Ming. Feb 23rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Wagub NTT Josef Nae Soi ingin Anak NTT Ambil Peran Penting dalam Event Internasional di Labuan Bajo

3 min read
Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi dalam rapat Rencana Kerja Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/02/2020) (Image: Humas Pemprov NTT)

Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi ingin Tenaga Kerja Lokal mengambil Peran Penting dalam Event Internasional di Labuan Bajo

NTTBANGKIT.com, MANGGARAI BARAT — Dalam rapat Rencana Kerja Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/02/2020), Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi menegaskan bahwa dalam event internasional yang akan diadakan di Labuan Bajo kedepannya, masyarakat asli NTT harus mendapat bagian dan porsi yang penting.

“Bayangkan, Amerika Serikat mau bangun sendiri hotel (di Labuan Bajo, red.), dia tidak mau tinggal di hotel yang sudah dibangun sebelumnya. Tapi ini manfaat untuk kita, saya bilang you bangun, tapi tenaga kerjanya harus dari anak-anak NTT,” tegas Wagub Nae Soi.

Menurut Wagub Josef, dalam kaitannya dengan KEK serta Persiapan G-20 dan ASEAN Summit tahun 2023 yang akan berlangsung di Labuan Bajo, tenaga kerja asal NTT harus dapat diberdayakan secara maksimal, oleh karena itu diperlukannya peran penting baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta untuk melatih terus menerus secara intens dan berkelanjutan sehingga merekapun mempunyai kualitas yang mumpuni dan siap pakai khususnya dalam mendukung sektor pariwisata dimana hal tersebut akan berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal sehingga dapat memangkas angka pengangguran.

Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi dalam rapat Rencana Kerja Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tana Naga Mori di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (13/02/2020) (Image: Humas Pemprov NTT)

Dalam arahannya juga, Wagub Nae Soi yang secara lisan ditugaskan oleh Presiden untuk memantau Pembangunan pengembangan Pariwisata prioritas di Labuan Bajo mengajak dan menekankan bahwa semua pihak terkait harus fokus bekerja sama untuk membangun Labuan Bajo secara optimal sebagai tempat yang disetujui atau direkomendasikan langsung oleh Presiden Jokowi menjadi tuan rumah perhelatan sejumlah agenda Internasional.

“Di tahun 2023 kita akan jadi tuan rumah G-20 dan ASEAN Summit. Tidak main-main, seluruh pemimpin negara di dunia datang ke Labuan Bajo, tidak datang ke Jakarta,” jelas Nae Soi.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi pun ingin agar para pemangku kepentingan pro aktif dalam mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk memperbaiki infrastruktur baik dalam perluasan Bandara Komodo, Pengambangan Pelabuhan laut, Pengembangan jalan dalam kota, serta jalan menuju ke Tana Naga Mori.

Selain itu juga, Wagub Josef ingin adanya model-model terobosan Pengembangan wisata alam dan wisata budaya agar lebih memiliki daya tarik dan nilai jual terhadap para wisatawan asing. Wagub Josef pun tidak lupa berpesan mengingatkan agar kebersihan lingkungan tetap diutamakan demi menjaga kenyamanan masyarakat lokal dan mancanegara.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Edwin Darmasetiawan memaparkan bahwa dalam rangka Persiapan menuju G-20 dan selanjutnya ASEAN Summit 2023 serta Labuan Bajo yang berstatus sebagai destinasi super prioritas di Indonesia maka pada lokasi Tana Mori nanti akan dibangun hotel bintang lima sebanyak dua buah, dua kawasan Villa dengan masing-masing kawasan memiliki 15 unit villa, satu hotel bintang empat, dan satu convention hall dengan kapasitas 2000 pak, serta marina.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Jelamu Ardu Marius mengungkapkan bahwa pengoptimalisasian jaringan komunikasi di dalam even sebesar G-20 dan ASEAN Summit merupakan hal yang sangat penting.

“Pemerintah dan Investor harus ada desain untuk penanaman fiber optik, tidak saja di Tana Naga Mori tapi juga dikeseluruhan Labuan Bajo, sehingga ketika pertemuan Internasional itu dilakukan tidak boleh jaringan komunikasi terganggu sedikitpun,” tandas Marius.

Turut hadir dalam rapat tersebut mewakili Bupati Manggarai Barat, Penjabat Sekda Manggarai Barat Ismail Surdi, para Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktur Pengembangan PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darmasetiawan, Direktur Utama PT. Flores Prosperindo Alfonso Pardede, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta unsur-unsur terkait lainnya. (Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Editor: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi