Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sistem Dapodik Muluskan Program Pendidikan di Musim Covid-19

4 min read

Ilustrasi: Aplikasi Dapodik PAUD (*)

Oleh: Kornelius Moa Nita, S.Fil*

Bencana wabah Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 telah merebak ke seluruh penjuru tanah air, mengganggu dan menghambat seluruh kegiatan warga negara. Sejak kemunculan virus mematikan ini pada bulan Februari 2020 lalu, seluruh aktivitas pemerintahan tidak berjalan normal seperti sediakala. Menghadapi itu, pemerintah mengantisipasinya dengan terus menjalankan aktivitas pemerintahan secara online. Salah satu kementerian yang menjalankan program kerja secara online adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Menyadari pendidikan yang merupakan program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, Ir. Joko Widodo dan KH. Dr. Maruf Amin, untuk menciptakan SDM generasi Indonesia Maju, maka Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim tidak tinggal diam. Ia memerintahkan seluruh sekolah di Indonesia tetap menjalankan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui jaringan komunikasi internet (online). Seluruh guru di setiap sekolah tetap menjalankan KBM dengan mengajar atau memberikan tugas kepada semua siswa/i melalui sistem online setiap hari.

Selain dua program itu, Menteri Nadiem pun   tetap memberikan perhatian penuh kepada seluruh sekolah di Indonesia dengan menyalurkan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan tujuan utama agar biaya operasional sekolah bagi siswa dan guru-guru tetap berjalan, termasuk membiayai guru honor sesuai persyaratan yang telah ditentukan. Selanjutnya, Menteri Nadiem Makarim juga bekerjasama dengan Stasiun TVRI untuk memberikan program pendidikan bagi seluruh siswa se-Indonesia.

Peran Besar Dapodik

Seluruh program tersebut, seperti penyaluran dana dan bantuan pendidikan, termasuk untuk para guru di seluruh sekolah, kini berjalan sangat cepat, sehingga di tengah serbuan wabah corona yang masih berlangsung, program pendidikan nasional tidak stagnan atau macet total. Apa yang menyebabkan semua program pendidikan berjalan lancar dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga  SMA? Jawabannya, karena adanya sistem Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) yang sejak tahun 2011 dibangun secara sistematis dari sekolah ke pusat hingga ke seluruh sekolah di daerah, dari kota hingga seluruh sekolah di kecamatan dan desa. Sistem Dapodik yang terpadu, telah terbukti sangat membantu mempercepat pelayanan pendidikan selama ini, dan di musim wabah corona atau Covid-19 ini menjadi satu-satunya sumber rujukan data resmi  sekolah, siswa dan para guru yang mendapatkan pelayanan dan atau bantuan program pendidikan dari pemerintah pusat (Kemendikbud), baik dari sumber dana maupun pelayanan pendidikan online.     

Sistem Dapodik yang diproduksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi mesin utama penyelenggaraan seluruh program pendidikan nasional. Melalui kerja keras seluruh operator sekolah dari tingkat TK, Paud, SD, SMP hingga SMA, sistem Dapodik ini telah terbukti mempercepat, memudahkan dan memberikan keadilan yang merata dalam pelaksanaan program pendidikan.

Pusdatin Kemendikbud memiliki tanggungjawab yang tidak ringan dalam mengintegrasikan, memverifikasi, dan memvalidasi  data dan informasi, yang dikumpulkan dari sekolah melalui Direktorat Jenderal PaudDikdasmen, Direktorat Jenderal Vokasi dan Direktorat Jenderal Dikti Kemendikbud. Data dan informasi tersebut diharapkan siap untuk didayagunakan dalam membangun, mengelola Zonasi PPDB oleh Pemerintah Daerah maupun mutu pendidikan secara luas. Sistem zonasi PPDB tidak hanya pada proses penerimaan peserta didik baru di sekolah, tetapi merupakan strategi untuk pembangunan pendidikan yang merata dan berkeadilan, yang memiliki implikasi pada pemetaan dan pengembangan mutu pendidikan berdasarkan data dan informasi yang tepat dan akurat. Dapodik sebagai salah satu sumber data baik substansi, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, mapun sarana dan prasrana pendidikan ditambahkan dengan data pendukung yang lain seperti  data hasil akreditasi, data kependudukan (sumber Dukcapil), data kemiskinan (sumber Kemensos) diharapkan dapat memberikan analisis yang lebih  tepat untuk semua kebijakan pendidikan.

Dengan kapasitas data yang kuat dan menjangkau seluruh pemangku kepentingan pendidikan, maka Dapodik berperan memainkan peranan kunci dalam peningkatan pelayanan pendidikan yang dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan dan pemerintahan secara berjenjang dan berkesinambungan. Selanjutnya, berdasarkan data satuan tersebut dilakukan kompilasi dan agregrasi data untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan  di tingkat satuan pendidikan, kabupaten/ kota, provinsi, dan tingkat nasional sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

Apresiasi Kerja Keras Operator Sekolah

Keberhasilan sistem Dapodik yang telah terbangun sistematis saat ini oleh Kemendikbud RI adalah maha karya seluruh operator sekolah se-Indonesia. Para operator sekolah adalah ujung tombak suksesnya sistem Dapodik karena merekalah orang-orang yang setiap hari dan setiap saat mengolah dan mengimput data ke dalam sistem jaringan komputer (internet). Para operator sekolah dengan berbagai kesibukannya, dengan keterbatasan biaya (honor), keterbatasan sarana prasarana transportasi telah berjuang keras untuk mendukung kelancaran pelayanan pendidikan nasional.  Kondisi mereka yang berbeda antara kota dan desa yang acapkali menjadi jurang yang besar mengganggu kelancaran kerja pendataan. Namun dengan dedikasi yang tinggi mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas, adil dan merata, mereka tetap bekerja keras dengan segala cara.  

Pelaksanaan program dan berbagai kebijakan pendidikan nasional saat ini, terutama di masa serangan Covid-19, tentunya karya besar mereka telah sangat membantu pelaksanaan pendidikan melalui berbagai bantuan berbasis data.  Pasalnya, tanpa ada data yang valid, tentunya penyaluran berbagai bantuan pendidikan, seperti Dana BOS tentunya akan menghadapi masalah besar. Coba dibayangkan, jika saja tidak ada sistem data (Dapodik) yang baik seperti saat ini, maka di tengah serangan Covid-19 yang melumpuhkan seluruh sektor saat ini, sudah pasti seluruh program pendidikan tak dapat berjalan baik. Untuk itu, seluruh stakeholder pendidikan, dari pusat hingga daerah, seluruh instansi pendidikan, sekolah-sekolah dan warga masyarakat, serta seluruh siswa harus mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh operator sekolah yang telah bekerja keras memback-up Dapodik untuk kelancaran pelaksanaan pendidikan saat ini. “Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020” Salam untuk Operator Sekolah untuk Negeri dan Pendidikan Nasional.

*Penulis: Aktivis dan Ketua Forum Pendidikan Masyarakat (Fordikmas NTT), Pemerhati Pendidikan Nasional dan Jurnalis, tinggal di Jakarta.

3 thoughts on “Sistem Dapodik Muluskan Program Pendidikan di Musim Covid-19

  1. System Pengelolaan data di indonesia cukup bagus dgn adanya satu data yg menggunakan Aplikasi Dapodik. Tapi kerja keras unt mengelola data supaya betul2 akurat sangatlah dirasakan oleh pengelola data yaitu Operator. Waktu dan tenaga telah terkuras, operator tdk mengenal waktu unt mengentri, update, dan sincronisasi krn mengingat batas waktu cut off yg cukup singkat. Satu hal yg penting adl diadakannya kegiatan pelatihan bagi operator.
    Oleh krn itu pada peringatan Hari Pendidikan Nasional ini marilah kita tingkatkan Kesejahteraan bagi Operator. Jika operator sejahtera maka hasil kerjanyapun akan baik. Dan data akan di sincron sblm batas cutoff yg di tentukan.

  2. assallamualaikum dan salam sejahtera semuanya, menyimak ungkapan diatas, saya mengusulkan agar Operator Sekolah terkhusus non Pns, agar di buatkan Sistem Standarisasi Operator Sekolah seluruh Indonesia di bawah Naungan Permendiknas, antara lain standar jobdis, standar honor, standar akademis dlk, agar kami operator memiliki kedudukan yg lebih jelas, walau bukan Pns, terima kasih. wass….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi