromosikan seni budaya NTT, maka Pemerintah NTT akan terus menggelar berbagai kegiatan seni budaya. Melalui iven festival-festival yang digelar diharapkan dapat menarik perhatian publik dan para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menyaksikannya.

“Festival –festival harus kita gelar secara rutin dan terjadwal secara baik. Dengan iven-iven budaya yang dipersembahkan oleh warga NTT di Jakarta, kita berharap dapat menarik perhatian orang datang menyaksikannya sehingga mereka mengenal seni budaya kita. Minimal, sebelum mereka pergi ke NTT untuk mengunjungi daerah kita, mereka sudah memiliki pengetahuan atau gambaran awal  tentang seni budaya kita,” kata Kaban Viktor Manek di Anjungan NTT, TMII.

Ditegaskan pria kelahiran Tana Malaka ini,  pada tahun 2019 ini merupakan awal dari gerakan promosi  seni budaya NTT melalui berbagai iven festival yang digelar Badan Penghubung NTT bersama IKB-IKB di Jakarta. Dia memastikan pada tahun depan, Pemprov NTT melalui Badan Penghubung NTT akan menyiapkan anggaran khusus bagi setiap kabupaten (IKB) untuk menggelar festival di TMII selama 2 Minggu berturut-turut.

“Tahun ini kita baru mulai, jadi masih banyak kekurangan. Namun, tahun depan kita akan siapkan anggaran sebesar Rp25 juta per kabupaten atau per IKB untuk menggelar festival seni budaya secara besar-besaran di tempat ini. Anggaran ini bersumber dari APBD NTT 2020. Dan akan digelar pada bulan Desember 2020 nanti,” tegas Viktor Manek.   (korneliusmoanita/nbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi