Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pemprov NTT Kerja Keras Produksi Rumput Laut 2,3 Juta Ton Tahun 2019

3 min read

Rumput laut petani Tablolong, Kecamatan Kupang Barat,NTT. (Foto: Medcom.Id),

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,–Provinsi NTT adalah salah satu provinsi yang kaya akan hasil laut. Salah satunya rumput laut yang telah lama menjadi sumber komoditi yang menjadi sumber pendapatan warga NTT. Setelah mengekspor perdana rumput laut ke Argentina pada 28 Mei 2019 lalu. Saat ini Pemerintah NTT sedang bekerja keras menggenjot produksi rumput laut di berbagai wilayah untuk memenuhi permintaan pasar.

Jika pada tahun 2018 lalu, Pemerintah NTT mampu memproduksi 1,9 juta ton, maka pada tahun 2019 ini, pemerintah bekerja keras dengan menargetkan produksi rumput laut sebesar, 2,3 juta ton.

“Kita terus berupaya agar target produksi rumput laut pada tahun ini bisa mencapai 2,3 juta ton. Berbagai upaya kita lakukan agar produksi bisa meningkat di tahun 2019 ini,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, Ganef Wurgiyanto, seperti dilansir Pos Kupang. Com,Selasa (4/6/2019) lalu.

Dijelaskan Ganef, pemerintah akan memberi bantuan kepada petani rumput laut berupa bibit dan sarana.Untuk hal itu, pihaknya bekerja sama dengan Ibrahim Agustinus Medah (IAM) dan dengan TNC untuk fokus pada beberapa cenra produksi rumput laut. Dikatakannya, pada tahap awal ekspor ke Argentina pihaknya kerja sama dengan PT. Rote Keraginan Nusantara (KRN) berupa chips. Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan produksi.

“Kita upayakan agar produksi rumput laut berkelanjutan, karena untuk ekspor tentu dibutukan kontinuitas dan kualitas,”katanya.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari Antaranews.com, Kamis (20/6/2019) lalu, Ganef Wurgiyanto, mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat sentra-sentra produksi rumput laut yang menyebar di Provinsi NTT untuk mendukung kegiatan ekspor secara berkelanjutan. “Intervensi bantuan berupa fasilitas utama untuk produksi rumput laut seperti benih dan tali kami salurkan untuk memperkuat kapasitas produksi agar pasokan bahan baku untuk ekspor terus berjalan,” katanya kepada Antara di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu terkait upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk menjaga keberlanjutan ekspor rumput laut dari provinsi setempat yang sudah dimulai untuk pertama kalinya pada Mei 2019. Disebutkannya, sejumlah lokasi pengembangan rumput laut yang menjadi sentra produksi seperti di Kabupaten Kupang, yakni Tablolong, Sulamu, dan Pulau Semau. Selain itu di Kabupaten Sabu Raijua dan wilayah Pulau Sumba.

Menurut Ganef, pengembangan rumput laut untuk sementara diutamakan di wilayah selatan NTT dan secara bertahap dilakukan di daerah lain yang potensial. Masyarakat pembudidaya rumput laut di sentra produksi ini, mendapatkan bantuan fasilitas budidaya rumput laut berupa benih sebanyak 40 kilogram dan tali 200 meter untuk setiap orang.

“Bantuan ini disalurkan dengan target nantinya mencakup sebanyak 8.800 orang yang melakukan budidaya,” katanya sambil menambahkan bahwa hasil budidaya rumput laut akan disalurkan untuk pihak perusahaan, yakni PT Rote Karaginan Nusantara di Tablolong.

“Ini untuk memastikan agar pasokan bahan baku selalu siap untuk pabrik sehingga diharapkan ekspor bisa terus berkelanjutan,” katanya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan ekspor perdana rumput laut langsung dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Argentina melalui PT Rote Karaginan Nusantara. Rumput laut yang dikirim dalam ekspor perdana pada Mei 2019 tersebut sebanyak 25 ton dalam bentuk chip.

Gubernur NTT, VIktor Laiskodat seusai melakukan seremoni pemecahan kendi kendi sebagai tanda mulai diangkutnya sebuah kontainer berisi rumput laut ke atas kapal KM. Meratus Labuan Bajo/1901E, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras kolaboratif, sehingga dapat mengekspor perdana rumput laut ke Argentina.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kerja kolaboratif sehingga berhasilnya ekspor perdana rumput laut hari ini,” kata Viktor sembari mengapresiasi semua instansi maupun pribadi-pribadi yang terlibat dalam merealisasikan ekspor langsung tersebut yang menurutnya telah bekerja luar biasa.

Menurut dia, ekspor perdana ini merupakan bagian dari langka awal membangun perekonomian di provinsi berbasiskan kepulauan itu. “Saya optimistis untuk membawa NTT sebagai provinsi yang mampu memberikan kontribusi pada standar-standar dunia itu sedang kita kerjakan,” ujarnya. (Sumber: Poskupang/antara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi