Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat Dorong Peningkatan Penanaman Padi hingga Pengembangan Padi Hibrida di NTT

2 min read

NTTBANGKIT.COM, ALOR — Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa pertanian merupakan sentral kehidupan masyarakat, karena semua manusia pasti membutuhkan makanan.

“Karena itu petani merupakan profesi yang sentral dimana sangat menentukan kehidupan manusia.  Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini,” tutur Gubernur Laiskodat saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Alor, Jumat (31/07/2020) sebagaimana Informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT.

Mantan Anggota DPR-RI Fraksi Nasdem ini juga mengatakan bahwa pihaknya akan mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat dan akan menindaklanjutinya.

“Kita mesti siapkan semua ini dengan baik. Saya minta para  para pimpinan perangkat daerah  baik lingkup provinsi maupun kabupaten yang hadir saat ini untuk mencatat apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan masyarakat,” kata Gubernur Laiskodat dan melanjutkan, “Bapak Presiden dalam arahnnya telah menginstruksikan kepada seluruh Gubernur dan seluruh bupati agar dapat menyiapkan lahan untuk kepentingan pangan dengan memanfaatkam lahan yang telah tersedia maupun dengan membuka lahan baru.” 

Ia juga menegaskan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, ketersediaan pangan merupakan hal yang sangat penting. Tanpa ketersediaan pangan yang baik, niscaya krisis kelaparan akan melanda masyarakat.


Masyarakat Alor saat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat

“Kita ketahui bersama bahwa saat ini dunia mengalami Wabah Covid 19. Bilamana kondisi ini berlanjut maka akan akan terjadi krisis pangan. Kalau terjadi kelaparan di dunia, maka diharapkan rakyat Nusa Tenggara Timur dapat  bertahan hidup dengan mengoptimalkan lahannya,” tutur Politisi partai Nasdem tersebut.

Untuk itu, Gubernur Laiskodat dalam kesempatan tersebut mendorong agar intensitas penanaman padi dapat dilakukan tiga kali setahun. 

Ia juga meminta instansi terkait untuk mendukung proses pengolahan sawah dengan mendatangkan alat-alat pertanian modern dan pendampingan yang intensif untuk meningkatkan intensitas dan produktivitas padi.

“Karena kalau cuma sekali atau dua kali, maka kita harus bisa lakukan  rekayasa. Setelah proses menanam padi maka berikutnya kita menanam jagung  guna memenuhi kebutuhan pangan kita juga,” jelas Laiskodat sebagaimana laporan Humas Pemprov NTT.

Gubernur Laiskodat juga memaparkan bahwa Pemerintah sejatinya harus menyiapkan segala sumber daya untuk menunjukkan produktivitas padi, seperti melalui alokasi dana untuk pengadaan alat-alat produksi berteknologi, hingga pendampingan-pendampingan.

Ia juga mendorong agar para petani NTT bisa meningkatkan kualitas produksi padi, termasuk mencoba untuk melakukan  penanaman jenis padi hibrida. 

Gubernur tentunya meyakini bahwa dengan kualitas dan hasil produksi lebih tinggi, tentunya pasar pun akan melirik sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani-petani kecil di NTT. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi