Sab. Sep 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gebrakan Gubernur Viktor di Tahun Pertama, Apa Saja?

3 min read

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), VIktor Bungtilu Laiskodat, SH. (Foto istimewa)

KUPANG, NTTBANGKIT.COM,–Selama satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Provinsi NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat,SH dan Wakil Gubernur Drs. Josef A. Nae Soi,MM, telah melakukan gebrakan di berbagai bidang. Dalam catatan NTTbangkit.com, kurang lebih ada 7 gebrakan yang dilakukan Gubernur Viktor yang membumi. yaitu: pertama, Reformasi Birokrasi. Gubernur Viktor melakukan reformasi birokrasi dan menegakkan disiplin PNS di lingkup Pemprov NTT.

Gubernur Viktor benar-benar mewujudkan janji kampanyenya untuk membangun birokrasi yang tertib dan disiplin dengan melakukan mutasi besar-besaran, dan benar-benar menegakan disiplin bagi aparatur birokrat sebagai pelayan rakyat.Gubernur Viktor tak segan-segan memberikan rompi oranye bagi para PNS yang melanggar disiplin.

Kedua, Pelayanan Cepat dan Anti Pungutan Liar (korupsi) bagi Investor. Gubernur Viktor membuka pintu yang seluas-luasnya bagi para investor yang masuk ke NTT dengan mendorong pelayanan cepat birokrat yang bebas dar berbagai pungutan liar alias KKN. Ia bersikap tegas akan memecat PNS yang terlibat dalam korupsi, terutama memeras para investor dengan berbagai pungutan karena tindakan itu menghambat investasi di NTT.  

Ketiga, Memangkas Anggaran Perjalanan Dinas. Gubernur Viktor memangkas anggaran perjalanan dinas bagi seluruh kepala dinas dan badan ke luar provinsi. Ia sendiri menolak menerima anggaran perjalanan dinas dari APBD karena ia menggunakan pesawat pribadi dengan biaya sendiri. Efisiensi anggaran tersebut dipergunakan untuk belanja lain untuk kebutuhan rakyat, seperti untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Keempat, Menciptakan Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan. Gubernur Viktor menggalakan dan memberikan dorongan besar kepada seluruh rakyat NTT meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mewujudkan kota-kota yang sehat berseri demi menciptakan pariwisata yang indah berseri. Hal itu tidak hanya omong saja, tetapi Gubernur Viktor langsung turun ke lapangan memungut sampah di beberapa wilayah Kota Kupang.

Kelima, Memajukan Sumber Daya Manusia (SDM). Gubernur Viktor meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dengan mengirim pemuda-pemudi NTT belajar di luar negeri untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan di bidang pertanian dan peternakan. Untuk memajukan SDM rakyat NTT, Gubernur Viktor juga mengukuhkan Kabupaten Nagekeo sebagai kabupaten literasi oleh Perpustakaan Nasional RI beberapa waktu lalu.

Keenam, Ekspor Perdana Rumput Laut dan Panen Garam. Gubernur Viktor melakukan terobosan perdana mengekspor rumput laut hasil produksi petani NTT ke Argentina. Ia juga melakukan panen perdana garam di Kabupaten Kupang yang dihadiri Presiden Joko Widodo dan para menteri. Ia bertekad kuat menjadikan NTT sebagai lumbung garam untuk memenuhi kebutuhan industri garam nasional.    

Ketujuh, Tingkatkan Produksi Tenun Ikat. Gubernur Viktor mendorong para kaum ibu (perempuan) NTT untuk terus memproduksi kain tenun asli NTT untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga dan mempertahankan budaya NTT. Cara ia mendukung kaum perempuan NTT meningkatkan produksi, ia mengeluarkan aturan agar seluruh PNS di lingkup Pemprov NTT mengenakan busana adat NTT dua hari dalam seminggu. Selain itu, melalui istrinya Julie Laiskodat, ia terus mempromosikan tenun ikat NTT di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kedelapan, Meluncurkan Sophia Miras Asli NTT.  Dalam sejarah NTT miras (alkohol) meski tetap eksis di tengah masyarakat NTT, namun belum ada legalisasi terhadap miras. Akibatnya, para petani pembuat miras acapkali mengalami pengusiran oleh aparat polisi. Melihat miras NTT yang merupakan sumber ekonomi rakyat dinilai ilegal, maka Gubernur melegalkan miras dengan meluncurkan “Sophia” sebagai minum adat dan budaya NTT.

Kesembilan, Membangun Pariwisata, Menutup Pulau Komodo. Gebrakan paling heboh sejak Gubernur Viktor memimpin NTT adalah membangun pariwisata NTT dengan bersuara vokal ke pemerintah pusat akan menutup Pulau Komodo demi konservasi habitat Komodo yang makin terancam kepunahannya karena maraknya pencurian dan berkurangnya makanan komodo.

Sejak Gubernur Viktor mengambil sikap tegas untuk menutup Pulau Komodo, berbagai polemik bermunculan menentang kebijakan tersebut. Namun, tak satu pun orang yang memahami gerakan rencana terselebung yang ada di benak sang gubernur. Setelah tarik ulur lama antar Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat, maka belum lama ini terjadilah pertemuan antara Pemprov NTT, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Kehutanan di Jakarta. Pertemuan penting itu melahirkan sebuah kesepakatan yang sangat menguntungkan pemerintah dan rakyat NTT, yaitu hasil pengelolaan Pulau Komodo sebagian besar diserahkan ke Pemerintah NTT. (Penulis: Kornelius Moa Nita/ NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi