Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Rajut Perdamaian di Manggarai, Kemendes PDTT dan Pemda Manggarai Gelar Acara Penguatan Pranata Adat dan Budaya

2 min read

MANGGARAI, NTTBANGKIT.com – Dalam rangka menguatkan Pranata Adat dan Budaya Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar acara Penguatan Pranata Adat dan Budaya melalui festival dan seni budaya pada Rabu (9/10/2019) malam di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah satu tujuan dari acara ini, selain untuk melestarikan adat dan budaya, adalah untuk memupuk semangat perdamaian di Kabupaten Manggarai.

Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Aisyah Gamawati mengatakan bahwa kegiatan penguatan pranata adat dan budaya yang digelar ini diharapkan dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai wahana forum perdamaian desa.

“Selain itu juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan budaya, merevitalisasi kearifan lokal sebagai wahana perdamaian desa, mendorong tumbuhnya kader-kader pelopor perdamaian, mendorong tumbuhnya minat dan bakat bagi pemuda dan masyarakat desa di bidang olahraga, serta mendorong tumbuhnya perekonomian di desa,” kata Aisyah dalam keterangan tertulis (11/10/2019) sebagaimana dilansir dari detik.com.

Aisyah pun menambahkan bahwa rangkaian kegiatan serupa sudah pernah digelar oleh Kemendesa PDTT sejak 2015 silam. Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan perdamaian di Indonesia yang berbasiskan pada nilai-nilai keragaman bangsa dan budaya setempat.

“Kegiatan ini juga sesuai dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, menegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di indonesia dilakukan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat soliditas dan solidaritas sosial di tataran akar rumput dan terus berkomitmen pada kondisi perdamaian,” tutur Aisyah. 

Sementara itu Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik, Hasrul Edyar menuturkan bahwa festival ini selain merupakan salah satu rangkaian acara kegiatan pranata adat dan budaya, ditujukan juga untuk membangun daerah-daerah yang memiliki potensi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. 

“Tidak hanya festival, kita juga gelar forum perdamaian, workshop musyawarah perencanaan pembangunan peka perdamaian dan kurikulum bina damai melalui forum ketahanan masyarakat serta pelembagaan forum perdamaian,” kata Hasrul.

Dalam kesempatan kegiatan penguatan pranata adat dan Budaya, Kemendes PDTT memberikan bantuan Revitalisasi Sarana Olahraga Desa dan penanaman rumput pertama di lapangan sepak bola Desa Bangka Lao, Kabupaten Manggarai.

“Revitalisasi sarana olahraga desa ini kami lakukan juga sebagai salah satu upaya untuk mempererat kohesi sosial antara masyarakat, dimana pada sarana olahraga tersebut sangat dimungkinkan terjadinya interaksi yang positif misal dengan adanya pertandingan sepakbola antar desa,” kata Hasrul.

Festival diisi dengan berbagai kegiatan seperti sapaan adat Tesi dan Tuak Kapu, pagelaran tari-tari dan musik tradisional, gelaran teater, pembelajaran vokal oleh Bertha bagi siswa SMPN 1 Langke Rembong, Mbaumuku, Kecamatan Rembong serta pembacaan ikrar perdamaian oleh seluruh peserta festival dari unsur Forkopimda, FKUB, Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Camat, Kepala Desa, Babinsa,Babinkamtibmas dan Pendamping Desa. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi