Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Ketua Komisi V DPRD NTT Dukung Pelestarian Prosesi Adat “Ana Deo,” Tradisi Bernilai Budaya Tinggi

2 min read

Prosesi Adat Ana Deo di Kampung adat Boawae, Kabupaten Nagakeo. (*)

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa, ketika hadir dan memberikan sambutan dalam acara adat “Ana Deo” di kampung adat Boawae, Kabupaten Nagakeo, Kamis (10/7/2020)

NAGAKEO,NTTBANGKIT.COM,-Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa mengapresiasi pelaksaan prosesi adat Ana Deo di Kabupaten Nagakeo. Menurutnya, prosesi adat Ana Deo ini harus terus dilestarikan sebagai salah satu iven budaya tradisional unik dan langka di NTT yang dapat menarik wisatawan.

Yunus yang hadir dan memberikan sambutan saat puncak acara adat “Ana Deo” tersebut merasa gembira penuh syukur bisa hadir mengikuti upacara adat tersebut. Dia mengaku, prosesi adat Ana Deo jarang terjadi bahkan bisa ratusan tahun sekali. Prosesi adat Ana Deo merupakan tradisi bernilai budaya tinggi di Kampung Adat Boawae Nagakeo.

“Kami memandang pentingnya pelestarian ritual adat memperkuat akar budaya bangsa. Oleh karena itu, tradisi kebudayaan tersebut mengandung makna mendalam sebagai spiritualitas magis dan sakral,” kata Yunus kepada NTTbangkit.com, Kamis (30/7/2020).

Dia mendorong pemerintah daerah agar ritual adat tersebut harus menjadi dokumentasi resmi pemerintah daerah sebagaimana telah didorong menjadi ikon dalam Rencana Induk Pariwisata Daerah sama halnya dengan tinju adat “Ettu” yang juga menjadi tradisi di Kampung adat Boawae.

“Pelestarian budaya menjadi penting agar secara turun-temurun dapat menjadi kebanggaan generasi penerus dan juga dapat menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Acara prosesi adat Ana Deo, terang Yunus dihadiri semua suku terkait. Suku-suku tersebut masing-masing bekerja secara gotong-royong dan menyumbangkan berbagai kebutuhan seperti hewan korban.

Ritual “Ana Deo” berlangsung berbulan-bulan hingga puncaknya hari Kamis kemarin. Suku Deu melaksanakan ritual ini dengan pembuatan simbol leluhur yang ditempatkan dalam rumah adat Kampung Boawae. (kornelismoanita/nbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi