Jum. Des 4th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT buka ETMC 2019 Malaka

2 min read

Malaka – NTTBangkit.com. Sepakbola bukan saja soal olahraga tetapi pertunjukkan para seniman bola. Sebuah peradaban. Karena itu, pembukaan sebuah pesta sepakbola seperti El Tari Memorial Cup penting dibarengi dengan suguhan budaya seperti tarian Likurai dan busana motif daerah Malaka seperti yang kita saksikan ini, demikian dikatakan Gubernur NTT saat membuka Kompetisi Sepak Bola El Tari Memorial Cup (ETMC) di Lapangan Betun Malaka, Jumat (5/7).

Sebagai sebuah seni dan peradaban, Gubernur NTT juga meminta para atlit dan penyelenggara, untuk menampilkan pesta ini sebagai sebuah pentas peradaban, menjaga dinamika permainan, kedisiplinan, saling menghargai dan menjunjung tinggi sportifitas. Sportifitas itu ditunjukkan melalui sikap menghargai satu sama lain, menahan diri, menerima kekalahan dan kemenangan serta mengakui kemampuan dan keahlian lawan. Lebih lanjut, Laiskodat juga menegaskan, bagi tim yang membuat keributan dalam turnamen bergengsi ini untuk tidak ikut pada kontestasi saat ini maupun di waktu ke depan.

Viktor juga secara antusias mengapresiasi megahnya seremonial pembukaan El Tari Memorial Cup 2019 di Malaka. Atas nama pemerintah dan segenap masyarakat NTT,  saya sampaikan rasa bangga dan sungguh mengapresiasi tekad dan kerja keras Bupati dan seluruh masyarakat Malaka sebagai kabupaten bungsu untuk menjadi tuan rumah yang hebat dalam berbagai keterbatasan yang ada. Kemeriahan pembukaan ini akan dikenang sebagai pesta olahraga dan parade budaya sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi kabupaten lain yang akan dipercayakan sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup di waktu mendatang.

Kemeriahan pembukaan turnamen El Tari Memorial Cup 2019 sore itu dilengkapi dengan suguhan tarian Bidu Lalok dan Likurai yang dibawakan muda-mudi Malaka. Konfigurasi tarian tradisional Likurai dibuat membentuk formasi lingkaran Olimpiade, bertuliskan ETMC 2019 Malaka.

“Tuan rumah ETMC tahun berikutnya harus belajar dari suksesnya kesiapan Pemerintah Kabupaten Malaka ini,” tambahnya

Bupati Malaka, dr.Stefanus Bria Seran,M.PH dalam sekapur sirihnya meminta penilaian obyektif, untuk penyelenggaraan turnamen yang mereka buat. Ia berharap, bisa menjadi tuan rumah lagi pada pertandingan-pertandingan lainnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi PSSI Provinsi NTT, Drs.Frans Lebu Raya dalam sambutannya menyebutkan sulitnya mencetak kesebelasan yang tangguh. Kebanyakan pemain kita baru memiliki ketrampilan individu, belum sebagai tim.

“Tahun 2020 akan diadakan Suratim Cup di Belu, 2021 di Lembata. Untuk ETMC tahun 2021 akan diselenggarakan di Flores Timur dan 2023 di Rote Ndao,” sebut Frans agar dipersiapkan.

Untuk diketahui, peserta turnamen bola se-NTT itu diikuti oleh 21 tim dari 19 Kabupaten dan 2 klub bola yaitu Bintang Timur Atambua(BTA) bersama Putra Oesao, Kabupaten Kupang.

Event olahraga yang dibagi dalam lima grup itu akan berlangsung selama 20 hari, hingga tanggal 24 Juli 2019. Pertandingan akan berlangsung di tiga stadion setempat yaitu Betun, Besikama dan Kobalima.

Usai acara pembukaan, langsung digelar pertandingan perdana antara klub tuan rumah Malaka, berhadapan dengan PS Kabupaten Kupang.

Keterangan foto: Humas Prov. NTT

Nampak hadir Ketua Komisi V DPRRI Farie Francis, Ketua DPRD NTT,  Wakil Bupati Ende, Bupati Rote Ndao dan suami bersama Wakilnys, Wakil Bupati Kupang, Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati Alor, Bupati Sumba Barat Daya dan istri, Bupati Lembata dan istri, Pengurus Asosiasi PSSI dan KONI Provinsi, Kota/Kabupaten se-NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi