Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Viktor Manek Apresiasi Atas Suksesnya Festival Budaya Hewokloang Sikka 2019

3 min read

Kepala Badan Penghubung Pemprov NTT, Viktor Manek, S.Sos, M.Si (Sumber: dok. pribadi)

“Kepala Badan Penghubung Pemprov NTT, Viktor Manek mengampresiasi kepanitiaan Festival Budaya Hewokloang Sikka 2019 yang sukses merangkai mata acara dengan baik. Kendati tujuan utamanya untuk melestarikan budaya Sikka di tengah era yang semakin canggih ini, Manek mengatakan bahwa unsur-unsur komersialnya sudah nampak.”

SIKKA, NTTBANGKIT.com – Kepala Badan Penghubung Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Manek menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Pelaksana Festival Budaya Hewokloang Sikka yang turut mengambil bagian dalam mempromosikan budaya Sikka sebagai bagian integral dari provinsi NTT.

Anggota Komunitas Sanggar Bliran Sina dari Desa Kajo Wair (Picture: kompas.com)

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana Festival Budaya Sikka yang sudah berjuang menyukseskan Festival Budaya Sikka secara baik dan kreatif.” kata Manek.

Manek mengapresiasi acara tersebut karena kendati menggunakan biaya yang minim, panitia bisa membuat acara yang apik dengan sentuhan komersil yang baik, bahkan beberapa wisatawan asing pun sampai terpukau.

“Kendati tujuan utamanya untuk melestarikan budaya, tetapi kegiatan ini bahkan bisa menjawab ekspektasi imajinasi para wisatawan asing sehingga mereka benar-benar terpukau. Sisi komersil inilah juga yang kedepannya akan kita kembangkan secara bersama-sama,” ungkap manek kepada NBC.

Pangan Lokal Sikka pada Festival Budaya Hewokloang 2019 (Sumber: http://munerana.desa.id)

Melestarikan Budaya Sikka di Tengah Era Modernisasi

Sikka adalah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga saat ini masih memegang unsur mistis dalam kebudayaannya. Salah satunya adalah keyakinan bahwa arwah para leluhur tetap hidup dan mengawasi setiap kehidupan masyarakat Sikka.

Bertolak dari keyakinan ini, Komunitas Sanggar Bliran Sina dari Desa Kajo Wair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka di Pulau Flores melakukan sebuah pertunjukan ritual adat pada Festival Budaya Hewokloang di Bao Wunut, 20 Km arah selatan, Kota Maumere, Pulau Flores,Senin (16/09/2019).

Sehari menjelang penampilan Tarian Patar Alu, Tua Reta Lou, dan Tarian Gere Alu, dalam Festival Budaya Hewokloang, Sanggar Bliran Sina melakukan ritual “piong tewok” yang bila diartikan secara umum merupakan seremonial permohonan restu kepada arwah leluhur.

Ritual adat tersebut dilakukan dengan menyembelih seekor ayam jantan. Daging ayam kemudian diolah dan dimakan bersama anggota sanggar dengan minuman moke (minuman alkohol dari pohon enau atau lontar).

“Ritual sudah dilakukan tadi malam. Kami harus minta restu kepada leluhur bahwa besok (Senin malam), kami turun akan pentas. Kami minta arwah leluhur hadir menari bersama-sama,” kata Ketua Sanggar Bliran Sina sebagaimana dilansir dari poskupang.com.

Didahului dengan ritual adat, diyakini Yoseph, gerakan dan hentak para penari telah dirasuki oleh arwah leluhur. Penari bersemangat menari seperti ada dorongan kekuatan lain dari dalam diri mereka.

“Kalau kami sendiri saja, gerakan penari akan terasa biasa-biasa saja. Hambar. Kalau kami bikin ritualnya, aurahnya akan beda sekali. Bahkan, kalau tidak didahului ritual adat maka ada saja halangan ketika pementasan,” tutur Yoseph.

Kepada NBC, Yoseph mengaku bahwa tujuan diadakannya festival budaya ini adalah terutama untuk melestarikan adat budaya yang pada zaman ini sudah mulai ditinggalkan bahkan dilupakan oleh pemuda-pemudi Nian Tana Sikka. 

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Panitia Pelaksana Festival Budaya Hewokloang, Gaudensius Gedo.

Gedo mengatakan bahwa di tengah era industri yang semakin canggih dewasa ini, bukan tidak mungkin budaya asli masyarakat Sikka akan hilang bila tidak dilestarikan. Festival ini pun ditujukan terutama untuk melestarikan budaya Sikka.

Gedo juga mengatakan bahwa Festival ini berusaha menyatukan seni tari, seni musik, pameran kerajinan tangan asli Sikka, dan pangan lokal. 

Upacara adat pada Festival Budaya Hewokloang 2019 (Sumber: http://munerana.desa.id)

Di samping itu, Festival ini pun dihadiri oleh belasan wisatawan asing asal Belgia, Perancis, Jerman, dan Swiss dimana para wisatawan asing tersebut juga menggunakan kain tenun asli Sikka.  

Kehadiran belasan wisatawan asing yang menggunakan kain tenun asli Sikka pada Festival Budaya Hewokloang 2019 (Sumber: http://munerana.desa.id)

“Kita ingin mewariskan kekayaan budaya ini kepada generasi penerus agar budaya kita ini tidak hilang ditelan waktu,” tambah Yoseph kepada redaktur NBC via telepon. (*)

Penulis: Emild Kadju

1 thought on “Viktor Manek Apresiasi Atas Suksesnya Festival Budaya Hewokloang Sikka 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi