Kam. Jan 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT dan Bupati Sikka Ekspor Ikan Tuna dan Cakalang ke Korea Selatan dan Jepang

3 min read

Ikan Cakalang, salah satu jenis ikan terbanyak di laut Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (*)

MAUMERE, NTTBANGKIT.COM,- Kabupaten Sikka adalah kabupaten dengan potensi laut terbesar di NTT. Di lautan biru Maumere menyimpan hasil laut yang luar biasa, salah satunya adalah ikan-ikan berbagai jenis. Sejarah pernah membuktikan di Kabupaten Sikka dibangun perusaan besar pengalengan ikan oleh PT. Bali yang pernah sukses dalam memasok ikan ke luar negeri. Saat ini, sejarah kembali berulang, dimana kehadiran PT. KCBS. Perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, penjualan dan pendistribusian ikan Cakalang dan Ikan Tuna mulai membangun ekononi dan bisnis perikanan untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Perusahan yang membeli ikan-ikan tangkapan nelayan Sikka ini,Jumad (24/7/2020) lalu melakukan ekspor ikan Cakalang asap sebanyak 20 ton frosen. Ikan-ikan yang diproduksi PT. KCBS tersebut di ekspor ke Negara Korea Selatan. Ekspor ikan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong dan pimpinan perusahaan tersebut disaksikan oleh para awal media di Sikka.

Setleh ekspor ikan Cakalang asap, beberapa hari kemudian PT. KSCBS kembali melakukan ekspor ikan Tuna sebanyak 12 ton frosen sashimi. Hal yang luar biasa, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu (26/7), turun langsung ke Sikka untuk melakukan ekspor ikan 12 ton tersebut ke Negara Jepang. Hal ini menjadi sejarah baru di era kepemimpinan Bupati Robi dan Gubernur Viktor. Dimana NTT, secara khusus Kabupaten Sikka mampu memproduksi ikan yang menembus pasaran negara-negara di Asia.

Sambutan gembira Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (24/7) mengapresiasi PT. KSCBS yang telah memulai membangun ekonomi Sikka dengan mengolah hasil laut. Dia mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengembangan sektor perikanan di wilayah Kabupaten Sikka. Untuk itu, pemerintah pun akan melakukan komunikasi secara serius dengan para investor untuk mengolah potensi hasil laut di Kabupaten Sikka dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

“Kita pasti akan ekspor secara terus- menerus. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan. Pemerintah daerah sudah pasti mendukung penuh semua upaya perusahaan dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah. Mari kita bergandengan tangan membangun daerah,” ujar Bupati Robi kepada wartawan belum lama ini.

Sementara itu, Gubernur NTT,Viktor Laiskodat pada kesempatan kunjungan kerjanya, mengajak semua pihak untuk mengucapkan syukur atas kinerja yang sudah diperoleh saat ini. Walau ditengah pandemi covid-19 yang mengintai dunia, NTT masih dapat mengekspor ikan keluar negeri.

“Kita tahu bahwa Indonesia juga mengalami pandemi ini. Tapi kita harus bersyukur dan terus bersemangat, mulai dari bupati, masyarakat, dan terkhusus pengusaha yang berinvestasi di NTT masih dapat bekerja dan melakukan ekspor ikan ke luar negeri. Ini peluang yang sangat besar bagi NTT,” ujar Viktor Laiskodat di halaman Kantor PT. KCBS, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok, Kota Maumere usai menyaksikan proses pengolahan ikan tuna dan sashimi oleh karyawan PT. KCBS.

Gubernur NTT Saat Menikmati Sashimi Hasil Olahan Karyawan/i PT. KCBS Maumere, Kabupaten Sikka

Namun demikian,Viktor mengakui ia mendapat laporan bahwa di balik ekspor dua jenis ikan tersebut, ada masalah yang harus ditangani segera, yakni minimnya alat tangkap atau sumber daya serta sumber daya karyawan di lokasi pabrik. Oleh karena itu, kta dia, ke depan pemerintah akan memperhatikan masalah tersebut secara serius. “Alat tangkap, sumber daya karyawan harus diperhatikan agar NTT dapat mengekspor langsung ke negara tujuan,” ujar Viktor.

Lebih lanjut, Viktor mengatakan bahwa pemerintah akan menyampaikan kondisi ini ke Menteri Perdagangan dan Presiden Joko Widodo. Karena NTT memiliki potensi perikanan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah.

“Saya akan membawa informasi ini kepada Menteri dan Presiden. Saya yakin potensi ini dapat memperbaiki ekonomi masyarakat NTT pada umumnya. Alat tangkap harus ditambah, karyawan-karyawan harus mendapat pelatihan-pelatihan yang lebih mendalam,” ujarnya.

Dari sisi pasar, Gubernur Viktor mengatakan bahwa market atau pasar harus didesain menjadi lebih baik lagi. Dari market yang ada harus ditambah lagi. Pemerintah akan merapat ke Jepang, bicara dengan pemerintah dan pengusaha Jepang.

“Modal terbesar itu adalah sumber daya. Maka sumber daya yang harus kita perbaiki. Kalau bicara uang kan gampang, tapi sumber dayalah yang masih jadi masalah. Nelayan harus menangkap dengan baik dan karyawan pun harus bekerja secara baik. NTT harus mengirim atau mengekspor langsung ke negara tujuan ekspor. Karena ada 2 pesawat yang sudah disiapkan untuk NTT. Soal ini, sebelumnya saya juga sudah bicara dengan Menteri Perdagangan, dan diharapkan sekitar bulan Juli tahun depan, kita sudah bisa kirim langsung ke negara tujuan,” tandas Viktor.(SFN/02/kornelismoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi