Sab. Feb 22nd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Festival Lamaholot 2019 Lestarikan Budaya Lamaholot

3 min read

Para penyanyi dan penari tarian adat Lamaholot - Flores Timur saat meramaikan acara pembukaan Festival Lamaholot 2019 (Picture: Ist.)

“Bupati Kabupaten Flores Timur (Flotim) Antonius Gege Hadjon, dalam sambutan pembukanya pada pembukaan Festival Lamaholot 2019 di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Rabu (11/09/2019) mengatakan bahwa tujuan utama dari festival lamaholot adalah untuk memupuk nilai-nilai budaya lamaholot yang sudah hampir punah seiring dengan perkembangan zaman.”

FLORES TIMUR, NTTBANGKIT.com – Bupati Kabupaten Flores Timur (Flotim),  Antonius Gege Hadjon membuka secara resmi Festival Lamaholot 2019 di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, 15 Kilometer arah Barat Kota Larantuka pada  Rabu (11/09/2019) lalu. 

Lamaholot adalah sebuah suku besar di Kabupaten Flores Timur yang terbentang dari Pulau Adonara, Solor, Lembata, sebagian wilayah Alor, dan beberapa di wilayah pulau Flores bagian timur.

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon saat membuka Festival lamaholot 2019 pada Rabu (11/09/2019) – (Picture: kumparan.com)

Festival yang digelar untuk pertama kalinya ini dimaksudkan untuk menamakan rasa cinta akan budaya Lamaholot yang kian hari semakin menghilang dari kehidupan masyarakat Lamaholot.  

Dalam sambutannya, Bupati Flotim menyampaikan, festival kesenian tersebut tidak untuk menarik wisatawan. Festival digelar terutama untuk membanggakan budaya sendiri.

 “Turis kesekian ukurannya. Tapi kalau orang Lamaholot sudah berbangga atas apa yang dimiliki, tentu orang Lamaholot yang pertama menikmati tradisi dan seni dari budaya yang ada,” kata Bupati.

Selain itu, Festival Lamaholot Flores Timur Tahun 2019, sebagaimana dikatakan Bupati Flotim merupakan event perdana di mana Pemda Flotim menggandeng Tim lndonesiana yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Bupati Antonius juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayan yang memasukkan Festival Lamaholot dalam 20 titik Platform Indonesiana. 

Seremonilal Pembukaan Festival Lamaholot 2019 oleh Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon pada Rabu (11/09/2019).

“Saya atas nama rakyat Flores Timur berterima kasih  kepada Pak Menteri Pendidikan yang telah memasukan Festival Lamaholot dalam 20 titik Platform Indonesiana untuk kedua kalinya,” kata Antonius Hadjon. 

Lebih lanjut Bupati Antonius mengatakan,  adanya festival ini memberi dampak budaya yang cukup berarti bagi masyarakat. Karena dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, membuat banyak hal yang berkaitan dengan budaya lokal daerah mulai ditinggalkan. 

“Dari sisi budaya, masyarakat mulai kehilangan arah kemana harus melangkah.  Namun dengan adanya festival ini akan memberikan ruang kepada masyarakat untuk menggali kembali beragam nilai -nilai budaya berharga peninggalan nenek moyang,” ujar Antonius.

Festival Lamaholot akan dilaksanakan di dua wilayah yakni di Lewolema (11-13 September) dan Pulau Adonara (14-15 September). Festival tersebut dimaksudkan untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan, serta kesatuan kampung-kampung adat yang dijaga dengan ritus-ritus serta janji adat budaya Lamaholot sejak zaman dahulu yang pada saat ini sudah mulai hilang secara perlahan.

Ikatan tersebut dicerminkan dalam ritual persatuan seni Lado, Sadok Nonga, Leon Tenada, Dolo-Dolo, Sole Oha, serta tari Hedung. Kesatuan yang diikat akan senantiasa menjaga nilai-nilai dasar Lamaholot seperti persatuan, gotong royong, tolong-menolong, saling menghargai, menghormati, dan mengunjungi. 

Selain itu, Bupati Flotim melarang semua orang yang hadir untuk tidak menggunakan air kemasan selama pelaksanaan Festival. Larangan tersebut bertujuan mengurangi sampah terutama sampah yang berasal dari bahan plastik. Hal ini termaktub dalam Peraturan Bupati Nomor 43/2019.

“Larangan untuk membawa air minum kemasan selama Festival Lamaholot ini sebagaimana tertera dalam Peraturan Bupati Nomor 43/2019 dimaksudkan untuk mengurangi produktivitas sampah di kawasan Flores Timur,” Kata Bupati usai membuka Festival Nubun Tawa II kepada redaktur NBC. 

Para penari tarian adat Lamaholot – Flores Timur siap meramaikan acara pembukaan Festival Lamaholot 2019 (Picture: Ist.)

Adapun mata acara yang dipentaskan saat pembukaan antara lain berbagai tarian khas Flotim, paduan suara, teater, dan kegiatan seni lainnya yang bertempat di Desa Bantala, Lewomena, Flores Timur.

Berikut beberapa mata acara unggulan dalam rundown Festival Lamaholot yang diterima oleh nttbangkit.com dari Panitia Pelaksana Festival Lamaholot:

11 September 2019 diadakan acara Sadok Nonga atau Tinju Tradisional lamaholot di Bantala (Pukul 16.00 WITA – Selesai).

12 September 2019 diadakan acara Le’on Tenada’ atau Atraksi Panah Tradisional di Bantala (Pukul 07.30 – 09.30 WITA).

14 – 15 September 2019 diadakan acara Tarian Perang Adonara, Sole Oha, dan Tarian Balumpa khas Suku Binongko yang akan dilaksanakan di Kowangona – Karing Lamalouk.

Bila para sahabat sekalian ingin menyaksikan secara langsung kekhasan adat dan budaya lamaholot, sahabat sekalian masih bisa menikmatinya di tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas. Namun teman-teman sekalian perlu ingat: “Jangan membawa minuman kemasan.” (*)

Penulis: Emild Kadju

1 thought on “Festival Lamaholot 2019 Lestarikan Budaya Lamaholot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi