Rab. Nov 25th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

5 Tari Masal Terpopuler Simbol Nasionalisme Orang NTT, Masih Bertahan di Blantika Tenda Pesta

6 min read

Tarian masal Bajawa, Flores, NTT (Foto:Vigonews.com)

NTTBANGKIT.COM,-Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah kelompok masyarakat dengan tingkat seni budaya yang sangat tinggi. Orang NTT bukan hanya mampu menciptakan berbagai lagu daerah yang terkenal dan bertahan dari masa ke masa, tetapi mereka juga mampu menciptakan ragam tarian adat sebagai simbol budaya bermacam-macam dan berbagai variasi. Uniknya, ketika daerah lain hanya memiliki satu atau dua tarian masal, di NTT ada begitu banyak tarian masal yang menjadi tarian terbesar dan terpopuler di seluruh wilayah NTT, bahkan menembus dunia tari masal Indonesia dan dunia tari internasional. Di NTT, tarian masal yang lahir dari karya seni para pendahulu menjadi ikon persatuan kesatuan, persaudaraan, dan simbol kegembiraan dalam berbagai pesta adat tradisional maupun blantika tenda-tenda pesta. Tarian masal menjadi pembakar semangat kebersamaan dalam setiap momentum pesta maupun dalam setiap acara penerimaan tamu dan berbagai acara seni budaya yang digelar masyarakat dan pemerintah NTT.

Masyarakat NTT sebagai masyarakat seni yang mencintai pesta-pesta adat maupun pesta-pesta hajatan keluarga sering menarikan tarian masal di dalam sesi pesta yang biasa didominasi musik-musik modern. Seiring perkembangan industri musik modern, dahulu tarian masal didominasi oleh nyanyian dan pukulan gendang, gong dan suling, saat ini telah diproduksi dalam versi musik modern yang lebih mudah melalui dapur rekaman dan di putar melalui sound sistem. Selama beberapa dekade terakhir, ada 5 tarian masal di NTT yang paling merakyat menembus sekat-sekat suku, agama dan ras. Lima tarian tersebut, yaitu Tarian Gawi dari Ende-Lio, Tarian Ja’I dari Bajawa, Tarian Kolaborasi Gemu Fa Mire (karya anak-anak muda Sikka), Tarian Tebe dari Belu-Malaka, dan Tarian Dolo-Dolo dari Flores Timur.Tarian Gawi

Pertama, Tari Gawi

Tari Masal Gawi Ende-Lio (Foto:Kbar Budaya)

Tarian Gawi berasal dari Kabupaten Ende-Flores. Tarian ini adalah tarian asli masyarakat adat Kabupaten Ende. Tarian melibatkan banyak orang ini adalah tarian adat yang biasa ditarikan oleh warga kampung dalam acara-acara adat. Semua warga yang terlibat dalam tarian masal Gawi ini mengenakan pakain adat seperti giring-giring di kaki, sarung dan baju adat perempuan dan kaum laki laki juga mengenakan pakaian adat dari sarung, baju hingga ikat kepala dan sembar atau selendang denga motif adat Ende. Dahulu, sebelum industri musik modern, tarian ini hanya diringi nyanyian lagu-lagu daerah dan musik tradisional, namun ketika memasuki era musik modern, tarian ini kemudian direkam dan diproduksi dengan kaset atau CD dan mulai membumi di seluruh daratan Flores dalam setiap tenda pesta. Setelah menggema di Ende dan kabupaten-kabupaten di Flores, tarian gawi kemdudian merambah cepat menjadi tarian pembuka dalam setiap pesta-pesta di seluruh NTT. Ketika lagu Gawi diputar hampir semua peserta pesta di dalam tenda berdiri membentuk lingkaran saling bergandengan tangan dan mulai menari mengikuti irama musik gawi. Gerakan tarian ini tidak terlalu susah sehingga mudah diikuti dan ditarikan semua orang. Tarian Gawi yang diringin musik khas Gawi ini hingga saat ini masih bertahan dan dicintai masyarakat seni NTT. Tarian ini bukan hanya disukai dan ditarikan masyarakat pencinta tari di NTT saja, tetapi juga menembus pasaran tari nasional dan internasional dalam setiap iven-iven pesta seni budaya maupun pesta-pesta orang NTT.

Kedua, Tari Ja’i

Para penari Ja’I bajawa, Flores (*)

Tarian Ja,i berasal dari Kabupaten Ngada, Bajawa. Tari Ja’i adalah hasil karya masyaratat adat seni budaya Tana Ngada. Tari Jai biasanya ditarikan masyarakat saat pesta-pesta adat di Bajawa. Tentunya musik dan tari Jai sangat khas dan kental dengan balutan adat, muli dari kain sarung, baju, ikat kepala, tas, serta pedang dan tongkat. Nyanyian dan musik tradisional tari jai menjadi pembakar semangat para penari Jai. Tari paling merakyat di Bajawa ini kemudian diproduksi oleh para musisi anak muda Kota Dingin Bajawa ke musik modern dan meledak menguasai pasaran tari dan musik NTT. Lagu Jai menjadi lagu yang digemari dan dicintai hampir seluruh masyarakat NTT, dari ujung pulau Flore hingga timor dan Pulau Sumba.

Setelah melejitnya tarian Gawi di seantero Flobamora, lagu dan tari Jai kemudian memuncak dan menggeser popularitas tari Gawi. Tari Jai berhasil menguasai pasaran seni musik NTT. Lagu Jai mendominasi seluruh tenda-tenda pesta NTT, acara-acara pemerintahan, acara pesta adat, dan berbagai hajatan rakyat lainnya. Lagu Jai dengan irama musik dan lagu yang bersemangat tinggi menjadi pembakar adrenalin para pencinta seni budaya dan musik. Tarian Jai yang melibatkan banyak orang seperti tari Gawi pun menjadi simbol persatuan dan kesatuan, solidaritas, kegembiraan dan kebersaman. Tari Jai, selain terkenal di blantikan tenda-tenda pesta NTT, juga menembus pasaran tari masal nasional dan internasional.

Ketiga, Tari Tebe

Tari Tebe dalam Festival Budaya Malaka di Taman Mini Indonesi Indh (TMII)

Tari Tebe berasal dari Belu-Malaka. Tarian adat Timor ini adalah hasil karya tradisional para leluhur orang Belu-Malaka. Sebagaimana tari Gawi dan Jai, tari Tebe pun menjadi tari adat tradisional warisan nenek moyang yang ditarikan dalam setiap acara adat maupun pesta penyambutan tamu. Tari yang melibatkan banyak orang ini para penarinya terlihat selalu mengenakan pakain tenunan adat Belu-Malaka. Ciri khas kental budaya tenunan Timor mengkristal menyatu dengan lagu dan musik tradisional oleh para penari. Memsuki era industri musik modern, oleh para seniman dan musisi Timor kemudian memproduksi Lagu Tebe sebagai pengiring Tari Tebe. Daya lejitnya memang menggema di bumi Timor dan Flores, namun tidak mampu mengalahkan tari Gawi dan Jai. Namun demikian, Tari Tebe pun menjadi ikon tari di seluruh lapisan masyarakat pencinta dan penggila pesta-pesta di NTT. Selain terkenal di NTT, tari Tebe juga menembus pasaran tari masal di blantika seni tari nasional dan internasional.

Keempat, Tari Dolo Dolo

Tari Dolo Dolo, Adonara, Flores Timur (Foto: Seringjalan.com)

Tari masal Dolo Dolo berasal dari masyarakat Adonara Kabupaten Flores Timur. Tarian masal karya para leluhur ini biasanya ditarikan dalam setiap pesta adat maupun acara-acara pesta warga Adonara atu suku Lamaholot. Dalam tari masal ini para penarinya juga mengenakan pakain adat khas Adonara-Flores Timur. Lagu dolo-dolo mengiringi para penari yang telah berdiri membentuk lingkaran bergandengan tangan. Tari masal Dolo Dolo yang menjadi simbol persatuan, persaudaraan dan kegembiraan bersama ini kemudian oleh para seniman dan musisi Flores Timur diproduksi dalam bentuk lagu Dolo Dolo. Warna musik khas orang Adonara-Flores Timur ini menjadi ikon dalam setiap pesta di NTT. Meski daya lejitnya tak seperti lagu-lagu dan tari masal lainnya, Lagu dan Tari Dolo-Dolo adalah yang tertua bersama tari masal Gawi. Keduanya jauh lebih lama bertahan di dalam blantika pesta-pesta di NTT maupun di luar NTT karena telah menjadi nyanyian dan tarin rakyat sebelum tarian Ja,i muncul. Tari masal Dolo-Dolo juga mampu bertahan lama hingga saat ini sampai menembus pasar tari nasional dan internasional yang dipersembehakan oleh putra-putri Adonara-Flores Timur.

Kelima, Tari Masal/ Senam Maumere

Tari masal Senam Maumere digandrungi masyarakat Indonesia (Foto:Tribunews.com)

Tari masal/ senam Maumere berasal dari Kabupaten Sikka. Tari kreasi kolaborasi seni budaya lokal dan musik modern ini adalah hasil karya terbaik pertama dan terpopuler di Kabupaten Sikka oleh para musisi asli Maumere. Meluncurnya Lagu Gemu Fami Re yang berkarakter budaya Sikka modern ini seketika meledak dan melejit cepat menguasai blantika seni musik dan tari masal di seluruh NTT. Tari masal yang energik penuh semangat gembira itu seketika membakar adrenalin para pencinta musik dan tari masal di NTT. Setiap kali lagu Gemu Famire di putar hampir semua peserta pesta berdiri memenuhi tenda pesta dan menarikan tarian massal tersebut. Tari masal ini kemudian menjadi ikon terkini dalam blantika seni musik dan tari masal terbesar dan terpopuler di NTT. Meski pun lirik dan makna lagu tersebut tidak dimengerti apa pesan yang mau disampaikan, namun irama musik energik berhasil membakar semangat berbagai lapisan masyarakt dari anak-anak kaum remaja hingg orng tua. Tari masal ini kemudian dijadikan ikon Senam Maumere yang kini terkenal seluruh Indonesia dan menembus pasaran dunia tari masal terbesar di kelas dunia.

Demikian lima tari masal NTT yang menguasai blatika seni budaya lagu dan tari masal di NTT selama beberapa dekade terakhir. Hingga saat ini, belum adalagi tari-tari masal hasil karya nenek moyang orang NTT yang mampu menembus pasaran tari masal di seluruh tenda-tenda pesta NTT maupun kelas nasional dan internasional. (Penulis: Kornelis Moa Nita/Jurnalis dan Pencinta Seni Budaya NTT/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi