Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat Apresiasi Produksi Garam Beryodium Milik Kopdit Pintu Air

2 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH saat meninjau Rumah Produksi Konsumsi Garam Beruodium milik Kopdit Pintu Air di Talibura, Kabupaten Sikka, Senin (27/7/2020)

NTTBANGKIT.COM,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat,SH mengapresiasi usaha Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air yang membangun Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Laiskodat memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kopdit Pintu Air karena turut memajukan sektor riil ekonomi masyarakat NTT. Baginya, sektor garam di NTT memiliki prospek yang bagus ke depan.

“Saya ini biasa urus garam. Sejak jadi gubernur urus garam. Saya sekarang kerja garam 2.000 hektare,” tutur ketika mengunjungi Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium saat kunjungan kerjanya ke Sikka, Senin (27/7/2020).

Dalam kesempatan itu, ia berjanji akan mendatangkan tenaga profesional untuk meninjau lokasi tambak garam di Nangahale.

“Saya akan datangkan orang profesional untuk melihat tambak ini. Selanjutnya kita buat garam yang benar, bisa garam untuk konsumsi dan garam untuk industri,” ungkapnya.

Produksi garam dari Nangahale saja, kata Viktor Laiskodat, bisa mencukupi kebutuhan garam dari Sikka hingga Alor. Bila produksinya ditingkatkan dengan lahan yang luas, pasti cakupan pasarnya juga lebih luas. “Kita bisa jual ke luar,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pintu Air yang telah bekerjasama memberikan alat kemas garam. Selanjutnya ia akan kerahkan Dinas Perindustrian Provinsi NTT untuk membantu.

Untuk diketahui, Rumah produksi garam bernaung di bawah PT Garam Pintar Asia yang adalah salah satu garapan sektor riil milik KSP Kopdit Pintu Air.

Sementara itu, Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT karena telah berkunjung ke Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium.

“Kami bangga karena mengunjungi dan mendatangi kami,” ucapnya.

Jano mengatakan bahwa beberapa tahun belakangan, KSP Kopdit Pintu Air benar-benar serius menggarap sektor riil. Sekarang ini, dua sektor yakni sektor biru (garam) dan sektor hijau (minyak kelapa) jadi fokus pengembangan.

Dua sektor tersebut digarap, karena bagi Jano, NTT itu identik dengan nelayan, peTani, peTernak dan Buruh (NTT-B). Baginya, koperasi tidak membutuhkan uang dari pemerintah, yang dibutuhkan adalah dampingan dan pelatihan.

Penanggungjawab Rumah Produksi Garam Konsumsi Beryodium, Romo Moses Kuremas dalam kesempata tersebut mengajak Gubernur Viktor Laiskodat meninjau lokasi tambak garam sekaligus memanen perdana garam pada tahun 2020.

Ia juga menjelaskan cara kerja mesin produksi garam, dari awal hingga menjadi garam dalam kemasan. (ekoranttcom/korneliusmoanita/nbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi