Kam. Jan 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pantai Harru, Destinasi Wisata Sejuta Inspirasi di Bumi Sandelwood

5 min read

Warga lokal sedang menikmati bibir pasir putih Pantai Harru yang alami, bersih nan indah. (Foto: Silvester Nusa)

ANAKALANG, NTTBANGKIT.COM,SOAL pantai yang indah, memang tak banyak tempat di dunia ini yang bisa menandingi keajaiban pantai-pantai di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau yang dijuluki sebagai Pulau Terindah di dunia ini kini menjadi incaran banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Seperti halnya dengan Pantai Harru yang berada di Desa Konda Malobha, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keindahan alami Pantai Harru menjadi obyek wisata baru yang diburu warga lokal dan wisatawan asing

Letak Pantai Harru di sebelah Selatan dari ibu kota Anakalang bisa dijangkau dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat

Cuma butuh waktu sekitar 1,5 jam kita sudah bisa menikmati indahnya pantai berpasir putih dengan gulungan ombak yang memikat para peselancar. Pantai yang dikelilingi barisan nyiur hijau dan Pohon Waru semakin menambah keindahan panorama alam yang satu ini. Siapa pun yang datang ke tempat ini yang pastinya akan terpuaskan oleh suguhan alam yang sungguh memawan. Hal ini pun kami rasakan tatkala berkesempatan berkunjung pada Kamis, 7 Maret 2019. Dengan menggunakan mobil jenis pick up, media ini pun berkesempatan menikmati objek wisata yang oleh banyak wisatwan menyebutnya bisa menghasilkan sejuta inspirasi. 

Untuk mencapai pantai yang indah ini, kita harus melewati kompleks Home Stay Samuel Guest House. Penginapan murah milik David D.Maneka dan Ny. Sufia Sedu Tegi dibangun sejak tahun 2017 silam. Keduanya pun menyambut kami dengan ramah saat mobil memasuki area home stay. Dari sini, kami pun sempat menyalami sejumlah wisatawan mancanegara asal Sidney, Australia. Selanjutnya, kami pun melangkahkan kaki menuju pantai. Lembutnya pasir putih bagaikan permadani yang dibentangkan untuk menyambut kehadiran kami. Jemari kaki pun tenggelam dalam dekapan hangat permadani alam tersebut. Luasnya wilayah pantai hampir sama dengan luasnya Pantai Kuta, Bali.

Di bibir pantai ini, kita bisa melihat dua tanjung di Pantai Harru yang seolah berdiri kokoh dan memberikan kesan sebagai pintu gerbang masuk keluarnya perahu motor. Pada bagian tengahnya terdapat sebuah pulau karang bagaikan menara pengawas dan pada tepi pantainya terdapat sebuah bukit karang yang jika air pasang akan menjadi pulau kecil. Bukit kecil ini mengalami erosi sehingga harus terputus dari bibir pantai. Di puncaknya terdapat sejumlah makam nenek moyang orang Sumba. Ketika air surut, kita bisa berjalan kaki menuju bukit karang ini dan bisa mengabadikan sejumlah spot menarik. 

Suasana alam yang indah membuat Pantai Harru cocok dijadikan tempat untuk Foto Prewedding

Keistimewaan dari berwisata di Pantai Harru di Desa Konda ini adalah adanya spot-spot menarik yang bisa dijadikan untuk berfoto selfie atau foto pra wedding. Suasana alam yang sejuk, tenang dan birunya laut dan indahnya pepohonan semakin memanjakan mata kala kita berwisata. Keindahannya semakin lengkap karena bentangan teluknya yang dangkal dan jernihnya air dengan deburan ombak yang tenang. Kondisi inilah yang membuat sejumlah wisatawan mancanegara semakin enjoy menikmati suasana alam tersebut. Dua orang wisatawan asal Sidney Australia yakni Mr. Daniel dan Mr. Son Rando, mengemukakan, Pantai Harru sangat indah dan sungguh menarik. Keduanya mengenal Pantai Harru hanya bermodalkan Google Map saja. Keduanya bersyukur karena akses jalan yang baik dari Anakalang menuju pantai ini walaupun ada beberapa titik lokasi jalan aspal yang sudah berlubang dan perlu diperbaiki. 

“Pantainya sangat bagus sekali. Saya sangat senang bisa berkunjung ke sini dan ingin untuk bereksplorasi lebih banyak lagi kenindahan alam di Sumba, “ujar Mr. Son Rando saat dimintai komentarnya. 

Para wisatawan asing sering datang menikmati panorama indah Pantai Harru dan merasakan keindahan alam serta keramatahan warga Desa Konda Malobha.

Mr. Son Rando dan sahabatnya Mr. Daniel pun mengaku senang berada di Pantai Harru dan sejumlah objek wisata lainnya di Sumba karena masyarakat Sumba yang sangat ramah dan selalu tersenyum kepada para wisatawan. Selain itu, warga Sumba juga sangat ramah dan bisa membuat wisatawan untuk berlama-lama tinggal di Sumba. Keduanya pun sangat bahagia sekali bisa berkunjung ke Pantai Harru ini. Hal itu ditunjukan dengan setelah wawancana langsung menceburkan diri dalam gulungan ombak kecil di teluk ini. Keduanya pun berjanji akan merekomendasikan pantai ini ke teman-teman dan sahabatnya di Australia. 

Kehadiran para wisatawan di Pantai Harru diakui oleh pemilik Samuel Guest House, David D. Maneka (56). Warga Desa Konda Malobha ini mengaku sejak dua bulan berdirinya home stay di tahun 2017 ada saja wisatawan yang berkunjung terlebih di bulan Juni hingga bulan Oktober.

Home Stay Samuel Guest House miliknya ini terdapat empat kamar tidur. Untuk warga asing dikenai biaya Rp. 500.000/ malam/ orang. Sedangkan untuk warga lokal dikenai Rp. 250.000/malam/orang. Biaya ini sudah termasuk dengan sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Untuk sarapan pagi biasanya pisang rebus dan kopi atau teh. Sedangkan makan siang dan malamnya disajikan nasi, sayur dan ikan. Pihaknya berusaha memberikan semaksimal mungkin kenyamanan kepada para tamu. Hal sama juga dibenarkan isterinya Ny. Sufia Sedu Tegi (40). Kepada media, ia mengatakan, untuk makanan dan minuman, pihaknya mengambilnya dari kebun dan sawah miliknya atau serba alami tanpa pupuk. Bahkan untuk nasi, pihaknya serig menyajikan masakan nasi beras campur jagung dan itu juga dimakan oleh para wisatawan. 

Konda Malobha Adalah Desa Wisata 

Terkait dengan objek wisata ini, Direktris Yayasan Wahana Komunikasi Wanita (YWKW) Sumba Tengah, Farida Padu Leba, yang ditemui di lokasi wisata, mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah belum maksimal mengelolanya. Padahal, kata Farida, objek wisata ini sangat potensial untuk dikembangkan karena bisa mendatangkan pendapatan asli daerah sekaligus bisa membuka lapangan kerja baru dan tumbuhnya usaha kecil dan menengah di daerah. Menurut Farida, Desa Konda memiliki sejumlah potensi wisata baik wisata pantai yang indah, wisata hutan yang eksotik serta aneka objek wisata alam, wisata budata dan sejumlah tempat yang menarik lainnya. Ia berharap agar desa ini diperhatikan oleh pemerintah dan bisa masuk dalam rencana strategis pengembangan pariwisata di daerah Kabupaten Sumba Tengah dengan menetapkannya Desa Konda Malobha sebagai desa wisata. 

Untuk memperkuat pengembangan pariwisata, Direktris YWKW ini, meminta pemerintah dan parlemen Sumba Tengah agar memiliki rencana strategis yang jelas di bidang pariwisata dan bisa membuat peraturan daerah yang bisa mendukung pengembangan pariwisata. Dengan demikian, semua pelaku wisata termasuk masyarakat bisa lebih berdaya dan melihatnya sebagai sebuah peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan daerahnya.

Ditanya terkait peran YWKW dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah, jelas Farida, sejak tahun 2011 hingga saat ini pihaknya melakukan berbagai kegiatan di bidang pemberdayaan masyarakat. YWKW dalam berbagai programnya terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan termasil peningkatan partisipasi publik dilakukan juga dengan berusaha memasukan Desa Konda Malobha menjadi desa wisata. Usaha tersebut mulai berhasil karena pada tahun anggaran 2019 ini Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah meningkatkan akses jalan atau transportasi dari Anakalang menuju Desa Konda Malobha agar mudah diakses oleh para wisatawan.

Nah, dengan mudahnya akses jalan tersebut, maka kini saatnya para pembaca untuk berkunjung ke objek wisata Pantai Harru ini. Pantai yang indah dan menawan ini sangat layak untuk tempat liburan anda bersama keluarga. Dengan berwisata ke pantai ini, semakin meningkatkan semangat kerja anda karena di pantai inilah akan lahir banyak inspirasi baru yang mendukung kesuksesan anda. (Penulis: Silvester Nusa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi