Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pengukuhan Pengurus KKBM Kupang, ‘Moat Viktor’ Menari Hegong Bersama Warga Sikka

3 min read

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat menari Hegong (Tarian Khas Sikka) saat acara pengukuhan Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang, Sabtu (28/9/2019) di Gor Oepoi Kota Kupang, NTT. (Foto: Pos Kupang)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM (NBC),-Para pengurus baru Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang pimpinan Theo da Cunha dikukuhkan dalam acara Misa Syukur yang digelar di Gor Oepoi Kupang, Sabtu (28/9/2019. Acara ini didahului dengan atraksi seni Tarian Hegong oleh ratusan anggota KKBM dan tamu dan diiringi dengan musik Gong Waning dari ‘Sanggar Lokasora’ pimpinan Kanis Maruli dan ‘Sanggar Dala Mawarane’ pimpinan Acry Deo Datus.

Atraksi Tarian Hegong (tarian khas Kabupaten Sikka) ini menarik perhatian publik karena sangat ramai meriah. Suasana terasa kian ramai setelah Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang darang ke Gor Oepoi disambut ratusan warga. Lebih semangat lagi, ketika Gubernur Viktor yang telah mengenakan pakaian adat Sikka (Lipa Prenngi, Labu dan Lesu Sembar) bergerak lincah menari Hegong berbaur di tengah warga Sikka yang telah menantinya.

Disaksikan seluruh warga KKBM dan para tamu, orang nomor satu NTT yang tampak tampan nan serasi dengan balutan motif Sikka itu sangat bergembira menari Hegong. Saking semangatnya Sang Gubernur dari Partai NasDem ini menari, membuat seluruh warga ramai-ramai menari dalam alunan musik dan pekikan kegembiraan, termasuk para PNS dan Pejabat Pemprov NTT yang berbaur dalam suka cita besar itu.

Usai menari Hegong, Gubernur Viktor pun memasuki Gor Oepoi didampingi Ketua KKBM, Theo da Cunha, dan para sesepuh lainnya, mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan panitia. Dalam sambutannya, seperti dikutip dari Poskupang.com, ia mengingatkan agar organisasi Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang tidak hanya  menjadi komunitas sosial yang berbicara tentang kampung halaman saja tetapi dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan di Kota Kupang dan NTT secara nyata.

Ia juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada KKBM Kupang pimpinan Theo da Cunha dan Fidelis Nogor yang telah sukses mengelar acara. Ia berharap KKBM Kupang terus mengangkat dan melestarikan budaya leluhur dalam bentuk sebagai sebuah kekuatan bagi komunitas organisasi untuk bertumbuh dan berkembang. 

Stigma buruk pada NTT sebagai provinsi yang miskin

Gubernur Viktor juga menegaskan bahwa dirinya sangat setia dan konsisten mengangkat budaya leluhur. Ia mengaku optimis, NTT akan berkembang dan meninggalkan stigma buruk sebagai sebuah provinsi miskin. 

Terhadap kehadiran dan dukungan Gubernur Viktor kepada KKBM Kupang, Ketua KKBM Kupang, Theo da Cunha dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya karena Gubernur Viktor juga telah bersedia menjadi warga kehormatan sekaligus Pelindung KKBM Kupang. Ia juga langsung menyematkan panggilan ‘Moat Viktor’ (Bapak Viktor) yang adalah panggilan kehormatan masyarakat Kabupaten Sikka. “Kami siap untuk berkontribusi untuk terlibat dalam pembangunan di Kupang dan NTT,” kata Theo menjawab permintaan Gubernur Viktor.

Acara tersebut berlangsung meriah, khusuk dan penuh kegembiraan yang luar biasa, bila dibandingkan dengan pengukuhan KKMB pertama beberapa waktu silam. Tampak seluruh warga Sikka (anggota KKBM) yang hadir mengenakan busana adat Sikka dalam beragam motif perempuan dan laki-laki.

Banyak tanggapan positif yang disampaikan warga Sikka sebagai atensi terhadap suksesnya kepengurusan baru KKBM pasca menggelar Musyawarah Besar beberapa waktu lalu. Salah satu pencetus dan pendiri Gerakan Pemuda Sikka Bangkit (Rakkit) Kupang, Kornelius Moa Nita, turut berbahagia penuh haru melihat orang-orang Sikka di Kupang kembali bersatu dalam KKBM Kupang yang nyaris bubar selama beberapa tahun terakhir karena perbedaan politik.

“Sebagai salah satu motor penggerak KKBM Kupang ‘di kala mati suri’ dalam perbedaan politik, saya merasa sangat gembira juga terharu. Saya bangga melihat orang-orang Sikka kembali bersatu menghidupkan KKBM Kupang. Organisasi KKBM adalah modal besar yang dimiliki orang Sikka di Kupang, jadi persatuan dan kesatuan adalah usser dan pasword untuk membangun solidaritas. Solidaritas bukan hanya dalam suka duka tapi harus juga saling mendukung dalam pembangunan ekonomi menuju kesejahteraan bersama, yang bukan hanya untuk orang yang kaya, tetapi juga yang berekonomi lemah. Saatnya bangkit dan belajar dari perpecahan masa lalu, kembali merajut persaudaraan dalam perbedaan politik,” demikian pesan Kornelius dari Ibu Kota Negara Jakarta. (Tim NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi