Ming. Jul 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Investasi SDM Ciptakan Generasi NTT Unggul, Cerdas dan Terampil di Masa Depan

4 min read

Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek dan para pegawai ketika pertemuan dengan Presiden Direktur, Mesiana Surya J, S.S, dan Terry Chang, SE, M.Pd pimpinan Lembaga Korea Culture and Study (IKCS) di Kantor Badan Penghubung NTT, beberapa waktu lalu. (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Dalam menindaklanjuti gerakan masyarakat ekonomi (ME-NTT) yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Alexander Nae Soi, maka Badan Penghubung NTT di Jakarta gencar mendorong para investor di Jakarta maupun dari luar negeri untuk berinvestasi di NTT. 

Dalam dua bulan terakhir, Kepala Badan Penghubung NTT, Drs. Viktor Manek, S.Sos. M.Si, menerima  berbagai investor (pengusaha) yang datang menjajaki peluang berinvestasi di NTT. Salah satunya adalah  Korea Culture and Study (IKCS), sebuah lembaga resmi yang khusus menangani kerja sama pendidikan Korea Selatan-Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Kaban Viktor Manek beberapa waktu lalu, Mesiana Surya J, S.S, Presiden Direktur Korea Culture and Study (IKCS), mengatakan, NTT akan maju berkembang pesat dengan daerah lainnya, jika menyiapakan generasi-generasi cerdas dan terampil yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan di kemudian hari. Untuk itu, kata dia, Pemerintah NTT, baik gubernur dan para bupati/ walikota harus melakukan investasi besar-besaran dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Direktur IKCS, Terry Chang, SE, M.Pd, saat itu memaparkan peluang-peluang program (jurusan) pendidikan bagi anak-anak NTT ke Korea Selatan yang dapat ditangkap, seperti Otomotif, Alat-alat berat, Penerbangan, Kecantikan, Tata Boga, Pariwisata, Fasshion Design, Hotel Management, IT, Drone, IT-Security, Animasi, 3D-Print, Las, CNC, CAD, Listrik dan Mesin. Jurusan-jurusan tersebut terbuka dan bebas dipilih sesuai keinginan para siswa. Hal yang menguntungkan bagi para siswa yaitu bisa sekolah sambil kerja untuk mendapatkan penghasilan setiap bulan sesuai lama jam kerja.  

Selanjutnya, kembali menurut Mesiana Surya, jika pemerintah ingin masyarakat NTT cerdas, maka pemerintah harus berani melakukan gerakan besar investasi anggaran bagi setiap anak-anak NTT yang kemudian dikirim untuk study dan belajar di Korea Selatan.  Sekembali dari Korea Selatan, maka putra-putri NTT akan mampu menciptkan lapangan kerja, baik bagi dirinya, maupun bagi lingungan dan daerahnya. Pasalnya, mereka akan memiliki sertifikat (ijasah) keterampilan khusus di berbagai bidang sehingga tidak diragukan lagi kemampuan mereka.

“Kami menawarkan program ini karena kami ingin anak-anak NTT menjadi generasi yang cerdas, tangguh dan terampil dalam menghadapi tantangan di masa depan yang makin keras. Untuk itu, kami berharap Pemerintah NTT dapat menangkap peluang kerja sama ini untuk mengirim  anak-anak NTT belajar dan bekerja di Korea Selatan. Dengan belajar di Korea Selatan akan meningkatkan kedisiplinan, kemandirian, keterampilan, dan menciptkan generasi NTT yang mampu membangun daerahnya sendiri. Memang, mereka harus belajar bahasa Korea Selatan dan Bahasa Inggris agar bisa mengikuti program ini, dan itu kami sudah siapkan tahapan-tahapan beserta dukungan dana dari Pemerintah NTT,” pungkasnya Melyana yang didampingi Tokoh NTT asal Pulau Sumba, Gustav Mbapa.

Program pendidikan di Korea Selatan ini, lanjutnya, mendukung penuh apa yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT yang telah menjadikan SDM sebagai salah satu program andalan. Ia kemudian mengapresiasi apa yang telah dilakukan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat yang telah memulai dengan mengirim anak-anak NTT belajar berbagai keterampilan di luar negeri, seperti di Australia. Dia berharap, gerakan itu terus dilakukan setiap tahun.   

Pemerintah Korea Selatan Buka Kerja Sama Pendidikan

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, pertemuan perdana telah dilakukan antara Badan Penghubung Pemda NTT Lembaga Indonesia Korea Culture and Study (IKCS) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jend. Sudirman No. Kav. 86, Karet, Jakarta Pusat, Kamis (25/07/19). Pertemuan ini bertujuan membangun kesepakatan kerja sama antara Pemda NTT dan Korea Selatan di bidang pendidikan. Rencana kerja sama tersebut merupakan trigger dari program Vocational Training Program yang ditawarkan Pemerintah Korea Selatan.

Dikatakannya, tidak tanggung-tanggung, visa yang akan diberikan bagi peserta program tersebut adalah  E7-4, yaitu visa yang dikhususkan untuk tenaga kerja profesional. Visa E7-4 ini dimaksudkan agar para peserta bisa mencari part-time dengan fee yang layak bagi mahasiswa yaitu minimal Rp 100.000/ jam.

“Pemerintah Korea Selatan pada tahun ini membuka kerja sama dengan negara-negara luar untuk program pendidikan, dimana anak-anak tamatan SMA/SMK ke atas bisa mengambil peluang untuk melanjutkan studi di Korea Selatan. Selain kuliah, kita juga akan membantu mencari kerja  part-time dengan fee yang layak bagi mereka dengan modal visa E7-4,” kata Mesiana.

Menanggapi tawaran investasi pendidikan ke Korea Selatan, Kaban Viktor Manek, dalam dialog dengan pimpinan lembaga tersebut menyambut gembira. Dia mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka dan membuka peluang bagi semua investor dan lembaga yang ingin mendukung pembangunan SDM NTT dan SDA NTT di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Dia berjanji akan melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat di Kupang untuk  selanjutnya terbangun kerja sama yang saling mendukung.

“Saya berterima kasih sekali dengan kedatangan bapak ibu yang telah berinisitif untuk memajukan pendidikan anak-anak NTT. Apa yang dipaparkan ini akan kami sampaikan kepada Gubernur NTT. Prinsipnya, kami selalu membuka diri dengan pihak manapun untuk mendukung pembangunan SDM di NTT,” kata Viktor Manek gembira.

Untuk diketahui, Pemerintah NTT dibawa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi tengah gencar menjalankan program peningkatan SDM. Selain menyiapkan fasilitas pendidikan dan dukungan anggaran pendidikan serta kualitas guru, pemerintah juga telah mulai mengirim putra-putri NTT belajar berbagai keterampilan di luar negeri dengan harapan ketika kembali, putra-putri NTT dapat menerapkan berbagai ketarampilan yang diperoleh untuk membangun berbagai usaha demi peningkatan ekonomi.  (Korneliusmoanita/emil kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi