Jum. Des 4th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pariwisata NTT Nomor Satu Terbaik Dunia, NTT Bangkit Go International

6 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH. (Foto istimewa/bk)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Sejak masa kampanye Pilgub NTT 2018 lalu dan setelah dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,SH dan Dr. Josef A. Nae Soi,MM terus memperjuangkan percepatan pembangunan NTT. Kedua pemimpin di provinsi kepulauan ini menjadikan sektor pariwisata sebagai ‘Prime Mover’ atau penggerak utama. Jika sektor pariwisata digenjot maksimal, maka sektor lainnya otomotis akan berkembang pesat.

Keduanya meyakini bahwa sektor pariwisata akan menjadi pemasok uang terbesar ke kantong PAD dan APBD. Untuk itu, baik Gubernur Viktor maupun Wagub Nae Soi gencar mempromosikan pariwisata NTT, bukan hanya di dalam negeri tetapi memilih negara-negara asing sebagai sasaran promosi obyek-obyek destinasi dan potensi-potensi ekonomi NTT.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam setiap pertemuan dan kunjungan ke daerah terus gencar menegaskan bahwa kemajuan negara-negara besar di dunia, salah satunya karena ditunjang oleh berhasil menjual pariwisatanya ke seluruh penjuru dunia dengan harga yang sangat mahal. Padahal, obyek wisata mereka biasa-biasa saja. Namun negara-negara tersebut sangat piawai mengemas, menata dan mempromosikan begitu gencar dan membuat wisatawan mau datang, meskipun membayarnya dengan sangat mahal.

Dikatakan Viktor, obyek-obyek wisata NTT jika dilihat dari keasliannya, keindahannya, dan keunikannya, NTT jauh lebih unggul dari negara-negara tersebut. Hanya saja, kata dia, kita masih kalah dalam menata, mengemas dan mempromosikannya, sehingga masih dijual dengan harga yang murah. Dengan demikian, maka kita kalah, padahal kita memiliki obyek-obyek atau potensi yang jauh lebih baik dan bervariatif.

“Mereka hanya memiliki satu dua obyek yang dijual sangat mahal. Kita memiliki begitu banyak destinasi yang bukan hanya seperti Komodo dan Danau Kelimutu saja, tetapi ada wisata alam, wisata religi, wisata maritim, dan wisata budaya yang sangat beragam yang tidak ada di negara-negara lain. Potensi kita jauh lebih baik dari mereka. Sekerang sudah saatnya kita bangkit mengelola pariwisata kita bukan dengan cara lama lagi, tetapi dengan cara baru yang lebih fokus mengembangkan Pariwisata sebagai ‘Prime Mover.’Dan ini yang sedang kita lakukan. Pariwisata kita yang langka harus menjadi wisata Premium. Artinya harus mahal. Demi mewujudukan itu, maka kita terus membenahi fasilitas-fasilitas pelayanan dan menata serta membangun infrastruktur demi memberikan pelayanan yang prima atau premium. Dan kita terus mempromosikan pariwisata kita ke seluruh dunia, dan menarik sebanyak-banyak wisatawan ke NTT,”kata Gubernur Viktor Laiskodat, yang dirangkum NTTbangkit.com, dalam beberapa kesempatan.

Gubernur Viktor merasa optimis perjuangannya membangun pariwisata NTT menjadi wisata Premium akan berhasil membawa perubahan besar dalam pembangunan ke depan. Pasalnya, menurut dia, pariwisata akan mendatangkan banyak rupiah yang bisa dipakai untuk berbagai sektor lainnya untuk memajukan NTT, seperti sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain.

Demi menggencarkan promosi menjual pariwisata NTT, selain mengikuti berbagai iven pariwisata di luar negeri, mempromosikan obyek wisata, produksi komoditi rakyat, tenun ikat NTT, dan juga terus mendorong seluruh bupati di NTT menggelar festival-festival budaya setiap tahun di masing-masing kabupaten untuk menarik wisatawan asing. Selain festival, ia juga mendorong pemerintah daerah membenahi obyek-obyek wisata, serta menarasikan setiap seni budaya tradisonal yang ditampilkan agar dipahami oleh para wisatawan.

“Kita punya atraksi-atraksi seni budaya yang unik dan langka. Kelemahan kita hanya menampilkan saja, dan tidak diberikan narasi atas atraksi budaya yang ditampilkan. Narasi sangat penting agar orang bisa mengerti dan memahami atraksi tersebut. Jadi, kita harus menarasikan secara baik,” kata Gubernur Viktor.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM (berbaju kuning) saat tampil berbicara di Seminar Nasional Lemhanas 2019 lalu bersama Sekda Provinsi Banten dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (dok: NTTbangkit)

Seiring sejalan dengan Gubernur Viktor, Wakil Gubernur Nae Soi, mengatakan, untuk mendukung pariwisata NTT dan menarik wisatawan ke NTT, selain melakukan iven-iven pariwisata, promosi di luar negeri, pemerintah provinsi NTT juga gencar menyiapkan sarana transpotasi pendukung pariwisata di seluruh NTT. Pembangunan jalan, air dan listrik terus dilakukan, dan bandara dan pelabuhan terus dibenahi dan dibangun baru demi melancarkan arus transportasi darat, laut dan udara. Ia yakin, dengan sarana transportasi yang baik, maka arus wisatawan akan aman dan lancar datang ke NTT.

“Saat ini kita memiliki 15 bandar udara. Arus transportasi udara sudah sangat lancar dengan masuknya berbagai maskapai, termasuk dibukanya jalur penerbangan Kupang-Darwin-Timor Leste. Kita akan membangun juga bandara baru, seperti di Sabu Raijua. Kita terus membenahi fasilitas bandara, dan juga membangun jalan provinsi yang masih 1.600 an Km rusak dan rusak berat. Kita terus membangun jaringan listrik bersama PLN yang hampir tuntas. Kendala kita adaah anggaran, dan kita terus berupaya. Dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai Prime Mover, kita yakin pembangunan di berbagai sektor ke depan akan makin baik,”kata Wagub Nae Soi dalam pertemuan dengan NTTbangkit.com, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Agar pembangunan pariwisata terus meningkat pesat, maka Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong setiap warga terlibat, dengan cara menampilkan keramahtamahan dalam menyambut wisawatan, menjaga kebersihan, menciptakan kenyamanan dan memberikan pelayanan yang prima sehingga wisatawan asing merasa betah dan mau kembali lagi ke NTT. Keberhasilan pariwisata, menurut Wagub Nae Soi, bukan dari berapa banyak orang yang datang ke NTT, tetapi berapa banyak orang yang kembali lagi ke NTT setelah ia mengunjungi NTT. Entah itu keluarga atau pula rekan-rekan dan jaringan mereka.

Selanjutnya, agar pembangunan pariwisata juga berdampak bagi peningkatan ekonomi rakyat, Pemerintah Provinsi NTT mendorong dan mendukung setiap warga di daerah yang menjadi destinasi wisata membangun home stay-home stay, pusat centra cenderamata, galeri seni budaya, restaurant, warung-warung makan, travel agen wisata, pertanian (sayur dan buah-buahan) serta peternakan (kebutuhan daging), perikanan untuk memnuhi kebutuhan para wisatawan. Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi setiap warga membangun home stay dan usaha lainnya dengan dukungan dana kredit dari Bank NTT. Kita melarang pengusaha-pengusaha besar membangun home stay dan hotel-hotel besar agar ekonomi rakyat kecil juga bisa berkembang. Pembangunan pariwisata tentunya harus bermanfaat bagi rakyat kecil,” ujarnya.

Raih Kategori Pariwisata Nomor Satu Terbaik di Dunia

Presiden Ir. Joko Widodo ketika mengunjungi Pulau Komodo, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, beberapa waktu lalu. (*)

Di tengah-tengah kerja keras Gubernur Viktor dan Wagub Nae Soi dan jajarannya memembangunan dan promosi besar-besaran pariwisata NTT satu tahun terakhir (selama tahun 2019) di tingkat dunia, tiba-tiba dunia pariwisata Indonesia digegerkan dengan rilis sebuah situs pariwisata ternama di dunia bernama Lonely Planet. Situs perjalanan ternama ini setiap tahun mengadakan survei untuk menentukan daftar rekomendasi destinasi wisata pilihan, dan NTT disebut masuk dalam satu yang terbaik dari 10 destinasi wisata paling top di dunia.

Dalam Lonely Planet’s Best in Travel for 2020, seperti dikutip dari https://www.tripzilla.id, ada empat kategori dalam survai kali ini, yaitu Top 10 Countries (10 Negara Terbaik), Top 10 Regions (10 Daerah Terbaik), Top 10 Cities (10 Kota Terbaik), dan Top 10 Value (10 Destinasi dengan Harga Terbaik, dan alhasil secara mengejutkan, mereka menempatkan NTT sebagai destinasi wisata dengan harga nomor satu terbaik didunia. Dari 4 kategori yang dipilih, Indonesia hanya berhasil masuk dalam satu kategori saja, yaitu Top 10 Value (10 Destinasi dengan Harga Terbaik). Dan nama NTT disebut meraih kategori tersebut. NTT menduduki peringkat tertinggi dengan mengalahkan Budapest di Hungaria, Madhya Pradesh di India, dan 7 tempat lainnya dari seluruh dunia.

Kabar suka cita ini sontak membuat seluruh rakyat NTT tersenyum, lantaran nama NTT disebut sebagai destinasi dengan harga terbaik di dunia. Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor-Josef menjadi makin yakin, dengan dinobatkannya NTT sebagai destinasi wisata terbaik di dunia, maka menjadi moment emas (jembatan emas) bagi NTT untuk terus bangkit membangun pariwisata sebagai Prime Mover, yang selama ini dikampanyekan.

Dengan rilis Lonely Planet tersebut, akan membawa dampak yang besar bagi dunia pariwisata NTT. Mengapa? Pertama, NTT akan menjadi pusat perhatian dunia dimana wisatawan dunia akan melirik dan berbondong-bondong ke NTT. Kedua, NTT sebagai salah satu dari 5 destinasi unggulan Indonesia (super prioritas) akan mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat maupun para investor, dan sudah pasti NTT akan berkembang maju karena sarana infrastruktur akan terus dibangun.

Untuk diketahui, seperti diberitakan media ini, saat ini, Presiden Joko Widodo sudah sangat serius membangun NTT sebagai 1 dari 5 destinasi unggulan Indonesia. Presiden Jokowi membangun Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo untuk mengurusi pariwisata Manggarai Barat dan Pulau Flores lainnya. Presiden menggelontorkan APBN triliunan rupiah untuk membangun bandar udara dan pelabuhan dengan kapasitas internasional. Presiden Jokowi juga membangun sarana air bersih, listrik dan jalan raya untuk melancarkan arus wisatawan dan kemajuan ekonomi daerah.

Seirama dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Viktor-Josep dan senada dengan gerakan Indonesia Unggul dan Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi, maka rilis Lonely Planet yang menyebut NTT sebagai destinasi dengan harga terbaik di dunia adalah “setali tiga uang untuk mencapai NTTbangkit NTT sejahtera dan Indonesia Unggul Indonesia Maju.” Untuk itu harus dijadikan atau menjadi sebuah cambuk untuk memacu pemerintah dan seluruh rakyat NTT untuk berlari lebih kencang membangun pariwisata NTT. (Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi