Jum. Jun 5th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Perangi Covid-19, Mendagri Minta Semua Pihak Bersatu Saling Dukung, Jangan Saling Salahkan!

3 min read

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (*)

BOGOR, NTTBANGKIT.COM,-Dalam perang melawan penyebaran Covid-19, semua pihak harus bersatu. Saling dukung. Jangan kemudian saling salahkan. Semuanya, baik itu pemerintah pusat dan daerah harus saling belajar dari pengalaman negara lain kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari.

Hal itu ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan Bupati Bogor, Ade Yasin dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Kompleks Kantor Bupati Bogor,Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Mendagri sendiri datang ke Bogor dalam rangka kunjungan kerja untuk menguatkan koordinasi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Ada dua hal yang ingin saya sampaikan dan saya tekankan dalam konteks saya menyampaikan pandemik terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Artinya apa? Ini barang baru, sesuatu yang baru bagi dunia, maka tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi ini,”kata Mendagri.

Semua negara yang terjangkit Covid-19, menurut Tito, saling belajar. Bahkan negara yang paling jago pun seperti Amerika Serikat, atau Italia, Spanyol, Inggris, Jerman dan Perancis di daratan Eropa juga jadi korban. Tidak hanya itu, korban yang terjangkit Covid-19 atau yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak dari Indonesia.

“Nah kita belajar dari semua negara, belajar satu sama lain dari keberhasilan dan juga dari kegagalan. Karena semua mencari format. Dan yang kedua, kita juga sekali lagi karena ini wabah terluas dalam sejarah Indonesia modern semenjak 1945, semua provinsi saling belajar satu sama lain. Jadi saya pikir kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain. Tapi kita belajar dari negara lain, kita belajar dari daerah lain, belajar dari keberhasilan mereka, dan belajar dari kekurangberhasilannya mereka, kok bisa naik terus? Ada apa? Kok yang itu bisa turun, kenapa? Kok Bali bisa turun,” tutur Mendagri.

Tidak lupa Mendagri juga mengingatkan, bahwa krisis kesehatan akibat Covid-19 ini bisa mengarah kepada krisis multidimensi. Dari krisis kesehatan bisa menjadi krisis kemanusiaaan karena banyak yang meninggal. Dan ini juga berdampak kepada krisis keuangan.

“Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel- hotel, pariwisata banyak yang. Pabrik-pabrik tutup. Semua kegiatan melamban. Ini memberikan pukulan semua negara. Pertumbuhan ekonomi semua jatuh, semua. Bahkan sudah ada yang minus, kita masih 2 koma sekian per hari ini,”katanya.

Sektor keuangan pun, lanjut Tito, mengalami pukulan berat. Pemerintah pusat, keuangannya terpukul, karena pendapatan negara berkurang drastis. Pendapatan lebih kecil. Sementara belanja besar. Maka defisit tak bisa dihindari.

“Nah di pusat yang terjadi dengan adanya krisis ini pendapatan jelas berkurang. Pendapatan kita nomor satu dari sawit, nomor 2 dari pariwisata, tiga dari batubara, baru yang lain-lain. Ini semua jatuh, itu diperkirakan hampir 400 triliun rupiah dari asumsi yang diharapkan awal tahun, dan ini sangat berpengaruh. Semua kami dipotong, kami, Kemendagri dari 3 triliun dipotong 1 triliun rupiah. Tapi saya sampaikan kepada teman-teman jangan mengeluh. Ini semua keadaan baru, semua terpukul,” kata Mendagri.

Dalam pertemuan itu, hadir Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto, Danrem 061 Surya Kencana, Brigjen TNI Agus Subiyanto, perwakilan Danlanud Atang Senjaya (ATS) Kadisops ATS, Kolonel PNB. Agni Prayogo, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Sukur Hermanto, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Irfanudin, Kajari Kabupaten Bogor, Munaji, Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Dandim Kota Bogor, Kolonel Arm. Teguh Cahyadi, Kapolresta Bogor, Kombes Pol. Hendri Fiuser, Kajari Kota Bogor, Bambang Sutrisna, Ketua Pengadilan Negeri, Ridwan dan Sekda Kota Bogor, Bapak Ade Sarip Hidayat.

Selain itu, pertemuan itu juga dihadiri para Kepala OPD se-Kabupaten Bogor, para Camat se-Kabupaten Bogor dan para Ketua Majelis Agama se-Kabupaten Bogor. Sementara pejabat Kementerian Dalam Negeri yang ikut hadir mendampingi Mendagri adalah Dirjen Otonomi Daerah, Akmal Malik, Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Bahtiar, PIt. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah, Moch Ardian, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Marisi Parulisan. (Sp/*) Editor: Kornelis Moa Nita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi