Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Perang Besar Pemprov NTT Melawan Virus Corona, Selamatkan Rakyat!

6 min read

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Yosep Adrianus Nae Soi, MM. (*)

Wabah Corona atau Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina telah menyebabkan keselamatan rakyat NTT terancam dan menghambat seluruh aktivitas warga dan mengganggu pelayanan pemerintahan di berbagai bidang. Dua bulan terakhir, seluruh rakyat NTT hidup dalam suasana yang tidak aman, penuh kekwatiran dan ketakutan kalau-kalau terkena virus corona. Anak-anak tidak sekolah, orang dewasa tidak bekerja, perkantoran swasta maupun pemerintah tutup (komunikasi online), dan kegiatan perekonomian pun terganggu karena arus transportasi yang dibatasi. Penyakit Virus Corona seakan menjadi hantu pencabut nyawa yang membuat semua orang hidup enggan mati tak mau.

Menyikapi bencana Virus Corona tersebut, sejak awal, Pemerintah Provinsi NTT tidak tinggal diam. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Yosep A. Nae Soi, MM bergerak cepat mengantisipasi serangan maut Corona. Kedua pemimpin tertinggi di bumi Flobamorata itu, menggelar rapat bersama seluruh jajarannya mengatur langkah-langkah strategis untuk melakukan tindakan penyelamatan rakyat, mencegah penyebaran virus corona agar tidak membunuh rakyat NTT. Selain itu, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bekerjasama dengan seluruh bupati dan walikota, memerangi Corona dengan mengeluarkan aturan-aturan untuk tindakan pencegahan di seluruh wilayah NTT, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat kelurahan dan desa-desa.

Pemerintah NTT menerapkan gerakan seluruh rakyat mengenakan masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak (Social Distancing), tinggal di rumah saja, rajin cuci tangan, menghentikan warga bepergian kemana-mana (keluar daerah) dan mengantisipasi pemeriksaan dini (Rapid Test) di pintu masuk baik bandara maupun pelabuhan, demi menghindari penyebaran Virus Corona dari luar daerah. Pemerintah juga menyiapkan rumah sakit yang layak dan lengkap dengan tim medis serta alat medis dan obat-obatan yang baik untuk mengobati dan menyelamatkan rakyat dari Cirus Corona.

Selanjutnya, ada juga tindakan-tindakan kongkrit lainnya yang dilakukan ketika serbuan corona tembus ke Kota Kupang, yaitu pemerintah akhirnya memutuskan untuk menutup semua bandara dan pelabuhan agar menghambat atau menghentikan laju Corona ke NTT. Bukan itu saja, pemerintah Provinsi NTT juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp286 Miliar untuk memerangi Corona. Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTT menganggarkan dana sekitar Rp. 286 miliar lebih. Selain itu, dana itu juga akan dimanfaatkan untuk pencegahan dan penanganan kesehatan, jaringan pengaman sosial (JPS) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Gubernur saat melakukan Rapat Kerja Telekonferens dengan para Bupati/Walikota se-NTT di ruang Rapat Gubernur Kantor Gubernur Sasando, Kamis (16/04/2020) lalu.Hal itu disambut gembira oleh seluruh rakyat NTT.

Sejak awal, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berusaha dan berupaya dengan kerja keras yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh infrastruktur pemerintahan di daerah ini mendatangkan hasil yang signifikan. Karena itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berharap agar Provinsi NTT negative Covid-19. “Karena itu kepada seluruh rakyat NTT, Gubernur mengharapkan mudah-mudahan kita menjaga provinsi ini sehingga sampai kapan pun kita negatif virus corona. Kita saling bekerja sama; bergandengan tangan baik pemerintah maupun masyarakat dalam berbagai tingkatan,” tandas Viktor Laikodat. Hal tersebut, artinya, Pemprov NTT sudah sigap dengan strategi cepat yang dilakukan, mereka bertekad NTT harus tetap aman dari serangan Corona, dan alhasil tekad keduanya berhasil membuat NTT Zona Hijau dari serbuan Corona. NTT mendapat perhatian dan pujian berkat kerja keras Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang didukung para bupati dan walikota.

Namun apa mau dikata, posisi Zona Hijau (aman) tersebut tak bertahan lama setelah pecah telur dimana ada warga NTT yang tertular Corona dan dinaytakan positif.Pecahnya telur Corona itu, membuat Gubernur Viktor dan Wakil Gubernur Nae Soi merasa tidak aman karena Corona merobek pertahanan NTT dan mengancam keselamatan rakyat. Tindakan lebih tegaspun dilakukan kedua pemimpin tersebut, yaitu melakukan karantina selama 14 bari warga yang terpaksa datang dari luar karena urusan penting atau mendadak, menutup seluruh bandara dan pelabuhan, termasuk pintu perbatasan Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste, menghentikan arus manusia dari luar dan dari dalam. Arus mudik dari NTT ke luar daerah dan dari luar ke NTT pun dihentikan. Mereka meminta lebih tegas agar semua warga displin mematuhi aturan Sosial Distancing agar mematikan penyebaran Virus Corona. Keduanya juga mengehentikan seluruh perjalanan dinas pemerintah, dan seluruh pegawai tetap bekerja secara online agar fungsi pelayanan pemerintah tetap berjalan.

Perang besar melawan Corona membuat Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tidak tidur. Keduanya siang dan malam tetap mengawasi kerja seluruh aparaturnya dan memerintahkan semua anak buahnya tetap bekerja ekstra dengan menjaga keselamatan diri. Koordinasi terus dilakukan, baik kepada pemerintah pusat dan kabupaten/ kota terkait dengan semua strategi dan langkah pemberantasan penyakit Corona, agar tidak merebak luas di NTT.

Di tengah kerja keras kedua pemimpin bersama seluruh bupati dan walikota, beberapa waktu muncul data terbaru bahwa jumlah penderita Corona bertambah. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 NTT, Penyebaran Covid-19 di NTT meningkat. Kini sudah mencapai 9 pasien yang terkonfirmasi positif, 7 pasien berada di Kota Kupang dan 2 pasien di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, Jumat (01/05/2020) malam merincikan hingga Sabtu siang (2/5), data yang terkumpul dari 22 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se NTT adalah sebagai berikut: 1).Jumlah OTG ada 380 orang dengan estimasi OTG dalam masa pemantauan ada 330 orang dan OTG selesai dipantau ada 50 orang.2).Jumlah ODP, PDP, terkonfirmasi ada 1711 orang. 3).Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1642 orang dengan estimasi 1214 orang yang telah selesai masa pemantauan dan 10 orang masih dirawat. Orang-orang yang masih dalam masa perawatan antara lain, 4 orang di RSU Karitas, 1 orang di RSUD. Ben Mboy, 1 orang di RS. Siloam Labuan Bajo, 2 orang di RSUD. Umbu R.Mehang, dan 2 orang di RS TC.Hillers Maumere. Selain itu, terdapat 374 ODP yang melakukan karantina mandiri, 43 orang mengikuti karantina terpusat, dan 1 orang meninggal dunia. 4).Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 59 orang dimana ada 6 orang yang dirawat: RSUD. SoE:1 Orang, RSUD Kalabahi:1 Orang, RSUD.SK Lerik: 1 Orang, RSUD. Umbu Mehang : 1 Orang, RSUD. Komodo:2 Orang, RSUD Lewoleba:2 Orang, 5). Orang dipantau di rumah:Kabupaten Alor:4 Orang, Kota Kupang :1 Orang, Sumba Barat:1 Orang, Kabupaten Lembata:1 Orang, dan Pasien yang sembuh ada 37 orang dan pasien meninggal ada 8 orang. Sedangkan dari 128 sampel yang dikirim, 73 dinyatakan negatif, 10 sampel positif Covid-19, termasuk pasien pertama yang sudah sembuh, kemudian 45 sampel belum ada hasil.

Melihat serbuan corona yang kian merobek dinding pertahanan NTT, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Yosep A. Nae Soi, tetap bekerja keras dengan mengajak seluruh rakyat NTT agar tidak panik, takut, dan menyerah dalam peperangan besar melawan Corona. Sebagai pemimpin yang bertanggungjawab dan mengayomi seluruh rakyat NTT, keduanya kembali mengingatkan seluruh warga NTT agar tetap disiplin dan waspada dan menaati seluruh protokol kesehatan yang disampaikan oleh WHO dan otoritas Pemerintah Indonesia.

“Kita harus tetap waspada dengan tertib mengikuti rambu-rambu keselamatan yang ada, sehingga kita tidak tertular virus Corona. Mari kita tetap di rumah, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan mengurangi bepergian yang tidak mendesak. Kita juga harus tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar wabah ini segera berlalu dari NTT dan negara kita, sehingga kita semua kembali normal dalam melaksanakan tugas masing-masing. Sebagai pemerintah, kami tetap bekerja keras dengan segala cara, agar mengurangi atau menghentikan atau memutuskan rantai penyebaran Corona. Kita semua harus patuh pada rambu-rambu yang sudah ada demi keselamatan kita semua,” ajak Wagub NTT, Yosep Nae Soi, belum lama ini.

Kerja keras Gubernur dan Wakil Gubernur NTT belum selesai. Tantangan yang kian besar dan berat kini dihadapi. Untuk itu, bukan hanya Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa yang bekerja sendiri, tetapi harus didukung penuh oleh seluruh instansi seperti aparat Polisi dan TNI, pimpinan LSM, pimpinan perusahan swasta, BUMN, pimpinan semua agama dalam mengajak dan menghimbau agar warga, jemat, umat atau seluruh rakyat harus benar-benar secara sadar menjaga dan mematuhi semua rambu-rambu yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama. Perjuangan besar dalam perang besar melawan Corona tidak cukup hanya dengan doa saja, tetapi harus dengan kesadaran penuh secara bersama-sama. “Kita Bangkit, Kita Sejahterah songsong masa depan baru, hanya dengan iirama kesadaran, kompak bersatu padu, tanpa pamrih dan penuh solidaritas bersama membebaskan diri dari Hantu Raksasa Pandemi Covid-19. (Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi