Kam. Feb 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

8 views

Investor Jakarta Bidik Kelapa, Kakao dan Mente Sikka dan Flores Timur

3 min read

Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek, bersama para investor ketika melihat dan menemui petani di kebun Mente, di Kabupaten Flores Timur. (*)

Para investor Jakarta didampingi Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek saat melihat biji Kakao di Desa Nangablo, Kabupaten Sikka. (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,–Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur,  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi komoditi unggulan yang telah lama menjadi mesin ekonomi para petani. Komoditi-komoditi yang paling besar adalah Kelapa (Kopra), Kakao (Coklat) dan Mente. Sejak lama pula, Kelapa, Kakao dan Mente menjadi rebutan para pedagang (pengusaha) dari luar daerah. Mereka berbondong-bondong datang ke Sikka dan Flotim untuk membeli komoditi rakyat tersebut.

Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, belum lama ini di Jakarta, mengatakan, saat ini, banyak investor bertemu dengan dirinya guna menjajaki pintu masuk ke NTT untuk mengembangkan bisnis Kelapa, Kakao dan Mente. Mereka (investor) ingin membangun kerja sama dengan pemerintah dan para petani dalam hal perdagangan Kelapa, Kakao dan Mente.

“Saat ini para investor sudah menemui saya. Mereka ingin masuk ke NTT, secara khusus di Sikka dan Flotim untuk menjajaki dan membeli komoditi Kelapa, Kakao dan Mente. Kami menyambut gembira keinginan mereka karena akan berdampak pada peningkatan ekonomi para petani jika rencana mereka berjalan mulus. Sebagai kepala penghubung, kami selalu siap memfasilitasi mereka ke Sikka dan Flores Timur,” terang Viktor di kantornya.

Diungkapkannya, beberapa waktu lalu dirinya mengantar beberapa investor ke Maumere dan Larantuka untuk melihat langsung seperti apa potensi yang dimiliki petani dan seperti apa tingkat produksi tiga jenis komoditi unggulan rakyat itu.

“Ya, saya sudah antar mereka ke Sikka dan Flotim karena mau lihat langsung Kelapa, Kakao dan Mente. Mereka sudah melihat centra-centra Kelapa dan Kakao di Sikka dan juga Mente di Flotim. Kita berharap selanjutnya bisnis jual beli komoditi atau pun pabrik bisa mereka buka di sana. Semua tergantung dari hasil kajian mereka,” terang Viktor.

Sementara itu, Johanes Petrus, salah satu petani Kelapa dan Kakao di Sikka, menyambut positif kedatangan para investor yang langsung turun melihat potensi perkebunan kelapa dan kakao. Dia berharap, ke depan ada kerja sama antara pengusaha dan para petani kelapa dan kakao sehingga dapat meningkatkan produksi para petani.

“Saya sangat senang dengan kedatangan para investor bersama Pak Viktor. Ini gebrakan yang baik dari Pemerinahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi. Saya berharap ke depan terjadi kerja sama antara kami petani dengan pengusaha. Jika sudah ada kerja sama dan adanya kepastian harga komoditi, maka sudah pasti tingkat produksi komoditi meningkat,” katanya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, hadir di Jakarta dan Jogyakarta melaunching Masyarakat Ekonomi NTT atau ME-NTT. Dalam pertemuan dengan para investor di Hotel Borobudur dan Hotel Grand Dafam, Nae Soi membuka pintu yang seluas-luasnya bagi seluruh pengusaha untuk datang berinvestasi di NTT di berbagai bidang.

Pada kesempatan itu, Wagub Nae Soi juga menegaskan dan meyakinkan kepada para investor, agar tidak sungkan atau takut ke NTT, karena Pemerintah Provinsi NTT menjamin dan mempermudah segala proses ijin dan administrasi lainnya.  

Untuk diketahui, mayoritas masyarakat Kabupaten Sikka memiliki kebun kelapa dan kakao. Komoditi Kelapa dan Kakao menjadi penghasil uang terbesar bagi rakyat. Namun seiring harga kopra dan kakao yang turun, maka masyarakat juga mengembangkan tanaman komoditi lain seperti Cengkeh dan Fanili.

Diketahui pula, selain Sikka, Kabupaten Flores Timur yang dapat ditempuh dengan jalan darat dari Maumere, adalah kabupaten penghasil biji Mente terbesar di NTT. Kondisi geografis Flores Timur sangat mendukung berkembangnya tanaman komoditi nomor satu ini.  Sejak lama, para petani Mente menggantungkan hidup ekonominya dari komoditi Mente.  (Bungkornell/NBC)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi