Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Flores Destinasi Pariwisata Berkelas Dunia, Kini Jadi Rebutan Para Investor

4 min read

Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani (*)

NTTBANGKIT.COM,–Beberapa waktu lalu, pengusaha kaya raya Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani berkunjung ke Maumere, Flores, dan beberapa kabupaten lainnya, seperti Labuan Bajo. Kunjungan yang tiba-tiba dan menghebohkan jagat media tersebut membuktikan bahwa Pulau Flores kini menjadi destinasi pariwisata yang super prioritas terbuka

Menurut tokoh Flores-NTT di Jakarta, Petrus Selestinus, SH, seperti dilansir Suaraflores.Net, kunjungan Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani sebagai wisatawan ke Pulau Flores, akan semakin memperkokoh posisi Pulau Flores sebagai Kawasan Strategis bahkan Super Strategis Pariwisata. Pasalnya, Pulau Flores memiliki potensi dan pengaruh penting dalam aspek pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup dan pertahanan keamanan.

Dia mengatakan, kunjungan tersebut sekaligus memperkuat alasan penolakan masyarakat NTT terhadap program Wisata Halal dari Kementerian Pariwisata yang beberapa waktu lalu hendak diterapkan BOP Labuan Bajo, namun ditolak masyarakat NTT, karena bertentangan dengan konstitusi.

“Kedatangan Emir Qatar Syaikh Tamim Bin Hamad Al-Thani betul-betul murni sebagai rekreasi dan sudah paham dengan hukum positif Negara Indonesia, sehingga Emir Qatar bisa langsung menuju ke obyek wisata Teluk Maumere untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi atau untuk mempelajari dan menikmati keunikan daya tarik wisata yaitu keindahan alam Taman Laut, Teluk Maumere sebagai tempat menyelam terpopuler, begitu juga dengan beberapa tempat lain di NTT,” ungkapnya.

Emir Qatar dan rombongannya, lanjut Selestinus, sudah tahu bahwa sebagai wisatawan, pihaknya terikat kepada hukum Indonesia yang mewajibkan setiap wisatawan menjaga dan menghormati norma agama, adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat, terang Selestinus. 

Kunjungan wisata Emir Qatar, menurutnya, harus jadi pelajaran bagi semua pihak terutama Kementerian Pariwisata bahwa tidak semua destinasi wisata dengan status super prioritas dapat diterapkan program wisata halal. Hukum positif khususnya UU Kepariwisataan dengan tegas menyatakan bawa Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam kesimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia dan hubungan antara manusia dengan lingkungan, keberagaman budaya dan kearifan lokal..

Sebagai Kepala Negara, lanjut Selestinus, Emir Qatar dan rombongannya sudah pasti memiliki informasi lengkap tentang kondisi geografis, kultur masyarakat dengan toleransi yang tinggi, masyarakat majemuk dengan mayoritas beragama Katolik, dengan adat budaya yang bebeda di setiap kabupaten, sehingga Emir Qatar dan rombongannya dengan kepercayaan penuh datang berkunjung, sekaligus bagi warga Muslim Flores ini merupakan sebuah kunjungan kehormatan, karena bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri dimana sebagian Warga Flores beragama Muslim, sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Ini menjadi bukti bahwa faktor budaya dan keindahan alam Pulau Flores, NTT yang menjadi tujuan utama kunjungan Emir Qatar, bukan persoalan ada atau tidak program Wisata Halal di Flores bahkan di Indonesi,” tutup Selestinus.

Emir Qatar Tokoh Kelas Dunia Kedua Yang Mengunjungi Pulau Flores

Emir Qatar menjadi tokoh kelas dunia kedua yang mengunjungi Pulau Flores. Tokoh dunia pertama yang mengunjungi Pulau Flores adalah pemimpin tertinggi umat Katolik se-dunia, Paus Johanes Paulus II yang datang ke Maumere pada tahun 1982. Namun, misi keduanya berbeda, Emir bermisi untuk berinvestasi di Flores dan Paus Johanes (almarhum) bermisi agama Katolik dan kemanusiaan.

Pasca kunjungan Emir Qatar, beberapa bulan kemudian Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo, Manggarai Barat. Kunjungan tiba-tiba Jokowi tersebut membuat Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan lain-lain harus berlari kencang untuk bekerja keras membangun pariwisata Labuan Bajo dan Flores sekitarnya yang telah ditetapan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32.

Ketika tiba di Labuan Bajo, Joko Widodo meninjau Pulau Rinca. Pulau tersebut merupakan salah satu kawasan yang berada di dalam Taman Nasional Komodo yang sangat favorit bagi para wisatawan untuk melihat kehidupan komodo di alam bebas.

Presiden Jokowi bukan hanya punya mimpi besar, tetapi sudah dalam grand disain untuk membangun pariwisata Labuan Bajo, Flores. Dia mendorong kerja keras semua kementerian terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, bandara serta pelabuhan demi menyambung kawasan Labuan Bajo dalam satu kesatuan yang terintegrasi.

“Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu (harus) terintegrasi semuanya,” ujar Presiden Jokowi, belum lama ini.

Presiden Jokowi mengatakan, pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo ke depan akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Priovinsi NTT. Rancangan pengembangan tersebut, menurutnya, akan segera dibahas dengan kementerian dan pihak-pihak terkait.

Untuk diketahui, saat ini, Pulau Flores, Labuan Bajo dan kabupaten lainnya, menjadi bidikan para investor. Selain Emir Qatar, begitu banyak perusahaan atau pengusaha dari luar NTT, dari tingkat nasional maupun internasional berlari kencang ke Flores. Mereka berebutan lahan bisnis untuk berinvestasi di berbagai bidang pembangunan. Hal itu, seiring masuknya aliran dana investor ke Badan Penanaman Modal Asing (BPMA) yang akan dikelolah oleh BOP Labuan Bajo. (Kornelis/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi