Jum. Mei 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Viktor Laiskodat: Kelor Harapan Kita Keluar Dari Stunting

2 min read
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan kepada peserta apel di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari Kupang, Senin (17/2/2020) pagi.

“Gubernur NTT Viktor Laiskodat: Kelor Harapan Kita Keluar Dari Stunting

NTTBANGKIT.com, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) secara tegas pernah mengatakan bahwa Kelor merupakan tanaman ajaib yang bisa digunakan untuk menekan angka Stunting. Namun, VBL menyayangkan bahwa dari 21 pemerintah kabupaten di NTT, belum ada wilayah yang serius mengurus dan mengembangkan tanaman kelor ini.

“Belum ada satu kabupaten yang serius urus kelor. Lahannya di mana? Saya instruksikan agar setiap kabupaten siapkan 1.000 hektare dan setiap rumah tangga minimal lima pohon. Ini harus jadi gerakan bersama,” tutur VBL di depan peserta apel di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari Kupang, Senin (17/2/2020) pagi.

Gubernur juga mengatakan bahwa sampai saat ini NTT belum bisa memenuhi permintaan pasar dari luar NTT, karena kuota kelor NTT yang tidak kurang. Misalnya ketika kelor diminta 1 ton oleh daerah Jakarta, dan NTT belum bisa memenuhinya.

“Saya diminta 1 ton kelor dari Jakarta tapi tidak tersedia,” kata Gubernur.

Salah satu solusi untuk meningkatkan jumlah kelor menurut VBL adalah bahwa pemerintah NTT akan membagikan bibit tanaman kelor secara gratis kepada masyarakat NTT untuk ditanami.

“Untuk rakyat dikasih gratis. Benih jangan buat PAD. Sedangkan kalau untuk pengusaha, ya mereka harus beli. Kepala Dinas Pertanian, kalau tidak bisa dipanen kelornya, maka kamu istirahat saja,” tutur VBL.

Gubernur juga memerintahkan kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk segera membagikan benih kelor kepada masyarakat. Pasalnya tanaman kelor, selain diekspor keluar NTT, bisa juga untuk dikonsumsi warga NTT sebagai salah satu solusi menekan stunting, pohon kelor merupakan tanaman ajaib yang memiliki gizi dan protein yang tinggi seperti halnya susu, bahkan khasiatnya mengatasi susu.

“Kalau kita mengkonsumsi kelor secara rutin maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi minum susu. Kelor di atas dari susu. Kelor harus kita propagandakan terus di NTT, agar masyarakat bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup,” tutur Gubernur VBL dengan penuh optimisme.  (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi