Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Nilai Tukar Petani NTT 106,80 Persen di Bulan Agustus 2019, Meningkat 0,39 Persen

2 min read

Para Petani di Bajawa, Kabupaten Ngada sedang panen padi. (*)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,- Nilai Tukar Petani (NTP) Nusa Tenggara Timur pada bulan Agustus 2019 meningkat. Kondisi ini
didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektorpadi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Dalam rilis BPS NTT per 1 Agustus 2019, disebutkan bahwa pada bulan Agustus 2019, NTP NTT sebesar106,83 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar106,86 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 103,01untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 105,51 untuk subsektortanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 110,80 untuk subsektorpeternakan (NTP-Pt), dan 108,45 untuk subsektor perikanan(NTP-Pi).

Dengan demikian, menurut dara BPS NTT, terjadi peningkatan sebesar 0,39 persen pada NTP Agustus 2019 jika dibandingkan dengan NTP Juli 2019. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar (term oftrade) petani di pedesaan meningkat dibanding bulan sebelumnya atau terjadi peningkatan pendapatan petani 6,83% dengan biaya hidup yang dikeluarkannya.

Hal ini disebabkanadanya peningkatan harga jual hasil pertanian sedangkan harga konsumsi rumah tangga mengalami penurunan.
Di daerah perdesaan terjadi deflasi khususnya pada hargakomoditi sandang, bahan makanan dan perumahan.

Sebelumnya, pada bulan Juni 2019, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 105,92 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 105,43 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 102,77 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 105,35 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 109,19 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 108,62 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi). Dengan demikian, maka terjadi peningkatan sebesar 0,87 persen pada NTP Juni 2019 jika dibandingkan dengan NTP Mei 2019.

Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat dibanding bulan sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan harga jual hasil pertanian dan penurunan harga konsumsi rumah tangga seperti bahan makanan. Di daerah perdesaan terjadi deflasi pada bulan Juni 2019 sebesar 0,08%. Faktor pemicunya adalah adanya penurunan harga pada komoditas bahan makanan.

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Alami Kenaikan 8,48

Selain NTP, NTT juga mengalami pertumbuhan yang baik di bidang Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang. Menurut data BPS per 1 Agustus 2019 disebutkan bahwa Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q) triwulan II tahun 2019 di NTT mengalami kenaikan sebesar7,18 persen dibanding triwulan I tahun 2019, dan pertumbuhan(y-on-y) triwulan II tahun 2019 terhadap triwulan II tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,48 persen.

Sedangkan, pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (q-to- q) triwulan II tahun 2019 naik sebesar 14,70 persen dibandingtriwulan I tahun 2019, dan pertumbuhan (y-on-y) triwulan IItahun 2019 terhadap triwulan yang sama tahun 2018 NTT naiksebesar 25,03 persen. (Sumber BPS NTT/korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi