Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kerja Keras Gubernur dan Wakil Gubernur Membangun NTT di Era Covid 19

3 min read

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,SH dan Drs. Josef A. Nae Soi, MM (Foto Antara)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,-Bencana Covid-19 (Corona) yang melanda seluruh dunia dan Indonesia telah melumpuhkan seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dan seluruh sektor kehidupan warga, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak munculnya virus mematikan itu yang masih terus meningkat hingga saat ini, membuat semua warga seolah hidup enggan mati tak mau. Menghadapi situasi gawat darurat yang membelenngu warga beberapa bulan terakhir, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josep A. Nae Soi tidak mau tinggal diam membiarkan seluruh warga NTT menderita.

Sejak awal, keduanya yang memimpin langsung perang melawan Covid-19 di NTT telah mengambil langkah-langkah strategis menyelamatkan warga yang terkena virus, mencegah dan melakukan langkah-langkah pemulihan dengan membuka lockdown agar arus jasa laluluntas kembali normal antar wilayah, baik antar desa, kecematan, kabupaten maupun dari dan ke NTT. Selain membuka jalan atau jalur transporasi darat antar wilayah, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT juga membuka akses trasportasi laut, di mana pelabuhan-pelabuhan laut yang ditutup seluruhnya telah dibuka, dan arus lalulintas laut antr pulau kembali berjalan di era new normal. Selanjutnya, untuk melancarkan arus lalu lintas udara antar pulau dan antar provinsi dan luar negeri, bandara-bandara telah dibuka dan saat ini terlihat ramai lalu lintas pesawat udara dari berbagai maskapai melayani warga dengan tetap menggunakan protokoler Covid 19. Dalam pantauan lensa media, saat ini di NTT sudah begitu ramai lalu lintas pesawat udara, baik antar kabupaten di NTT maupuan ke Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan lain sebagainya. Di Bandara Internasioanl El Tari Kupang sejak dua bulan lalu sudah tampak rampai dengan ratusan penumpang setiap hari yang bepergian menggunakan jasa pesawat.

Memasuki era New Normal, merasakan dampak pelayanan publik di NTT yang beberapa bulan terakhir terhenti akibat serangan Pandemi COvid-19, Gubernur dan Wakil Gubernur seolah tidak mau berlama-lama melihat penderitaan rakyat akibat pelayanan publik di berbagai sektor yang macet alias terganggu. Tak mau berlarut-larut, meski Pandemi Covid-19 masih terjadi, kedua pemimpin tertinggi NTT itu memerintahkan seluruh PNS di jajaran Pemprov NTT mulai masuk kantor pada 15 Juli 2020. Hal itu memang terasa berat karena ancaman Covid, namun harus dilakukan untuk menjalankan roda pemerintahan. Keduanya pun mulai bekerja keras kembali memimpin rapat-rapat dan melaksanakan berbagai program kerja yang tersendat selama beberapa bulan terakhir. Keduanya saat ini, sudah kembali bekerja dengan melakukan berbagai kunjungan kerja ke berbagai kabupaten guna menyapa warga, memberikan dorongan kekuatan moril dan material bagi seluruh warga. Mereka melakukan kunjungan ke Timor Tengah Selatan (TTS), ke Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Flores Timur, Manggarai, Ende, Manggarai Barat dan lain sebagainya. Mereka tak mau dampak Covid menjadi berkepanjangan dan membuat seluruh warga NTT terus menderita karena tidak mendapatkan perhatian pemerintah.

Gerak cepat Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dalam menangani COvid 19 melalui Satgas Covid 19 sejak awal hingga saat ini patut diapresiasi. Kerja keras keduanya yang memimpin langsung perang melawan Covid dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan seluruh bupati dan walikota telah membuahkan hasil. NTT yang awalnya sangat mencekam akibat begitu banyak warga yang terjangkit Covid, kini kian menurun dan mulai perlahan menghirup nafas legah, meskipun Protokoler CoVids masih tetap berjalan. Awalnya, seluruh kabupaten mencekam karena ada beberapa warganya yang menjadi korban Covid hidup dalam ketakukan yang luar bisa, kini seluruh warga tampak sudah mulai kembali menghirup nafas kebebasan. Saat ini, dari 22 Kabupaten/ Kota di NTT tinggal Kota Kupang dan Kabupaten Kupang yang masih ditetapkan sebagai zona merah.

Kerja keras Gubernur dan Wakil Gubernur bersama para bupati dan walikota bersama seluruh stakeholder merupakan keberhasilan besar dalam menyelematkan rakyat NTT dari serangan mematikan Covid 19. Publik terus berharap kedua pemimpin NTT tersebut, terus bekerja keras untuk mulai menjalankan program pemerintahan di berbagai bidang agar kebutuhan rakyat dapat terpenuhi. Meski Covid 19 masih berjalan, namun sektor-sektor riil ekonomi warga tak boleh mati alias macet, karena hanya ekonomi yang dapat menggerakan dan menghidupkan daerah. Dengan dibukanya kembali seluruh jalur transportasi darat, laut dan udara, publik memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang berani mengambil sikap keras meskipun di tengah ancaman Covid. Keputusan bijak kedua pemimpin tersebut, semata-mata tidak mau NTT yang sudah tertinggal, sudah miskin dan terbelakang akan makin menjadi tertinggal akibat Covid yang berkepanjangan. Meski ada plus minusnya, gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang membuka seluruh Lockdown dianggap sebagai sebuah keberanian yang cerda nan bijak dalam menyelamatkan ekonomi rakyat NTT. (korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi