Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Julie Laiskodat Minta Dinas PPO Provinsi Perhatikan Sarana-Prasarana Pendidikan di NTT

2 min read

Julie Sutrisno Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Negeri 3 Komodo, di Kaper, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.COM – Anggota DPR RI Komisi IV, Julie Sutrisno Laiskodat, saat memberikan sambutan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Negeri 3 Komodo, di Kaper, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (20/9/2020), menuturkan bahwa Labuan Bajo merupakan gerbang eksplorasi Provinsi NTT, karena merupakan Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, yang memiliki Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai destinasi pariwisata super premium.

Julie yang adalah juga Ketua Tim Penggerak PKK NTT menjelaskan bahwa karena hal tersebut maka progres pembangunan di Labuan Bajo, sebagai salah satu dari 5 daerah super prioritas yang ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, merupakan prioritas daerah dan nasional.

“Jadi gerbangnya NTT ada di Labuan Bajo. Makanya pembangunan di Labuan Bajo sangat cepat,” tutur Julie yang juga merupakan istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Julie Laiskodat, dalam kesempatan tersebut juga memaparkan bahwa ia senantiasa mendorong Pemprov NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk lebih banyak membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), karena kejuruan di SMK akan bersentuhan langsung dengan grand design pariwisata di wilayah tersebut.

“Jadi sekolah ini (Negeri 3 Komodo, red.) nanti andalan di Labuan Bajo. Harus mampu melahirkan anak-anak yang berpotensi untuk bisa mengembangkan pariwisata dalam rangka mewujudkan program gubernur menuju NTT bangkit dan sejahtera,” tuturnya.

Untuk itu Julie meminta semua pihak terkait agar pembangunan SMK Negeri 3 Komodo bisa diselesaikan secepatnya, agar tahun 2021 mendatang sudah bisa menerima peserta didik baru. 

Selain itu, ia juga meminta dinas PPO Provinsi untuk memperhatikan fasilitas-fasilitas pembelajaran secara saksama.

“Saya tidak mau habis peletakan batu pertama, usahakan pantau perkembangannya. Kualitas gurunya nanti seperti apa. Apa yang kurang dan yang kita perjuangkan lagi. SMK tidak bisa hanya gedung dengan kursi. Tetapi sarana prasarana penunjang harus mempunyai standar nasional dan internasional. Jadi harus sempurna supaya bisa melahirkan anak-anak yang sempurna,” ungkap Julie.

Wanita yang juga merupakan ketua Dekranasda NTT ini pun berharap agar Pemda Mabar bisa bersinergi dengan Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat dalam hal pembangunan daerah, termasuk di dalamnya pembangunan iklim pendidikan di Mabar. 

“Jangan lagi pake sektor. Ini kabupaten punya ranah. Ini Provinsi punya ranah. Tetapi kita sama-sama bangun daerah ini,” tambahnya diiringi tepuk tangan yang meriah.

Menurut Julie, pembangunan iklim pendidikan yang kondusif dan maju akan membuat NTT semakin maju, karena hanya SDM yang baiklah yang bisa memberikan sumbangsi bagi pembangunan daerah.
Adapun pihak-pihak yang hadir dalam kesempatan tersebut antara lain: Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula, Kadis PPO Provinsi NTT, Linus Lusi, Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Mabar, tokoh adat Kaper, serta rohaniwan/wati. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi