Rab. Nov 25th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Suara Alat Musik NTT Seperti Nyanyian Bidadari Nan Merdu

7 min read

Sumber: kompas.id

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selain kaya akan sumber daya alam yang melimpah dengan jaminan memanjakan mata para wisatawan, juga kaya akan produk kebudayaan. Itulah mengapa Pemerintah Provinsi NTT pada masa kepemimpinan Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josep Nae Soi berikhtiar menjadikan pariwisata dan budaya sebagai motor penggerak ekonomi NTT. 

Dari sisi kebudayaan, NTT kaya akan ritual adat, legenda, dan produk kerajinan tangan berbasis budaya yang disebut tenun. Bukan hanya satu motif, tetapi tenun NTT memiliki banyak motif. Namun, selain kaya akan motif tenun, NTT juga kaya akan alat musik khas daerah.

Berikut ini beberapa alat musik khas NTT yang dihimpun dari berbagai sumber oleh tim nttbangkit.com:

1. Sasando

Sasando merupakan alat musik tradisional NTT yang berasal dari pulau Rote. Sasando terbilang jenis alat musik yang sangat unik. Karena keunikannya, ia bahkan sempat menjadi gambar utama dalam latar mata uang pecahan Rp. 5000.

Sumber: kompasiana

Sasando terdiri 2 bagian utama, yaitu bagian yang terbuat dari bambu dan bagian yang terbuat dari daun lontar. Bagian yang terbuat dari bambu adalah tempat melekatnya dawai-dawai sasando yang banyaknya 28 dawai (sasando Engkel),  56 dawai (sasando Dobel), atau 84 dawai. Dawai-dawai tersebut dipasang melingkar bambu dengan panjang yang beragam dan digunakan dengan cara dipetik. 

Sasando dipercaya asalnya dari kata daerah Rote yakni Sasando yang mempunyai arti “alat yang bergetar” atau berbunyi. Suara Sasando sama dengan alat musik berdawai lainnya seperti gitar, biola, dan alat musik berdawai lainnya.

2. Prere

Prere merupakan alat musik tradisional berasal dari Manggarai yang dibuat dari ruas bambu yang kecil, ukurannya bisa dikatakan sekecil pensil yang mempunyai panjang 15 cm. Ruas bagian bawahnya ditutup dan dibelah sedikit sebagai tempat keluar udara, tetapi pada bagian atas dipotong untuk meniup.

Sumber: alatmusik.org

Sesuai namanya, alat musik ini hanya menghasilkan nada Do dan Re saat ditiup. Ukurannya pendek seukuran pensil dan terbuat dari ruas bambu kecil. Pada bagian dalam rongganya diberi suatu membran yang bergetar ketika ditiup sehingga dapat menghasilkan suara. Suara yang keluar diperbesar dengan tambahan adanya daun pandan di bagian ujungnya, seperti orong terompet.

Selain dipakai sebagai hiburan. Prere diapakai sebagai pengiring pencak silat rakyat bersama dengan musik gendang dan gong daerah.

3. Heo

Selain sasando, masyarakat NTT juga memiliki Heo. Heo adalah alat musik gesek yang dibuat dari papan dengan alat gesek dari rangkaian ekor kuda. Heo memiliki 4 buah dawai dengan nada-nada dasar yang berbeda. Cara memainkan heo persis sama seperti cara memainkan biola pada umumnya.

Sumber: percepat.com

4. Leko Boko

Instrumen ini juga biasa disebut Bijol. Leko Boko terbuat dari labu hutan sebagai resonator, kayu sebagai tangkai, dan usus kuskus untuk dawainya. Leko boko dimainkan dengan cara digesek seperti halnya cara memainkan alat musik Heo.

Leko Boko mempunyai 4 buah layaknya Heo dan dipakai dengan cara dipetik. Bijol dibuat dari labu hutan, kayu dan usus kuskus untuk bahannya. Labu hutan untuk wadah resonansi, kayu untuk tempat perentang dawai dan usu kuskus untuk dawainya.

Sumber: alatmusik.org

Selain dimainkan untuk hiburan pribadi, Bijol juga kerap dipakai sebagai musik pengiring pada acara-acara adat-budaya. Bijol sering dimainkan bersama dengan Heo untuk membentuk bunyi yang harmoni. Bijol digunakan untuk menjadi musik pengiring dan Heo digunakan sebagai melodi utama.

5. Foy Doa

Foy Doa adalah alat musik tradisional NTT yang berasal dari kebudayaan masyarakat kabupaten Ngada, Nagekeo, dan beberapa daerah sekitarnya. Berdasarkan asal katanya, foy doa berarti suling/seruling ganda. Instrumen ini memang tersusun 2 atau lebih suling yang dimainkan secara bersama-sama. Foy doa dimainkan umumnya untuk mengiringi syair atau nyanyian petuah yang disampaikan orang-orang tua sebagai nasihat bagi anak-anaknya. Dengan nada-nada tunggal yang teralun dari foy doa, nasihat yang diterima akan dirasa lebih berkesan.

Sumber: alatmusik.org

Alat musik Foy Doa dimainkan sama seperti suling yaitu dengan meniupnya. Tarik nafas secukupnya dan hembuskan lewat mulut. sementara itu jari tangan dipakai sebagai penutup lubang suara. Pada permainannya, pemakaian Foy Doa seringnya untuk mengiringi syair musik yang mempunyai tema seputar kehidupan sehari-hari.

6. Foy Pai

Sama seperti foy doa, foy pai juga termasuk jenis alat musik tiup. Foy pai berupa suling bambu dengan bentuk menyerupai angka 4. Alat musik ini menghasilkan nada-nada dasar antara lain Do, Re, Mi, Fa, dan Sol. Biasanya ia dimainkan untuk melengkapi permainan foy doa.

7. Sowito

Sowito adalah alat musik pukul yang berasal dari kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), alat musik ini memang menyerupai Mendut dari Manggarai.

Sumber: percepat.com

Cara membuat alat musik Sowito yaitu dengan menggunakan bambu yang bagian ujung-ujungnya masih tertutup dengan ruas buku bambu lalu dicungkil pada kulitnya dan diganjal dengan bantalan kayu.

Cara memainkan alat ini yaitu dengan cara memukul bagian kulit tadi dengan sebilah kayu yang berukuran kecil.

Sowito sendiri merupakan alat musik yang menghasilkan satu nada, sehingga ketika ingin dimainkan dalam suatu pagelaran maka dibutuhkan beberapa Sowito untuk dimainkan beberapa orang.

8. Nuren

Nuren merupakan alat musik yang cukup dikenal di wilayah gugus Lamaholot seperti Adonara, Solor, Lembata, dan sebagian Alor. Dalam budaya masyarakat Sikka, Nuren disebut Sason atau Sason Nuren.

Sumber: alatmusik.org

secara etimologi Sason berarti Jantang dan Nuren Perempuan. Sason Nuren adalah perwujudan dari 2 buah suling, uniknya 2 buah suling itu digunakan oleh seorang pemain saja.

9. Sunding Tongkeng

Sunding Tongkeng adalah alat musik tiup sama seperti suling dan nuren. Bentuk ruas bambu dan mempunyai panjang hingga 30 cm. Alat musik ini mempunyai “buku” yang pada salah satunya ada di ujung jari dari ruasnya dibiarkan saja.

Sumber: hanyaberbagi.com

Lubang suara Sunding Tongkeng ada 6 buah. sebagian dari lubang peniupnya dililitkan daun tala (sedikit saja). Cara menggunakannya seperti suling. Karena posisi ditiup pada posisi tegak, orang manggarai disebut dengan Tongkeng dan Sunding yang merupakan nama lain Suling.

10. Knobe Khabetas

Ini adalah alat musik tradisional NTT yang dipercaya telah ada sejak zaman batu. Bentuknya seperti busur panah, yaitu berupa lengkungan bambu yang diikat dengan tali yang tipis tapi lebar.

Cara memainkannya cukup mudah, yaitu dengan mendekatkan tali ke mulut dan meniupnya. Instrumen ini dulu sering dibawa sebagai hiburan di sawah saat seseorang menunggu tanaman kebunnya dari serangan hama.

11. Knobe Oh

Knobe oh dimainkan dengan cara yang sama dengan knobe khabetas. Hanya saja, instrumen ini mempunyai bentuk yang berbeda.

Sumber: percepat.com

Knobe oh dibuat dengan mengerat bagian tengah pada sebuah bilah bambu sepanjang 12,5 cm. Pada tengah keratan tersebut disisakan kulit ari dari bambu yang berfungsi sebagai resonator ketika ditiup.

12. Pitung Ong 

Pitung Ong adalah alat musik yang berasal dari Alor, alat musik ini terbuat dari bambu dan kayu. Secara lengkap alat musik ini mewakili bagian dari gong asli (perunggu).

Alat musik ini biasa dimainkan di ladang yaitu sebagai ungkapan rasa kebahagiaan karena telah selesai berkebun secara gotong royong, seperti setelah menanam atau memanen bersama.

13. Gong

Nusa Tenggara Timur ternyata memiliki berbagai jenis Gong yang berasal dari daerah yang berbeda begitupun dengan fungsinya, berikut berbagai jenis gong yang ada di NTT, yaitu:

Sumber: budayanusantara.web.id

-Gong Dawan yang berasal dari Amanuban yaitu di Desa Busa Timor Tengah Selatan. Gong ini biasanya berjumlah 6 buah yang memiliki ukuran berbeda-beda.

Dua buah gong dawan yang berukuran kecil dinamakan Tetun namun ketika dimainkan salah satunya saja maka namanya akan berubah menjadi Toluk.

Dua Buah gong Dawan Berukuran sedang dinamakan Ote’ sedangkan dua buah gong dawan berukuran besar dinamakan Kbolo’ yaitu gong yang dimainkan dengan perlahan atau tidak terlalu cepat.

-Gong Ngada. gong ini secara keseluruhan memiliki ukuran yang relatif kecil yang berjumlah 5 buah, masing-masing Gong Ngada pun memiliki namanya masing-masing.

Doa yaitu dua gong yang dimainkan secara silih berganti, lalu uto-uto terdiri hanya satu gong, dhere terdiri hanya satu gong dan wela yaitu gong ngada yang suaranya paling tinggi.

-Gong Alor. Gong Alor adalah gong berjumlah tujuh buah dengan variasi ukuran yang berbeda, dua buah gong kecil dinamakan kingkang, dua buah ukuran sedang dinamakan dung-dung atau kong-kong dan tiga buah gong berukuran besar dinamakan posa.

14. Ketadu Mara

Ketadu Mara adalah alat musik NTT yang sebenarnya memiliki arti yang cukup unik, Ketadu yang artinya bayi makan hingga kenyang sedangkan Mara artinya adalah kuningan.

Sumber: percepat.com

Lain dengan arti yang sesungguhnya, Ketadu Mara adalah alat musik yang terbuat dari kayu dan senar, cara memainkan alat ini sama dengan gitar yaitu dengan cara dipetik, namun Ketadu Mara hanya memiliki dua senar.

Alat musik ini biasanya dimainkan  hanya untuk hiburan semata, namun sering juga masyarakat setempat mempercayai ketika alat ini dipetik bisa mengajak cicak untuk berbunyi juga.

15. Tatabuang 

Tatabuang adalah alat musik pukul yang berasal dari Daerah Lamanole, Flores Timur, alat ini dipercaya dibawa oleh Suku Maluku ke Flores Timur karena bentuknya pun sama dengan Totobuang dari Maluku.

Sumber: dictio.id

Di Lamanole, alat musik ini dimainkan dengan dua cara yaitu dengan cara digantung atau diletakkan di pangkuan sang pemain. Pembuatan alat ini yaitu menggunakan kayu sukun yang bagian tengahnya dihilangkan sebagai wadah resonansi.

16. Leto

Sekilas alat musik Leto memang menyerupai Tatabuang yaitu berbentuk seperti mangkuk dan terdapat punuk pada bagian tengahnya.

Sumber: percepat.com

Meski memiliki bentuk yang hampir sama, cara meletakkan Leto ketika dimainkan sangatlah berbeda, Leto dimainkan dengan cara digantung sedangkan Tatabuang dimainkan pada posisi diletakkan horizontal pada suatu tempat penyanggah.

17. Mendut 

Mendut merupakan alat musik tradisional kabupaten manggarai NTT, alat musik ini dapat dimainkan dengan dua cara yaitu dengan dipetik ataupun dipukul dengan tongkat kayu berukuran kecil.

Sumber: semuatentangprovinsi.blogspot.com

Bahan utama pembuatan alat musik Mendut yaitu dengan menggunakan bambu yang memiliki usia sekitar 1,5 tahun.

Bambu dipotong tepat pada bagian ruas buku sehingga tertutup bagian kanan dan kirinya kemudian dibagian kulit di cungkil tengahnya namun bagian ujungnya tidak terkelupas kemudian diberikan bantalan kayu pada ujung kanan dan kirinya, dan pada bagian tengahnya diberikan lubang sebagai wadah resonansi.

18. Thobo 

Thobo adalah alat musik yang cara membuatnya sangatlah simpel yaitu hanya menggunakan bambu yang beruas berbuku dan bagian bawahnya ruas tersebut dihilangkan.

Alat musik Thobo sekilas memang mirip dengan alat musik bambu hitada yang berasal dari Maluku Utara, meskipun memiliki bentuk yang sama alat musik Thobo sering dimainkan Foy Doa.

20. Moko 

Moko merupakan alat musik NTT tepatnya berasal dari Pulau Alor. Sekilas alat musik ini menyerupai gendang namun bahan dasar pembuatannya sangatlah berbeda yaitu terbuat dari perunggu dan pada bagian luarnya dihiasi dengan berbagai motif.

Sumber: kaskus.co.id

Cara memainkan alat musik Moko yaitu dengan cara dipukul menggunakan tangan secara langsung maupun menggunakan tongkat.

Demikian beberapa alat musik khas NTT yang dihimpun tim redaksi nttbangkit.com. Di antara alat-alat musik tersebut, ada yang masih bertahan hingga saat ini, bahkan diberi sentuhan modern sehingga memiliki daya komersil, tetapi ada yang jarang digunakan. Banyak anak muda NTT lebih senang memainkan alat musik modern, sehingga bukan tidak mungkin alat-alat musik khas NTT akan punah dalam waktu-waktu kedepannya. (Emild Kadju)

2 thoughts on “Suara Alat Musik NTT Seperti Nyanyian Bidadari Nan Merdu

  1. hallo admin, saya mau tau tentang salah satu instrument yang di tukis diatas dengan nama sason nuren, saya bisa menghubungi siapakah untuk mendapat atau tanya tanya tentang instrumen tersebut? trimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi