Kam. Okt 21st, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Obyek Wisata Gua Batu Cermin Akan Miliki Kafela

2 min read

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana saat berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, belum lama ini. (Foto: Biro Pers Istana)

Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Foto: Super Adventure )

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.COM,–Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beberapa waktu lalu berkunjung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores. Salah satu tempat wisata alam yang dikunjungi Jokowi dan Iriana adalah Gua Batu Cermin. Di sekitar obyek wisata alam ini akan dibangun Pusat Belanja Kreatif Kampung Festival Labuan Bajo (Kafela).

Dalam siaran biro pers istana, Candra A. Kurniawan, menuliskan bahwa tepat pukul 12.05 WITA, hari Kamis (11/7/2019), Jokowi dan Iriana mendaratkan kaki di pintu masuk kawasan Batu Cermin. Kedatangan Jokowi dan Iriana langsung disambut antusias masyarakat sekitar yang telah menanti sejak pagi hari.

Jokowi dan Iriana kemudian menyimak panel-panel yang berisi informasi mengenai rencana pengembangan kawasan wisata itu. Dalam panel tersebut terlihat kawasan Batu Cermin akan memiliki pusat belanja kreatif Kampung Festival Labuan Bajo (Kafela). Segala perlengkapan, mulai dari area parkir, taman bermain anak, panggung terbuka, hingga pusat kuliner akan dibangun.

Tak berselang lama, Jokowi dan Iriana bersama rombongan berjalan menuju Gua Batu Cermin yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk. Deretan pohon bambu yang cukup rimbun di sepanjang jalan menuju gua membuat cuaca terik menjadi sedikit lebih teduh. Tak terasa, Jokowi, Iriana dan rombongan pun sampai di bibir gua.

Mereka pun memutuskan untuk memasuki gua utama. Mereka mulai menyusuri gua pembuka dengan jalur yang relatif luas dan mudah untuk dilalui. Beberapa pohon terlihat merambat dengan akar yang cukup besar menempel di dinding gua pembuka. Jokowi dan Iriana tampak sangat menikmati panorama unik yang langka ini.

Di bagian tengah gua, terdapat satu ruang yang bisa ditempati hingga 15 orang. Di satu titik terdapat lorong buntu, dan di atasnya terdapat celah tempat sebongkah cahaya masuk. Jika momennya tepat, cahaya yang masuk akan terefleksi pada dinding gua dan membentuk cermin alami. Inilah asal muasal nama Gua Batu Cermin.

Menurut sejarah, seperti dikutip dari Kementerian Pariwisata, Gua Batu Cermin pertama kali mendapat perhatian dunia pada tahun 1951 berkat penelitian arkeolog sekaligus pastor asal Belanda, Theodore Verhoven. Dahulu, sempat ada pergeseran atau patahan lempeng bumi, lalu terjadi gempa, sehingga ada beberapa wilayah di Pulau Flores yang tenggelam. Ada beberapa juga yang bahkan naik ke permukaan, salah satunya adalah gua cermin ini.

Hal yang tak jauh berbeda juga ditulis situs Weeklypedia.Net. Menurut situs ini bahwa Gua batu cermin adalah gua atau terowongan yang terdapat di bukit batu yang gelap di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. Luas gua tersebut 19 hektar, dan tingginya sekitar 75 meter. Sinar matahari masuk ke gua melalui dinding-dinding gua, dan memantulkan cahayanya di dinding batu sehingga merefleksikan cahaya kecil ke areal lain dalam gua sehingga terlihat seperti cermin.

Stalagtit dan stalagmit dalam gua terlihat berkilauan saat disinari cahaya senter maupun cahaya matahari. Kilauan ini disebabkan oleh kandungan garam di dalam air yang mengalir di saat turun hujan. Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar menyebut gua ini dengan gua batu cermin.(AR BKR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi