Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sambut HUT NTT ke-61, IKBNJ dan Himappen Gelar Tinju Adat di Taman Mini

3 min read

Partai exhibition antara Ketua IKBNJ Marsel Ado Wawo (kiri) dan orang tua/sesepuh Nagekeo Jabodetabek, Wilhem Napa (kanan) (Image: Dok. Pribadi)

Liputan Lapangan Emild Kadju (Redaktur nttbangkit.com)

JAKARTA, NTTBANGKIT.com – Ikatan Keluarga Besar Nagekeo Jabodetabek (IKBNJ) yang diketua oleh Marsel Ado Wawo bersama Himpunan Pemuda dan Pelajar Nagekeo Jabodetabek (Himappen) yang diketua oleh Pangeran Mosa Foa mengadakan festival adat Etu atau tinju adat di Anjungan NTT Taman Mini Indonesia Indah pada Minggu (08/12/2019) pukul 09.00 hingga selesai.

Ketua IKBNJ, Marsel Ado Wawo mengatakan bahwa acara tersebut digelar dalam rangka menyongsong HUT Provinsi Nusa Tenggara Timur ke-61 pada 20 Desember 2019 nanti, sekaligus merayakan HUT Kabupaten Nagekeo ke-13 yang jatuh pada hari Minggu (08/12/2019).

Etu merupakan pertunjukan tinju adat dari Nagekeo dan sebagaian wilayah Kabupaten Ngada yaitu So’a dan Riung dengan penggunaan istilah yang berbeda.

Para petarung Tinju Adat dalam laga pertama (Image: Dok. Pribadi)

Petinju biasanya menggenggam kepo yang terbuat dari gulungan “ijuk”. Petinju hanya diperbolehkan menggunakan satu tangan untuk menyerang lawan dan tangan lainnya digunakan untuk bertahan.

Di belakang para petinju, ada seorang sike yang tugasnya mengatur ritme pergerakan seorang petarung etu, kapan akan menyerang dan kapan harus menghindar. Karena dibutuhkan harmonisasi gerakan antara sike dan petinju, maka keduanya harus saling menyelaraskan irama pergerakan.

Ketua IKBNJ, Marsel Ado Wawo dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur acara tinju adat tersebut bisa diselenggarakan di Anjuangan NTT. Ia juga mengatakan bahwa suksesnya penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari peran aktif Himappen Jabodetabek.

“Terimakasih kepada anak-anak muda Nagekeo Jabodetabek yang tergabung dalam Himappen. Acara Etu ini bisa berjalan baik karena keaktivan dari adik-adik sekalian,” tutur Marsel.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Yosep Djuwa Dobe Ngole, atau akrab disapa Ose Ngole mengatakan bahwa Etu merupakan ritual adat yang dipersembahkan untuk kesuburan bumi dan tanah. Etu juga bisanya menjadi sarana bagi orang yang ingin naik kasta.

“Bila ingin naik kasta, maka Etu bisa menjadi sarananya. Bahwa penenang Etu akan naik ke kasta yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa untuk naik ke sesuatu yang lebih tinggi, orang perlu berjuang bahkan hingga berdarah-darah,” tutur Ose Ngole.

Selanjutnya Kepada Badan Penghubung NTT, Viktor Manek mengatakan bahwa salah satu poin penting dari Etu adalah suportivitas, dan itulah nilai yang bisa dipelajari secara universal oleh semua orang.

Kepada Badan Penghubung NTT, Viktor Manek saat memberikan sambutan dalam Festival Tinju Adat Nagekeo (Image: Dok. Pribadi)

“Mungkin Etu adalah khas budaya Kabupaten Nagekeo, tetapi hal yang bisa dijadikan pembelajaran oleh semua orang dari budaya manapun dari Etu adalah suportivitas. Itulah nilai universal yang bisa dipetik dari acara pada hari ini,” tutur Manek.

Manek juga mengatakan bahwa sebagai etalase dan miniatur NTT, Anjungan NTT bisa digunakan untuk berbagai pertunjukan budaya NTT.

“Sama seperti sebelumnya, Pemprov NTT menganggarkan 25 juta rupiah untuk pentas seni budaya NTT. Tentunya jumlah itu tidak seberapa, karena yang kita cari bukanlah uang melainkan semangat untuk mewartakan potensi budaya NTT. Kita ingin agar Anjungan NTT bisa menjadi etalase NTT. Ketika orang berkunjung ke Anjungan NTT, paling tidak orang sudah memiliki referensi tentang NTT,” tambah Manek.

Pertunjukan Etu dimulai dengan partai exhibition antara Ketua IKBNJ Marsel Ado Wawo dan orang tua/sesepuh Nagekeo Jabodetabek, Wilhem Napa.

Partai exhibition antara Ketua IKBNJ Marsel Ado Wawo (kiri) dan orang tua/sesepuh Nagekeo Jabodetabek, Wilhem Napa (kanan) (Image: Dok. Pribadi)

Setelah partai exhibition, Etu kemudian dilanjutkan dengan pertandingan parta-partai tinju adat lainnya.

Tidak hanya dari NTT, acara tersebut juga dihadiri oleh para pengunjung dari berbagai daerah se-Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Salah satu pengunjung asal Korea mengatakan bahwa ia sangat kagum dengan budaya Etu. Ia mengatakan baru melihat pertandingan budaya yang begitu mendebarkan seperti Etu. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin sekali mengunjungi NTT. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi