Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Viktor Minta Beri Narasi pada Budaya Leluhur agar Tak ‘Kering’

3 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH, penuh semangat menari Hegong (Tarian Khas Kabupaten Sikka), saat acara Pengukuhan Pengurus Baru Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang. (Foto: Pos Kupang)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,–Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat adalah sosok pemimpin yang sangat mencintai seni budaya NTT. Dalam setiap kunjungan ke berbagai kabupaten di NTT, pria yang berperawakan tegas ini terlihat sering mengenakan motif-motif adat dan budaya setempat. baik Timor, Sumba, Rote, Alor dan Flores. Ia bukan hanya mengajak, tetapi ia langsung memberi contoh bahwa orang NTT tak boleh malu mengenakan pakaian adatnya sendiri yang merupakan identitas budaya warisan para leluhur yang penuh makna historis dan bernilait tinggi serta unik.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan ke daerah, Gubernur Viktor terus mendorong warga NTT agar terus mempertahankan tradisi tenun ikat dengan berbagai motif sesuai daerah masing-masing. Caranya, kata Gubenrur Viktor adalah terus memproduksi karya budaya tenun ikat tradisional. Selain untuk menjaga kelestarian warisan leluhur, juga menjadi mesin ekonomi kaum perempuan. Dan untuk mendukung itu, maka di era kepemimpinannya ia telah memerintahkan seluruh pejabat (PNS) mengenakan motif daerah masing-masing ketika masuk kantor.

Gubernur Viktor terus mendorong agar tarian khas NTT selalu dipamerkan dalam berbagai festival

Di mata Gubernur Viktor, NTT selain mempunyai beragam motif tenun ikat yang unik dan langkah, juga memiliki bermacam ragam tarian khas daerah baik yang sudah terkenal mendunia, dan masih banyak lagi yang ada di tengah masyarakat NTT yang belum diangkat kepermukaan. Untuk itu, ia terus mendorong agar beragam tarian tersebut dipentaskan dalam berbagai festival dan berbagai acara seni budaya dan pesta-pesta adat.

“Kita ini sangat kaya dengan berbagai motif tenun ikat yang unik dan langkah. Setiap kabupaten punya motif sendiri. Ini kekayaan yang tidak ada atau ditemukan di belahan dunia lain. Kita juga punya tarian-tarian seni budaya warisan leluhur . Kita tidak boleh merasa malu atau gengsi mengenakan dan terus memproduksinya agar tetap lestari karena inilah jati diri, identitas kekayaan kita,” kata Gubernur Viktor seperti direkam NBC dalam berbagai kesempatan kunjungannya.

Pentingnya narasi sebagai pengetahuan untuk para penonton yang hadir

Lebih jauh, Gubernur Viktor melihat dengan jeli dalam setiap kesempatan kunjungan atau pun dalam berbagai acara, di mana masih ada yang kurang dalam menampilkan atraksi seni budaya tari-tarian. Apa yang kurang? Yang kurang adalah acapkali ketika menyajikan tarian adat tidak diceritakan atau dijelaskan atau memberikan narasi atas tarian yang dilakonkan. Hal ini menurut Gubernur Viktor sangat penting agar semua orang yang hadir dalam acara tersebut tahu atau mengerti apa cerita asal-usul atau arti dari tarian yang disajikan.

“Kenapa NTT yang begitu banyak punya atraksi tapi kelihatan kering, ya karena hampir semua narasinya tidak ada. Saya yakin NTT akan meninggalkan stigma buruk kemiskinan, kalau kita serius mengurus budaya dan alam, kalau kita serius membuat narasi terhadap budaya dan alam kita,” ujar Viktor saat memberikan sambutan dalam acara Misa Syukur Pengukuhan Pengurus Baru Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang, di GOR Oepoi, Sabtu (28/9/2019), seperti dilansir Poskupang.com.

Mengapa narasi sangat penting? Karena jika sebuah tarian adat atau acara adat tidak dijelaskan kepada orang yang hadir, maka orang yang hadir hanya ikut dalam keramaian atau khusuknya acara adat tersebut tanpa mendengar atau mengetahui dari sumber yang benar terkait latarbelakang, asal-usul dan tujuan dari atraksi seni budaya yang ditampilkan. Hal ini menurut Gubernur Viktor mendorong orang yang hadir kemudian bertanya-tanya atau mencaritahu sendiri pada sumber-sumber lain yang belum tentu benar dalam memberikan narasi pada atraksi tersebut. (korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi