Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Menparekraf: Pariwisata Indonesia Harus Punya Sertifikat 3K, Pemprov NTT Siap Bersinergi

2 min read

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dalam sambutannya pada acara simulasi Healthy, Safety and Security Protocol atau sering dikenal dengan sebutan 3K (Kesehatan, keselamatan, dan keamanan) destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo 2020, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata kian melemah. 

Untuk itu, maka pariwisata haruslah tidak hanya menawarkan atraksi seni, budaya, dan keindahan alam, tetapi juga kesehatan, keselamatan, dan keamanan (3K).

“Ke depan pariwisata harus bisa menjadikan wisatawan mendapatkan kesehatan, keamanan, dan keselamatan,” tutur Wishnutama dalam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis, (12/11/2020).

Pendiri Net TV yang terkenal kreatif melalui pemikiran-pemikiran out of box tersebut mengatakan bahwa simulasi 3K yang dilaksanakan hari ini merupakan buah dari integrasi dan sinergitas 23 kementerian dan lembaga negara, bersama Pemprov NTT.

Sinergitas tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap penanganan kesehatan, keamanan dan keselamatan di destinasi wisata, dengan Labuan Bajo sebagai pilot Project.

“Hari ini di Labuan Bajo untuk pertama kalinya kami bersama-sama menyaksikan simulasi keamanan kesehatan, keamanan dan keselamatan di destinasi wisata super prioritas,” imbuhnya.

Adapun simulasi hari ini mengangkat protokol penanganan Covid-19, penanganan bencana alam, penanganan serangan jantung, serta penanganan kecelakaan kapal terbakar dan tenggelam.

Mas Tama, demikian sapaan akrabnya, menilai bahwa protokol 3k merupakan hal penting dalam mempercepat pemulihan pariwisata, yang sempat mengalami penurunan trend, serta untuk mewujudkan pariwisata yang jauh lebih berkualitas dari sebelumnya.

“Protokol ini juga nanti akan diterapkan di destinasi pariwisata lainnya. Agar wisatawan aman dan nyaman,” tuturnya.

Wishnutama juga mengarsis bahwa sertifikasi 3K (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan) merupakan hal yang sangat penting, karena merupakan standar internasional bagi semua wisatawan mancanegara.

Bila Indonesia bisa memilikinya di beberapa titik pariwisata, khususnya di destinasi Super Prioritas, maka ekosistem pariwisata akan kembali lestari, karena para wisatawan akan percaya, yakin, dan memutuskan untuk mengunjungi Indonesia.

Selain untuk menarik wisatawan mancanegara, kegiatan simulasi 3K tersebut juga dilakukan dalam rangka menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023 mendatang. 

Sementara itu, Kadis Parekraf NTT, I Wayan Darmawa ketika diwawancarai media usai simulasi 3K mengatakan bahwa Pemprov NTT tidak hanya berhenti di sini, tetapi akan terus mengampanyekan wisata sehat dan wisata aman kepada masyarakat NTT termasuk masyarakat Indonesia pada umumnya hingga dunia internasional.

Pihaknya juga akan terus memantau penerapan protokol 3K di tempat-tempat strategis seperti Kawasan Wisata Labuan Bajo, dan beberapa lainnya agar disiplin protokol tersebut bisa berjalan secara sustainable. 

I Wayan juga mengatakan bahwa tentu pihaknya membutuhkan bantuan dan dukungan dari masyarakat NTT untuk memajukan pariwisata di NTT. Salah satunya adalah dengan disiplin diri menerapkan protokol kesehatan, disamping mengamplifikasi spot-spot pariwisata NTT melalui berbagai kanal media. (Emild Franz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi